
Sampai dirumah sakit Fika langsung dibawa ke ruang IGD dan segera di tangani karena calon ibu muda itu sudah mengalami pendarahan.
"Ricky! Lakukan yang terbaik." Mohon Ema dengan sangat, dan air mata Ema terus mengalir deras di pipinya.
"Pasti tapi kamu harus keluar dulu, karena kami harus segera mengambil tindakan." Ucap Ricky, lalu mendorong Ema keluar dari ruang IGD itu.
Dan dengan terpaksa Ema keluar dari ruangan tersebut dan terus memanjatkan doa kepada Tuhan.
"Ya Tuhan, aku mohon selamatkan istri dan juga anakku." Ema terus berdoa untuk istri dan juga calon babynya.
"Ini semua salahku, aku tidak akan memaafkan diirku sendiri jika terjadi sesuatu kepada mereka." Ucap Ema penuh sesal, lalu ia mendudukan diri di kursi panjang yang ada di dekat ruangan tersebut.
Ema menundukan kepalanya dan mengusap wajahnya dengan kasar lalu beralih meremat rambutnya sendiri dengan kuat, terlihat jelas sekali jika pria gemulai itu tengah frustasi dan juga ketakutan yang mendalam. Dan air matanya terus mengalir dipipinya, ia menyesali perbuatannya. Ternyata hal yang menurutnya sepele bisa berdampak sebesar ini.
Sayang kamu adalah wanita yang sangat kuat, kamu pasti bisa. Maafkan aku, maaf karena aku tidak becus menjagamu. Batin Ema perih, kemudian ia mengusap air matanya dengan kasar.
Sedang Fika saat ini terbaring diatas tempat tidur pasien. Fika masih tersadar namun matanya sulit sekali untuk dibuka dan ia juga merasakan sakit yang luar biasa di bagian perut bawahnya. Dan ia juga merasakan jika ada beberapa tim medis yang sedang menanganinya.
"Pasien usianya masih sangat muda dan kandungannya sangat lemah, ditambah lagi saat ini pasien mengalami pendarahan. Aku tidak yakin jika janinnya akan selamat." Ucap salah satu dokter yang menangani Fika.
"Kita harus berusaha semaksimal mungkin, apa kamu lupa dengan sumpah dokter?" Tanya Ricky, dengan nada datar.
"Ah, iya aku ingat dan maaf." Ucap Rekannya, penuh sesal.
__ADS_1
Fika yang mendengar ucapan dokter tersebut pun menitikan air matanya.
Please, bertahanlah di rahim mama sayang. Mama mohon.
Ya tuhan, jangan ambil anakku yang baru saja engkau titipkan dirahimku, jangan ambil kebahagiaan kami, yang baru saja kami dapatkan. Fika terus memanjatkan doa untuk keselamatan calon babynya.
*
*
*
*
Ema langsung berdiri dari duduknya dan mengampiri Ricky.
"Bagaimana keadaan istri dan juga kandungan istriku?" Tanya Ema dengan raut wajah yang sangat cemas.
Sebelum menjawab, Ricky menghembuskan nafasnya dengan kasar dan menatap pria yang ada di hadapannya dengan intens.
"Jawab Ky!" Sentak Ema, lantaran Ricky tak kunjung menjawab pertanyaannya.
"Istrimu baik-baik saja, hanya saja—" Belum selesai bicara, ucapannya di potong lebih dulu oleh Ema.
__ADS_1
"Hanya saja apa?!" Tanya Ema dan kini sudah menarik kerah jas putih yang melekat di badan Ricky.
Ricky diam saja, karena saat ini ia juga paham dengan apa yang Ema rasakan.
"Tenang mas, tenang! Dokter Ricky belum menjelaskan sepenuhnya." Ucap salah satu dokter, sembari melepaskan kedua tangan Ema.
Ema menghembuskan nafasnya kasar lalu ia menyugar rambutnya kebelakang, dan ia meminta maaf ke Ricky.
Ricky tersenyum dan menepuk pundak Ema berulang kali.
"Istrimu baik-baik saja dan kandungannya juga berhasil di selamatkan, beruntung kamu cepat membawanya kemari. Hanya saja kandungan istrimu sangat lemah dan juga rentan ditambah lagi usianya yang masih belia. Dan istrimu harus bedrest total dan tidak boleh melakukan aktifitas apapun. Kamu harus menjaganya dengan ekstra hati-hati." Jelas Ricky.
"Terimakasih, sudah berjuang membantu menyelamatkan calon buah hati kami, dan aku pasti akan menjaganya dengan baik." Ucap Ema, sangat berterimakasih kepada Ricky.
"Dan ada hal yang perlu kamu tahu lagi, jika ibu hamil itu perasaannya sangat sensitif jadi kamu harus bisa menjaga perasaanya dan juga emosinya. Dan jangan biarkan istrimu terlalu banyak pikiran, karena itu juga mempengaruhi kesehatan janin." Jelas Ricky.
"Sekarang kamu boleh menemui istrimu dan sebentar lagi dia akan di pindahkan ke ruang rawat." Ucap Ricky lagi, dan Ema mengucapkan terimakasih kemudian ia berjalan ke dalam ruangan tersebut.
Nyesek🤧
Untung masih bisa di selamatkan, hiks
Kasih dukungannya ya. Berbagi itu indah.❤
__ADS_1