Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Halal itu lebih nikmat!


__ADS_3

Emanuel menggendong istrinya menuju kamar lalu ia merebahkan Fika diatas tempat tidur dengan perlahan. "Sudah sore, dan waktunya kamu istirahat. Aku rasa tubuhmu sangat lelah bukan?" ucap Ema, lalu mengecup kening istrinya dengan mesra dan menyelimuti tubuh istrinya.


Fika mengernyit heran dengan sikap suaminya. "Bukannya kamu ingin pipis enak?" tanya Fika, lalu mendudukan dirinya dan menatap suaminya dengan penuh keheranan.


"Tentu saja mau, tapi aku tidak ingin jika tanganmu ini kelelahan, aku bisa menahannya," ucap Ema, lalu menarik tangan kanan Fika dan mencium punggung tangan itu dengan lembut.


Perlakuan Ema membuat hati Fika berbunga dan juga bahagia, bahkan wajahnya kini terlihat memerah.


Ah, sweet banget sih kamu, jadi pengen ngurung kamu di dalam kamar terus. Batin Fika meronta.


"Sekarang kamu istirahat ya, karena aku harus mengantarkan Mami pulang," ucap Ema lagi, lalu mencium seluruh wajah istrinya dengan penuh cinta.


"Iya sayang," jawab Fika patuh, tersenyum malu dan merebahkan dirinya diatas tempat tidur.


Ema tersenyum, lalu ia membetulkan bantal dan selimut yang dikenakan Fika, agar istrinya itu istirahat dengan nyaman.


"Aku pergi dulu." Sekali lagi Ema mengecup bibir istrinya itu dengan lembut. Kemudian ia mulai beranjak dan keluar dari kamarnya.


Ema tersenyum kemenangan ketika ia keluar dari kamarnya, sedangkan Fika yang tadinya tersipu malu karena di perlakukan manis dan romantis oleh suaminya, kini berjengit kaget. "Astaga! kenapa aku jadi terlena begini? Ah gagal deh menahan Nue disini," gerutu Fika, menepuk keningnya dan memukul guling yang ada di sampingnya berulang kali.


Suamimu ini tidak mudah untuk ditipu sayang, maaf kamu kurang beruntung. Batin Ema tersenyum puas, sembari melangkahkan kakinya menuju kamar Rima.

__ADS_1


*


*


*


*


Rima melepaskan pelukkannya, kemudian ia berbisik di dekat telinga Bondan. "Satu Ronde tidak apa-apa, tapi lakukan dengan cepat."


Bondan yang mendengar bisikan itu pun, langsung berbinar dan menegang, kemudian ia langsung menyambar bibir Rima dengan sangat rakus.


"Lima menit aku akan melakukannya lima menit," jawab Bondan terengah, saat ia melepaskan ciuman itu sesaat kemudian ia melahap bibir manis itu dengan rakusnya.


Wajah Bondan semakin memerah dan nafasnya memburu, ketika melihat keindahan yang tersembunyi di sela paha istrinya itu. Sedangkan Rima sudah memejamkan matanya dan bersiap untuk menerima serangan dari suaminya.


Bondan mulai memposisikan dirinya, dan mulai mengarahkan Rajawali menuju sarang hangatnya. Tanpa melakukan pemanasan, Rajawali itu langsung masuk dengan sekali hentakkan, membuat si pemilik sarang memekik kesakitan.


"I'm sorry,' ucap Bondan, lalu mellumat bibir istrinya dengan lembut. Dan ia mulai menghentakan pinggulnya dengan cepat.


"Ogh," racau Rima, ketika Bondan terus menghujamnya dengan kasar. Rasa sakit yang baru saja mendera kini tergantikan denggan rasa nikmat yang luar biasa.

__ADS_1


"Bon, ugh."


"Yeah sayang," sahut Bondan, lalu menciumi leher Rima dengan rakus, dan tempo gerakan di bawah sana semakin cepat dan membuat Rima terus mendessah tidak karuan.


Keduanya itu memanfaatkan waktu yang ada, sebelum menjalani hukuman dari Emanuel.


Halal itu lebih nikmat. Batin Bondan, di sela aktifitasnya.


Ah, ini hal yang ternikmat yang pernah aku rasakan. Rima berkata di dalam hati.


Tok


Tok


Tok


"Mami! Ayah!! Waktu kalian sudah lebih dari lima menit!" teriak Ema, sembari mengetuk pintu kamar berulang kali.


"Sia!" umpat Bondan.


Cuacanya panas jadi tambah panas, ditambah lagi ada yang ketuk pintu, tambah tegang dah tuh,🤣

__ADS_1


Emak ngetiknya sampai tahan nafas,,☺


Kasih dukungannya ya, dengan cara like, vote, komentar, dan kasih gift semampu kalian ya,,😚


__ADS_2