Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Tetangga julid


__ADS_3

Pagi hari di rumah minimalis itu, Fika dan Ema dibuat heran dengan tingkah Bondan yang terlihat Aneh. Bagaimana tidak, jika Bondan berdiri di depan cermin Wastafel yang ada di dekat dapur sembari tersenyum dan mengelusi jambangnya yang baru saja ia cukur.


"Sudah ganteng, Yah." Seru Fika, sembari mengernyit heran menatap Ayahnya yang tak kunjung beranjak dari depan cermin itu.


"Ayah memang selalu ganteng." Jawab Bondan, terseyum geli dan matanya masih menatap pantulan dirinya di cermin tersebut.


"Ayah kesambet apa sih?" Bisik Ema, kepada istrinya.


"Entah, sejak tadi malam tingkahnya sudah aneh." Balas Fika, masih berbisik.


"Kayak orang lagi jantuh cinta saja." Celetuk Ema, membuat mata Fika membola sempurna.


"Atau jangan-jangan, tadi malam mereka janjian lagi." Tebak Fika, sembari menggigit jari telunjuknya dengan raut wajah yang cemas.


"Maybe yes or maybe no." Jawab Ema acuh, membuat Fika mengerucut sebal. "Bicara sama kamu, ngga asik!" Ketus Fika.


"Uluh ngambek ya?" Ema tersenyum manis, kemudian ia mengelus pucuk kepala istrinya dengan lembut, lalu ia mencium pipi Fika dengan sangat mesra.


EHEM


Bondan berdehem keras, saat melihat kemesaraan pasangan pengantin baru itu.


"Apa sih, Yah?" Ucap Ema, dan menatap sebal Ayah mertuanya.


"Nggak, kalian membuat jiwa jomblo Ayah meronta." Jawab Bondan, lalu ia bergabung di meja makan bersama anak dan menantunya.


"Cie.. Jomblo...." Ledek Fika, tergelak keras kemudian Ema pun ikut tergelak, sedangkan Bondan sudah menatap sebal pasangan yang ada duduk di hadapannya itu.


"Kalian ini." Bondan mendengus kesal.

__ADS_1


Kemudian mereka semua mulai memakan sarapannya dengan tenang. Setelah selesai sarapan bersama, Fika membersihkan meja makan, sedangkan Ema mencuci piring dan peralatan dapur lainnya yang kotor.


*


*


*


Dan Bondan kini tengah duduk di teras rumah, sembari memainkan ponselnya. Tidak berselang lama, ada para bapak-bapak yang menyapanya.


"Pagi, Pak Bondan." Sapa salah satu Pria yang memakai sarung dan kaos singlet berwarna putih.


"Pagi, juga pak. Ada apa nih? Tumben pagi-pagi sudah padsla berkunjung." Sapa Bondan balik, dengan ramah dan tersenyum manis.


"Yang kami dengar dari Pak RT dan Pak RW, Fika sudah menikah ya pak?" Tanya pria yang lainnya.


Aduh, bagaimana ini. Si RT dan RW ember bocor. Batin Bondan kesal.


"Sepertinya, menantu Pak Bondan orang kaya ya." Ucap salah satunya lagi, sembari melihat mobil mewah yang terparkir di halaman rumah tersebut.


"Ya begitulah, ada yang salah?" Tanya Bondan, dengan nada yang mulai tidak bersahabat.


"Tentu salah Pak. Kami tidak mempermasalahkan status Fika saat ini, akan tetapi yang menjadi masalah adalah kenapa tidak Pak Bondan saja yang menikah." Ucap pria yang memaki kaos singlet tersebut.


Lah


Bondan di buat bingung dengan ucapan pria yang ada di hadapannya itu.


"Maksud Bapak apa?" Tanya Bondan, dengan penuh keheranan.

__ADS_1


"Pak Bondan sadar tidak kalau, Pak Bondan sudah membuat resah para ibu-ibu komplek di sini."


"Iya benar, bahkan istri saya pun tiap malam kalau tidur selalu mengigau dan menyebut nama Pak Bondan, sakit tahu hati saya pak, sakitt." Ucap salah satunya lagi, dengan memegang dadanya dan meringis perih.


"Maaf ya bapak-bapak, saya tidak tahu salah saya dimana?" Tanya Bondan, sembari menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Karena Pak Bondan itu terlalu tampan!" Sahut yang lainnya.


"Dih, kok kalian jadi julid begitu sama saya? Saya ini memang sudah sangat tampan dari lahir loh." Sahut Bondan ringan, membuat para bapak-bapak itu semakin kebakaran jenggot.


"Pokonya kami tidak mau tahu, Pak Bondan harus secepatnya cari pendamping. Agar istri kami itu tidak resah karena pak Bondan."


"Kalau kayak gitu, salahkan saja istri bapak semua. Kenapa jadi resah? padahal saya tidak berbuat apa-apa loh, tapi memang dasarnya sudah tampan ya tetap tampan saja. Dan Lihat ini." Bondan membuak menyibakkan kaosnya keatas dan terlihatlah roti sobek yang di penuhi oleh tato itu, membuat para bapak-bapak itu melotot.


"Saya juga macho." Lanjut Bondan narsis.


"Makanya Pak, rajin Fitnes biar istrinya tidak melirik pria lain, tinggi itu keatas bukan kesamping atau kedepan." Sahut Bondan, telak. Dan membuat para bapak-bapak itu bungkam.


Setelah itu, Bondan segera memasuki rumah meninggalkan para pria yang mematung di luar pagar rumahnya.


"Bisa ya, perutnya bisa kotak-kotak kayak tahu begitu."


"Ho'oh, tidak seperti perut kita-kita ini yang mirip balon."


"Terus bagaimana ini? Jadi demo pak Bondan lagi nggak?" Tanya salah satunya.


"Hih, jangan membuat macan ngamuk, nanti kita kena boxing lagi." Kemudian para bapak-bapak itu, kembali ke rumahnya masing masing.


Terlalu tampan ya Ayah Bon bon😚

__ADS_1


Kasih dukungan semampu kalian yak, 😘


Yang mau lihat video ayah Bondan tersenyum sembari mengelus jambang, bisa dilihat di IG emak ya.


__ADS_2