Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Ekstra part 1


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Kehidupan Emanuel semakin berwarna ketika ia melihat tumbuh kembang putranya yang sudah berusia 5 bulan, balita itu sudah sangat aktif dan belajar merangkak. Celoteh lucu dan tingkah menggemaskan menjadi kebahagiaan tersendiri untuk Emanuel dan Fika.


Afika yang sudah melanjutkan sekolahnya lagi walau harus home schooling, tidak apa menurutnya yang terpenting ia masih bisa mengenyam pendidikan. Dan Ema juga aktif kembali bekerja lagi mengurus hotel dan bisnis lainnya di bantu Ruri tentunya. Fika menjadi ibu dan istri yang baik, ia sebisa mungkin membagi waktunya untuk suami, anak dan juga belajar, beruntung ada Rima yang siap membantu kapan saja. Karena Ema dan Fika sepakat untuk tidak menggunakan jasa baby sitter.


"Sayang, bisa tidak jambangmu itu di cukur?" kesal Fika, ketika melihat pipi Arjuna merah karena di ciumi oleh Ema.


"Nanti kalau di cukur nggak ada sensasi gelinya kalau kamu aku cium," jawaban Ema, membuat Fika mengerucut sebal dan menggeram kesal.


"Ada aja alasannya," gerutu Fika, karena suaminya itu sengaja menumbuhkan jambangnya agar terlihat lebih maco.


Ema terkekeh lalu mengambil alih Arjuna dari gendongan Fika. "Mama kalau marah makin cantik ya, Dek. Kita main di halaman belakang yuk," ajak Ema, sembari melirik istrinya yang terlihat menggemaskan.


"Pintar gombal sekarang ya!" sungut Fika, ketika melihat suaminya tidak terlihat lagi.


*


*

__ADS_1


*


Dihalaman belakang, Ema memangku Arjuna sambil bermain dengan dua peliharaannya yang menggemaskan itu, Momo dan Mimi.


Arjuna tampak senang dan terus tertawa ketika Mimi dan Momo mengendus kakinya. Mungkin Arjuna merasa geli di kakinya.


Melihat putranya terus tertawa, membuat Ema menjadi gemas sendiri lalu membalikan tubuh Arjuna menghadap kepadanya, dan menciumi pipi putranya dengan sangat gemas.


"Papa gemas banget sama kamu, pengen gigit nih pipi bakpaunya." Ema terus mencium pipi Arjuna dengan sangat gemas, sehingga membuat Arjuna merengek dan menangis.



Bugh


Fika memukul pundak suaminya dengan gemas, lalu ia mengambil alih Arjuna dari tangan Ema.


"Sakit, Yank!" pekik Ema, mengelus pundaknya yang terasa sangat sakit.


"Makanya jangan bikin kesal!" Fika terus menggerutu.

__ADS_1


"Kenapa kamu nggak kasih Asi dari pabriknya langsung? Kasihan Arjuna kalau harus minum dari botol," tanya Ema, ketika melihat Arjuna memegang botol susu dan menghisap dot susu itu dengan kuat.


"Maunya gitu, tapi bayi tuanya tidak mau mengalah!" ketus Fika, melirik malas suaminya yang tersenyum mesum.


"Habisnya kangen sama dua gunung itu," ucap Ema, terkekeh geli. Tangannya terulur untuk menyentuh salah satu bulatan kenyal itu, tapi langsung di pukul oleh istrinya.


"Sabar dong! Masih satu setengah tahun lag, dua gunung ini akan menjadi milikmu lagi," sahut Fika terkekeh geli, melihat ekspresi Ema yang terlihat kesal.


"Huh, sabar ... yang penting si elang masih bisa masuk kesarangnya, ya nggak?" Ema menaik turunkan alisnya.


"Arjuna cepet bobo ya, Papa sama Mama mau main kelereng," ucap Ema, sembari mengelus pipi putranya.


"Masih sore! Kamu apaan sih!"


"Habisnya sudah tegang banget, tuh lihat gede banget 'kan? Apa lagi satu minggu ini kita nggak bersatu," keluh Ema, sembari mengusap sesuatu yang menonjol dibawah sana.


Bagaimana bisa bersatu, jika saat akan memulai aksinya dimalam hari, Arjuna selalu merengek atau terbangun dari tidurnya. Seolah balita itu tidak rela jika ibunya di sentuh oleh Ayahnya.


Bagaimana ekstra partnya?

__ADS_1


Gemes nggak? Ditambahin Visualnya Nue lagi gendong Arjuna, Emak mah baik hati dan tidak sombong, tapi bayar pakai like ya,,😘😘


__ADS_2