Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Mau di bantu pipis enak nggak?


__ADS_3

Ke empat orang itu tergelak bersama, namun tawa mereka terhenti seketika saat mendengar Emanuel berucap. "Sebentar lagi Mami pulang kerumah saja dan Ayah tetap disini."


"Apa tidak terlalu cepat? Ayolah, masalah hukuman bisa nanti saja. Dan memangnya harus tinggal terpisah?" keluh Bondan sekaligus bertanya kepada menantunya itu.


"Tidak bisa di bantah! Dan aku akan mengawasimu!" ucap Ema tegas, membuat Bondan pasrah.


He he hee, buaya mau di kadalin. Kita lihat saja nanti, si Rajawali harus bisa masuk sarangnya. Batin Bondan menyeringai licik.


"Baiklah. Rima, sebaiknya kamu bersiap, karena aku akan mengantarkanmu," ucap Bondan kepada Rima yang kini sudah menjadi istrinya itu.


"Aku yang akan mengantarkan, Mami," sela Ema, membuat Bondan semakin geram. Sedangkan Rima dan Fika menahan tawanya saja, saat melihat ekspresi Bondan yang ingin menerkam lawannya.


Ah, tidak ada kesempatan. Tapi, semoga besok bisa. Dasar menantu luknut! geram Bondan dalam hati.


"Apa?!" tanya Ema ketika melihat Bondan menatapnya sengit.


"Tidak ada!" sahut Bondan kesal, kemudian ia beranjak dari tempat duduknya dan menarik tangan Rima, dan membawa istrinya itu kedalam kamar untuk bersiap.


"Hei! hei! lepaskan tangan ibuku! Dilarang sentuh dan di larang pegang!" seru Ema dari ruang tamu, karena Bondan dan Rima sudah menaiki anak tangga menuju kamar Rima dilantai atas.

__ADS_1


"Persetan dengan ucapanmu!" kesal Bondan, dan tetap melanjutkan langkahnya.


"Aku beri waktu 5 menit, jika kalian tidak kunjung turun maka aku akan mendobrak pintu kamar Mami!" teriak Ema.


"Lakukan saja kalau berani!" balas Bondan, sedikit berteriak.


"Owh, menantang ya!" kesal Ema.


"Sudahlah sayang, biarkan mereka meneguk madu 'kan mereka pengantin baru," ucap Fika, sembari memeluk tangan Ema lalu mengecup pipi suaminya itu demgan mesra.


"Enak saja, pokoknya kau tidak terima. Mereka sudah mencuri start!" ucap Ema masih terdengar sangat kesal.


"Kamu benar, jika aku tidak tampan lagi nanti kamu mencari yang lain," ucap Ema, membuat Fika cemberut kesal.


"Mana ada seperti itu?! Aku mencintaimu apa adanya, walaupun wajah ini nanti keriput dan rambut ini sudah memutih, cinta dan sayang ini tidak akan pernah pudar." Fika berucap dengan lembut, sembari membelai pipi Ema dan juga rambut Ema bergantian.


"Oh, kamu manis sekali." Ema terharu dan juga merasa menjadi pria yang sangat berutung di dunia ini karena di cintai dan di sayangi oleh wanita sebaik dan secantik Fika. "Terimakasih sayang," ucap Ema, lalu menarik tengkuk istrinya dan mengecup bibir manis yang menjadi candunya itu, dengan sigap Fika mengalungkan kedua tangannya keleher kokoh itu. Sedangkan tangan kiri Ema merengkuh pinggan Fika agar tubuh keduanya semakin menempel dan tangan kanannya meremat dua bulatan kenyal itu bergantian. Dan ciuman itu semakin panas ketika tangan Ema masuk kedalam dress yang di kenakan istrinya dan memelintir pucuk bulatan kenyal itu dengan gemas.


"Eugh." Fika melenguh di sela ciumannya, ketika tangan suaminya semakin aktif di area dadanya.

__ADS_1


Mendengar suara lenguhan istrinya, membuat Ema semakin semangat dan bergairah, kemudian ciuman itu turun keleher jenjang istrinya dan memberi tanda cinta disana. Melihat suaminya semakin bergairah, Fika segera menghentikan aksi suaminya itu.


"Sayang, Stop!" Fika sedikit mendorong dada bidang Ema agar menjauh.


"Hah," Ema menghembuskan nafanya dengan kasar dan ia menatap istrinya dengan sayu, bertanda jika saat ini ia sangat bergairah. Kemudian Ema menyenderkan punggungnya di sandaran sofa, lalu ia memejamkan matanya dan memijat kepalanya pelan, guna untuk memendam hasratnya yang sudah melambung tinggi.


"Berdekatan denganmu, sungguh membuatku tersiksa," keluh Ema, sembari mengusap wajahnya dengan kasar.


"Sabar," ucap Fika, lalu mengecup bibir suaminya sekilas.


"Ah, kamu memancingku lagi," kesal Ema.


"Hi hi hi, mau di bantu pipis enak nggak?" tanya Fika, sembari membelai dada bidang suaminya itu dengan gerakan sensual.


Ema membuka kedua matanya dan menatap istrinya dengan mesum.


"Dengan senang hati," balas Ema, mengerling nakal kemudian ia menggendong istrinya menuju kamar utama.


Ah, jadi traveling lagi 'kan, karena pasangan uwu itu😚

__ADS_1


Jangan lupa kasih dukungan, seperti biasa kasih like, vote, komentar dan kasih Gift semampu kalian ya,😘


__ADS_2