Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Salah lawan


__ADS_3

"Afika, bisa ikut ibu ke ruang kepala sekolah?" Ucap salah satu guru, yang mendatangi kelas tersebut. Foto yang di share oleh salah satu trio centil sudah menyebar luas di seluruh sekolah.


Afika menganggukkan kepalanya pelan, kemudian ia mulai beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mengikuti guru tersebut.


Seluruh temannya di di dalam kelas tersebut mencibirnya bahkan ada yang memakinya.


Nggak nyangka ya! Dia wajahnya alim tapi sayang, MURAHAN!!


Heleh, kalau di sekolah saja di deketin sama cowok nggak mau, tapi giliran luar ternyata jadi Ayam!!


Orangnya bar-bar, kelakuannya juga bar-bar.


Murahan!!


Jal**g!!


Dan banyak kata-kata kasar lainnya yang terlontar dari seluruh siswa yang ada di kelas tersebut, bahkan teman baiknya saja diam dan tidak berniat untuk membelanya.


Afika berusaha untuk menulikan telinganya, namun sayang ia tidak bisa. Kata-kata itu sangat tajam dan lebih tajam dari sebuah silet yang menyayat hati dan perasaanya.


Sakit!


Sangat sakit! Hingga dadanya terasa sangat sesak!


Fika mengusap kasar air mata yang membasahi pipinya.

__ADS_1


*


*


*


Saat sudah di depan ruangan kepala sekolah, Fika masuk perlahan dan duduk di depan kepala sekolah yang tengah menatapnya tajam.


"Afika larasati, apa kamu tahu kenapa kamu, bapak panggil kesini?" tanya Kepala sekolah.


"Iya." Jawab Fika, sembari mengangguk pelan dan kepalanya menghadap kebawah.


Hati Afika nampak kacau, namun ia berjanji tidak akan mengampuni siapapun yang telah membuatnya seperti ini. Apalagi saat ini nama baiknya sudah tercemar.


"Benar itu saya, lalu apa masalahnya?" Fika berkata dengan tenang dan tegas.


Tentu saja hal itu membuat kepala sekolah geram dan wali kelasnya yang ada di sana sampai menggelengkan kepalanya.


"Tentu saja salah!! Karena ini menyangkut nama baik sekolah!" Terang kepala sekolah dengan nada yang tinggi.


"Bukankah itu di luar jam sekolah? Saya rasa apa yang saya lakukan di luar sekolah bukan urusan pihak sekolah! Kecuali jika saya berbuat mesum di lingkungan sekolah ini!" Balas Fika, masih berkata tenang.


"Saya rasa sah-sah saja, jika saya melakukan hal apapun di luar sekolah karena itu sudah menjadi urusan pribadi saya." Lanjut Fika lagi.


"Afika!!" Geram kepala sekolah.

__ADS_1


"Harusnya Bapak memanggil penyebar foto itu juga, dan tanya maksud dan tujuannya apa." Ucap Fika, masih berusaha tetap tenang bahkan ia masih melemparkan senyum untuk kepala sekolah itu.


"Huh,baiklah." Ucap Kepala sekolah, lalu memerintahkan wali kelas Fika untuk memanggil murid yang menyebarluaskan foto tersebut.


Tidak berselang lama masuklah gadis centil itu ke dalam ruang kepala sekolah.


"Bapak memanggil saya?" Tanyanya, sembari mendudukan diri di samping Fika.


"Bukankah kamu yang mengeshare foto ini di Grub sekolah?" Tanya kepala sekolah, sembari memperlihatkan layar ponselnya.


"I itu bukanโ€”" Ucapannya terhenti saat mendengar suara dari tangan Fika.


Kretek


Suara kepalan tinju Fika, membuat gadis itu ketakutan hingga kesulitan bernafas.


Ah,, mati aku. Aku melupakan jika dia jago bela diri. Batin gadis itu ketakutan, saat melihat tangan Fika mengepal kuat di pangkuannya.


"Iya maksudnya itu saya yang mengeshare di Grub sekolah dan maaf itu hanya sebuah ke isengan belaka dan sebuah editan." Ucapnya, ketakutan.


Bodoh ... Bodoh. Memaki dirinya sendiri.


Salah lawan kamu! ๐Ÿ˜†


Kasih dukungan semampu kalian yak..๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2