Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Si pria gemulai


__ADS_3

Ema memejamkan matanya sejenak, saat tersadar jika ia baru saja membentak istrinya.


"I'm sorry." Ucap Ema penuh sesal.


Fika menghindar ketika tangan suaminya itu akan mengusap kepalanya. Ia tidak menyangka jika suaminya yang selalu bersikap lembut kepada dirinya kini membentaknya.


Tangan Ema menggantung diudara lalu ia menarik tangannya kembali, ketika mendapat penolakan dari istrinya.


Fika memalingkan wajahnya ke kiri dan memilih menatap jalanan. Salahkah dirinya? Jika ia menginginkan Ayah dan Ibu mertuanya bersatu? Agar semua ini berakhir bahagia, dan tidak ada tersakiti.


"Sayang." Ema memangggil istrinya dengan kelembutan. Tapi, Fika tidak menjawab panggilannya dan menoleh pun tidak.


Ema menghela nafas panjang, ia sadar karena sudah bersikap berlebihan kepada Fika.


Fika menghapus air matanya dengan cepat, hatinya terasa sangat sakit sekali. Tidak pernah dia merasakan sesakit ini hanya karena bentakan seseorang.


Dan sialnya, orang itu adalah pria yang sangat di cintainya, suami dan juga ayah dari calon baby nya.


Jika dulu dia adalah gadis yang tahan banting dan kuat, tapi hal itu tidak berlaku jika ia berhadapan dengan Emanuel.


*


*


*


Tidak berselang lama, meraka sudah sampai di tempat tujuan. Fika langsung keluar dari dalam mobil tanpa menunggu suaminya. Ema dirundung rasa bersalah yang sangat besar, kemudian ia segera mengejar istrinya yang terlihat sedikit berlari.

__ADS_1


Fika berjalan menuju ruangan kepala sekolah dengan langkah tergesa, karena semua mata para siswa yang sedang ada disana menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Kenapa mereka menatapku seperti itu? Apa mereka sudah tahu jika aku hamil." Gumam Fika.


"Woah! Ini dia murid teladan di sekolah kita." Tiba-tiba trio centil menghadang Fika.


Fika menggeram kesal dan tidak ingin meladeni trio centil itu.


"Minggir kalian!" Sentak Fika.


"Huh, lihat wajahnya yang sok alim ternyata eh ternyata hamidun." Ejek Nadia, menyilangkan kedua tangannya di dada sembari berjalan mengelilingi Fika.


"Iya, dasar murahan!" Ucap salah satunya lagi, menatap Fika dengan jijik.


"Apa urusannya dengan kalian? Aku mau murahan atau tidak, bukankah sama saja dengan kalian?! Jalangg!" Balas Fika menohok, membuat ketiga gadis itu semakin geram.


"Gue murahan dan membuka kedua paha gue hanya untuk pasangan halal gue! Tidak seperti kalian, ho ho ho. Ops, keceplosan." Balas Fika, telak. Fika tersenyum puas di dalam hati, saat melihat wajah trio centil itu syok.


"Cewek sialan lo!" Bentak Nadia, lalu mendorong tubuh Fika kebelakang.


Fika terkejut saat dirinya didorong oleh Nadia, tapi beruntung dirinya bisa mengimbangi badannya agar tidak terjatuh keatas lantai.


"Brengsek kalian!!" Umpat Fika, lalu melangkahkan kakinya untuk memberikan pelajaran kepada Nadia.


"STOP! Apa yang kalian lakukan?" Tanya Ema, yang sudah berdiri di belakang Fika. Sontak Fika langsung menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.


"Woah, ini dia si pria gemulai yang membuat Antoni babak belur." Ejek Nadia.

__ADS_1


"Oh jadi ini? Boleh juga ya, ganteng dan pakaiannya juga mahal. Tapi sayang, gemulai ha ha haaa." Ejek salah satunya lagi dan tergelak keras.


"Bilang apa lo barusan?" Tanya Fika, dan menatap tajam Nadia.


"Sudah! Abaikan saja. Kamu sedang hamil." Ucap Ema tegas, lalu menarik tangan istrinya agar tidak terlibat perkelahian dengan ketiga gadis itu.


"Hih, cemen." Ledek Trio centil sedikit berteriak, karena Fika dan Ema sudah berjalan menjauh.


Fika menghentakan tangannya yang di pegang oleh Ema itu hingga terlepas, kemudian ia menyingsing kedua lengan bajunya, dan berjalan menghampiri trio centil itu. Ema terkejut dan segera menahan istrinya itu, tapi terlambat Fika sudah melayangkan bogem mentah kearah hidung trio centil.


BUGH


BUGH


BUGH


"Mampus kalian!! Jangan kalian pikir, karena aku sedang hamil tidak bisa menghajar kalian! Bangun keparat!" Maki Fika, kepada tiga gadis itu yang sudah tersungkur diatas lantai sembari memegangi hidungnya yang mengeluarkan darah.


"Afika sudah!" Ema menarik Fika kedalam pelukannya.


"Lepas! Bisa tidak kamu itu sedikit tegas jika ada yang menghinamu!" Bentak Fika, lalu melepaskan pelukan itu dengan kasar, dan berjalan menuju ruangan kepala sekolah.


Emanuel diam membisu saat mendengar ucapan istrinya itu.


Tarik nafass, tahan ya tahannn terussss dan buang.. 😄


Kasih dukungannya jangan lupa ya, like, vote, hadiah, dan komentar😘

__ADS_1


__ADS_2