Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Nue Modus terus


__ADS_3

Malam hari telah tiba di rumah minimalis itu, Bondan tengah duduk di tepi tempat tidurnya sembari menatap foto mendiang istrinya yang tengah menggendong Afika kecil di belakang. Senyuman itu membingkai wajah tampannya saat ia mengusap foto tersebut.


"Kamu tahu, Bun, putri kita sudah bahagia dengan suaminya. Dan aku harap kamu juga ikut bahagia diatas sana."


"Maaf karena aku tidak bisa memenuhi permintaanmu yang terakhir kali. Putri kita sudah bahagia dengan orang yang tepat. Jadi, aku tidak perlu menikah lagi, seperti keinganmu itu. Maaf, aku egois tapi aku tidak ingin menduakan cintaku, Bunda. Aku sangat mencintaimu sampai kapanpun." Gumam Bondan, sembari mengelus Foto mendiang istrinya yang tengah tersenyum sembari menggendong Afika Kecil.



Patah hati kalean semua, hah. Ayah Bondan gak bisa move on. πŸ˜†


Bondan meletakkan lagi Foto tersebut di atas nakas, kemudian ia merebahkan dirinya diatas tempat tidur dengan berbantalkan kedua lengannya, sedangkan matanya menatap langit-langit kamarnya dan tidak berselang lama mata itu terpejam dan mulai menyelami alam mimpi.


Sedangkan di kamar lainnya, Ema dan Fika tengah berpelukan mesra diatas tempat tidur sembari bercerita tentang masa kecil.


"Jadi kamu sudah tomboy sejak kecil ya?" Tanya Ema, dan Fika mengangguk di pelukan Suaminya.


"Tapi kenapa kamu nggak ada mirip-miripmya sama Ayah ya?" Tanya Ema lagi.


"Itu karena aku mirip bunda, hanya sifatku saja yang mirip sama Ayah." Jawab Fika, sembari mengelus dada bidang suaminya yang polos itu.

__ADS_1


Ema menganggukkan kepalanya bertanda jika dirinya mengerti.


"Kalau kamu kenapa jadi gemulai?" Tanya Fika. Ia ingin tahu tentang suaminya lebih detail. Karena selama satu minggu mereka menikah keduanya belum mengetahui satu sama lain.


Tapi udah bucin parah ya Mak, udah kikuk-kikuk lagi. πŸ˜†


"Huh." Ema menghembuskan nafasnya dengan kasar sebelum ia menceritakan masa lalunya yang pahit kepada istrinya. Mungkin sudah waktunya Fika mengetahui semua tentang dirinya termasuk masa lalunya.


Fika membekap mulutnya kemudian memeluk erat suaminya, saat tahu masa lalu kelam yang di alami Ema. Fika bahkan tidak percaya jika Mami Rima setega itu kepada putranya sendiri.


"Aku tidak percaya jika Mami setega itu." Ucap Fika,


"Itulah kenyataannya, tapi sekarang beliau sudah menyesali perbuatannya dulu dan sudah beribu kali meminta maaf kepadaku." Ucap Ema.


"Jangan bilang kamu nggak memaafkan Beliau?" Tanya Fika penuh selidik.


"Menurutmu apakah seorang anak bisa membenci ibunya sendiri? Ya, walaupun di hatiku masih ada rasa sakit tapi aku mencoba memaafkan Mami." Jelas Ema, langsung di sambut pelukan oleh istrinya.


"Aku bersyukur karena di pertemukan dengan dirimu, kamu seperti seorang malaikat yang datang menyelamatkan hidupku." Ucap Ema, sembari mengecup kening istrinya berulang kali dengan lembut dan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Jadi apa yang membuatmu tertarik denganku?" Tanya Fika, di dalam pelukan suaminya.


"Semua yang ada di dalam dirimu aku suka." Jawab Ema terkekeh, membuat Fika mencebikan bibirnya kesal.


"Lalu kamu sendiri, apa yang membuat kamu jatuh cinta dengan pria gemulai dan penuh kekurangan ini." Tanya Ema balik.


"Entah, aku juga tidak tahu." Jawab Fika, tersenyum garing. Membuat Ema gemas lalu menggigit kecil cuping telinga istrinya.


"Awwww." Pekik Fika, lalu mengusap telinganya. "Kamu kayak drakula tahu nggak, main gigit saja." Kesal Fika.


"Kalau drakula itu menggigitnya di leher seperti iniβ€”" Ema langsung mengendus dan menggigit kecil leher istrinya.


"Ughh Nue." Desaah Fika, saat lidah dan bibir suaminya menelusuri lehernya.


"Kita coba pengamannya yuk!"


Modus Nue Moduss!!🀣


Makin pinter ya Nue!! Siapa sih yang ngajarin?πŸ€”

__ADS_1


Kasih dukungan seikhlasnya ya. 😘


__ADS_2