
Malam hari telah tiba, para penghuni di rumah minimalis itu baru selesai makan malam bersama dan kini mereka tengah duduk di ruang keluarga sembari menonton televisi.
"Sudah malam, dan sepertinya aku harus pamit." Ucap Rima.
"Tapi, aku tidak bisa mengantarkan Mami." Ucap Ema, karena tadi sore ibunya datang menggunakan taksi online.
"Tidak apa-apa, Mami bisa memesan taksi Online." Ucap Rima kepada putranya.
Ema terdiam tapi kemudian ia melirik Ayah mertunya yang sedang Fokus menonton acara televisi.
"Ayahanda, bolehkah daku ini meminta tolong kepadamu untuk mengantarkan ibundaku tersayang?" Ucap Ema, kepada Ayah mertuanya dengan nada di buat seimut mungkin.
"Hih, tidak bisa. Apa kamu tidak lihat jika aku sedang menonton Acara televisi." Tolak Bondan.
"Tak apa, Mami bisa pulang sendiri. Nue." Ucap Rima, tersenyum lembut kepada Ema dan Fika.
"Ayah!!" Panggil Fika, dengan nada tegas.
"Huh." Bondan menoleh ke arah putrinya sambil mendengus kesal. "Ya, baiklah. Ayam kampung 2 ekor." Jawab Bondan, beranjak dari tempat duduknya.
"Ih, dasar perhitungan!" Sungut Fika, kesal.
"Ya, itulah aku." Jawab Bondan, berjalan menuju kamarnya untuk mengambil sweaternya.
Setelah beberapa saat, Bondan keluar dari kamar dan sudah memakai sweater berwarna putih gading.
"Ayo!" Seru Bondan kepada Rima.
"Yah, pakai mobilku saja." Ema menyerahkan kunci mobilnya.
"Tidak perlu, aku bisa pakai motor saja biar lebih cepat." Tolak Bondan dengan halus, kemudian ia berjalan keluar rumah di ikuti oleh Rima.
__ADS_1
"Kamu bisa membonceng motor?" Tanya Bondan kepada Rima, sembari menyerahkan helm kepada wanita itu.
"Hih, kamu meremehkan aku!" Sungut Rima, lalu menerima helm dari tangan Bondan dengan kasar.
"Baguslah kalau kamu bisa." Balas Bondan, lalu menaiki dan menyalakan motornya.
Dasar bon-bon sialan! Umpat Rima dalam hati, lalu membonceng di belakang Bondan.
"Pegangan, nanti jatuh." Ucap Bondan, sebelum menarik gas motornya.
"Iya." Jawab Rima, lalu memegang ujung sweater Bondan di sisi kanan dan kiri.
Bondan yang melihatnya pun hanya menggelengkan kepalanya pelan, kemudian ia menarik gas motor.
Ngengggggggg
Anggap saja bunyi motornya Ayah. 😆
"Pegangan! Nanti kamu jatuh" Balas Bondan sedikit berteriak, karena ia fokus menyetir motornya.
"Tidak mau!" Tolak Rima.
Dasar keras kepala. Batin Bondan kesal, dan dengan terpaksa Bondan memelankan laju motornya demi keselamatan wanita yang di boncengnya.
"Eh, kenapa pelan sekali?" Tanya Rima, heran.
"Demi keselamatan." Ketus Bondan, menahan kesal sejak tadi.
"Tapi kalau jalannya mirip keong begini kapan sampainya?!" Ucap Rima, memukul pundak Bondan sedikit keras.
"Cerewet!! Makanya pegangan biar kita cepat sampai." Balas Bondan, kesal dan sedikit menolehkan wajahnya kebelakang.
__ADS_1
"Ih, Modus 'kan kamu!" Tuduh Rima.
"Kamu kali yang modus, pengen lama-lama jalan sama aku maka dari itu kamu tidak mau berpegangan." Bondan membalikkan ucapan Rima.
"Yeh, PD amat ya! Kayak ganteng saja." Balas Rima.
"Kenyataanya memang aku ganteng." Ucap Bondan, dengan tingkat percaya diri yang tinggi. Rima yang mendengarkan ucapan Bondan hanya menggelengkan kepalanya berulang kali.
Motor yang di kendarai Bondan melaju dengan kecepatan yang sangat pelan, dan hal itu membuat Rima mendengus kesal.
"Ayo dong cepetan!!" Keluh Rima, sembari memegangi pinggangnya yang sudah terasa sangat pegal.
"Pegangan dulu." Jawab Bondan, kekeh. Membuat Rima mendengus kesal dan mau tidak mau ia menuruti permintaan pria itu dari pada harus berlama-lama dengan Bondan.
Grep
Rima melingkarkan tangannya di perut Bondan dengan erat.
"Sudah puas!!" Sungut Rima.
"Puas banget, nah begitu dong baru cantik." Jawab Bondan tergelak, sembari mengelus tangan Rima yang melingkar di perutnya.
"Jangan macam-macam, Bon!" Kesal Rima, saat merasakan tangannya di usap halus oleh Bondan.
"Cuma satu macam saja, kita jalan-jalan malam sambil bernostalgia." Ucap Bondan tersenyum senang, dan Rima hanya pasrah saja menuruti permintaan pria itu.
"Ingat umur! Umurku sudah 52 tahun, sudah tua dan tidak pantas jika berperilaku seperti ABG." Ucap Rima, ingin menarik tangannya namun di tahan oleh Bondan.
"Bon!!" Kesal Rima.
Kayak ABG mereka tuh, aku jadi malu sendiri ngebayanginnya. ☺
__ADS_1
Kasih dukungan semampu kalian yak.. 😘😘