
Jika Bondan tengah merasakan rasa malu yang sangat luar biasa, bahkan ia sendiri saja tidak mampu untuk menatap wajah Rima.
Namun hal itu berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan Emanuel saat ini. Pria gemulai itu menatap istrinya dengan penuh cinta dan juga sangat bahagia. Saat ini keduanya itu tengah duduk di tepian tempat tidur dengan posisi menyamping.
"Sudah jangan menatapku seperti itu." Ucap Fika, lalu menutup wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus itu.
"Kamu kok pinter banget sekarang. Belajar dari mana?" Ema menggoda istrinya, hingga membuat Fika sangat malu dan ingin rasanya ia bersembunyi di lubang semut.
"Ih! Jangan di bahas terus." Ucap Fika, dan wajahnya kini terlihat semakin merah.
"Aku 'kan penasaran, Yank. Kenapa istriku yang polos ini jadi pintar begini." Ucap Ema, tersenyum manis lalu menyenggol bahu Fika dengan bahunya sendiri.
"Aku puas loh dengan servis kamu." Bisik Ema, membuat Fika semakin malu dan juga kesal.
"Nue!! Jangan membahasnya lagi!" Kesal Fika, lalu mengambil bantal yang ada di dekatnya kemudian memukulkannya kearah suaminya.
"Ha ha ha." Bukannya marah, Ema malah tergelak keras lalu menangkap bantal itu dan melemparkannya kesembarang arah.
"Kamu gemesin banget sih." Ucap Ema, menyatukan kedua tangannya di depan dada, lalu ia menggoyangkan tubuhnya seperti ulat keket dan menatap istrinya itu dengan binar kebahagiaan.
Sedangkan Fika yang melihat tingkah suaminya itu, sambil berucap dalam hati.
__ADS_1
Amit-amit jabang bayi.
Dasar istri luknut! 🤣
"Oh, suamiku. Lebih baik kamu gemulai terus seperti itu agar tidak ada wanita yang mendekatimu. Dan kamu hanya boleh gagah perkasa jika bersamaku saja." Ucap Fika, membuat Ema terdiam dan mengernyit heran.
"Kenapa seperti itu? Apa kamu tidak malu mempunyai suami gemulai sepertiku?" Tanya Ema dengan keheranan.
"Tidak! Karena kamu tuh ganteng maksimal, manis, baik dan kaya raya lagi. Dan pasti jika kamu memperlihatkan jati dirimu yang sesungguhnya, nanti akan ada banyak calon pelakor yang akan mendekatimu. Aku tidak mau hal itu terjadi, karena aku sangat mencintaimu." Jelas Fika, membuat Emanuel tertegun.
"Kamu sangat mencintaiku rupanya ya." Ucap Ema terharu dengan perkataan istrinya.
Fikanya menerima dirinya apa adanya, dan ia sangat bahagia dengan hal itu.
"Aku juga sangat mencintaimu sayang dan anak kita." Balas Ema, kemudian ia merengkuh tubuh istrinya dan mengelus perut istrinya itu dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang.
"Terimakasih karena sudah mau menerima pria yang penuh kekurangan ini." Ucap Ema, lalu mengecup pucuk kepala istrinya dengan mesra.
"Itulah yang di namakan cinta, menerima segala kekurangan pasangan kita." Jawab Fika, membuat Ema semakin mengeratkan pelukannya.
" I Love You, so much." Ucap Ema pelan tepat di pucuk kepala Fika.
__ADS_1
Fika mendongak dan menatap suaminya dengan lembut, begitu pula dengan Ema.
Lalu Ema menudukkan kepalanya dan mengecup bibir manis yang sudah menjadi candunya itu dengan perasaan cinta.
Fika memejamkan matanya saat ciuman hangat itu berlabuh di permukaan bibirnya.
"Aku juga sangat mencintaimu." Lirih Fika, saat tautan itu terlepas.
"Suamiku Gemulai." Lanjut Fika, dan kemudian tergelak keras membuat Ema melepaskan pelukannya dan mengerucut sebal.
"Gemulai tapi bisa bikin kamu tekdung ya? Aku jantan loh kalau diatas ranjang." Ema tersenyum smirk menatap istrinya.
Fika yang melihat tatapan suaminya itu pun langsung menghentikan tawanya dan langsung menghindar karena ia tahu hal selanjutnya yang terjadi.
"Mau kemana? Hem?" Tanya Ema, sembari memegangi tangan istrinya itu yang akan melarikan diri.
"Ampun, jangan menghukumku."
Duh, sweet banget nggak sih, mereka itu. Bikin iri dan baper.
Kasih hadiah semampu kalian yak.😘
__ADS_1
Likenya jangan lupa!