
Waktu sudah sore hari, anak kecil yang bernama Arjuna itu sejak tadi berdiri di ambang pintu menanti kedatangan sang Opa. Sepertinya Arjuna sudah tidak sabar untuk berlatih boxing dengan Bondan.
"Oma, kenapa Opa lama sekali?" tanya Arjuna, sembari memanyunkan bibirnya.
"Sabar, sebentar lagi Opa pulang," jawab Rima, dari ruang keluarga. Ia memperhatikan cucunya dari sofa yang ada ruangan itu dan ia juga sesekali menggelengkan kepalanya, melihat tingkah cucunya yang sangat antusias.
"Nah, itu Opa," seru Rima, saat melihat motor Bondan memasuki halaman rumah. Lalu ia beranjak dan berdiri di ambang pintu untuk menyambut suaminya.
"Yei, Opa pulang!" Arjuna bersorak senang, lalu berlari menghampiri Bondan yang sedang memarkirkan Motor gedenya. Ya, Bondan mengganti motor RX kingnya dengan Motor Gede atau yang biasa disebut MoGe.
Bondan melepaskan helmnya seraya tersenyum hangat kepada Arjuna yang menyambut kepulangannya.
Anggap aja lagi dihalaman rumah, 🤣
"Jangan kesini, mesin motornya panas," cegah Bondan, saat melihat Arjuna ingin mendekatinya.
Arjuna menghentikan langkahnya dan mengangguk patuh.
"Akhirnya Opa pulang, ayo kita berlatih Boxing," ucap Arjuna antusia, dan merentangkan kedua tangannya berharap di gendong oleh Bondan.
Hap
Bondan menundukan badannya lalu meraih tubuh kecil cucunya ke gendongannya.
__ADS_1
"Kamu menunggu Opa?" tanya Bondan, tersenyum dan menciumi wajah tampan cucunya itu.
"Sejak tadi siang ribut terus," sahut Rima, lalu mencium punggung tangan Bondan, kemudian membantu melepaskan jaket yang melekat di tubuh suaminya itu.
"Terimakasih," ucap Bondan, lalu mengecup kening Rima sesaat.
"Iya, sama-sama," jawab Rima, lalu membawa jaket Bondan ke belakang dan tidak berselang lama ia kembali lagi keruang keluarga sembari membawa sebotol air dingin untuk Suaminya.
"Kenapa tidak menghubungiku?" tanya Bondan, kepada Rima. Lalu ia meraih botol berisi air dingin itu dan meminumnya hingga habis tak tersisa.
"Karena Opa sedang bekerja cari uang untuk beli jajan Arjuna," jawab Arjuna, di pangkuan Bondan.
Ucapan Arjuna, tentu saja membuat dua orang dewasa itu tergelak keras, karena merasa gemas dengan tingkah cucunya itu.
"Ya, sudah ayo kita berlatih Boxing," ajak Bondan, masih menyisakan tawa.
"Ya, maka dari itu Juna harus berlatih keras," jawab Bondan, berjalan menuju ruang latihannya sambil menggendong Arjuna.
"Baik, Bos!" jawab Arjuna, memberikan hormat kepada Bondan.
*
*
Bondan dan Rima sudah berada didalam mobil untuk mengantarkan cucunya pulang kerumah.
__ADS_1
"Bagaimana tadi latihannya?" tanya Rima, mengelus rambut Arjuna yang duduk di pangkuannya.
"Capek Oma," jawab Arjuna, tersenyum.
"Bakatnya sudah terlihat sejak dini," ucap Bondan, menatap cucunya yang sedang memainkan ponsel.
"Ya itu karena kamu mengajarkannya terlalu dini!" sahut Rima kesal. Karena sebenarnya ia tidak setuju jika Arjuna berlatih tinju.
Bondan terdiam, lalu menginjak pedal gas mobilnya, menuju rumah anaknya. Karena jika dirinya menyahut ucapan istrinya maka akan berbuntut panjang.
Tidak berselang lama, mereka sudah sampai rumah Arjuna, di depan rumag sudah ada Ema dan Fika yang menyambut kedatangan mereka.
"Mama .. Papa ..," seru Arjuna, ketika sudah keluar dari dalam mobil, berlari lalu memeluk kaki Papanya. Kemudian Ema menggendong Arjuna dan menciumi wajah Arjuna karena sangat merindukan anaknya itu.
"Mama nggak di peluk?" tanya Fika, pura-pura marah.
"Peluk dong, kangen sama Mama," jawab Arjuna, lalu beralih ke gendongan Fika. Kemudian keluarga kecil itu masuk kedalam rumah.
"Kita rencananya mau liburan," ucap Ema, kepada Bondan dan Rima.
"Liburan kemana?" tanya Rima.
"Yang dekat saja, pulau seribu." Fika yang menjawab. "Kalian ikut ya, sekalian bulan madu, hi hi hi," lanjut Fika, tertawa cekikikan.
"Iya atur saja," jawab Bondan, tersenyum melirik istrinya.
__ADS_1
Satu Bab lagi beneran tamat loh, kok aku berasa nggak rela ya, 🤧
Mau ditambahin nggak nih?