
Pagi hari telah tiba dan waktu sudah menunjukan jam 7 pagi, akan tetapi dua manusia yang sedang tidur dan berpelukan di balik selimut tebal itu belum menunjukan pergerakan, mungkin masih merasa lelah dan mengantuk karena keduanya itu baru selesai menuntaskan hasratnya hingga menjelang subuh. Sedangkan balita yang ada di dalam tempat tidurnya sendiri itu pun sedang bermain dengan mobil-mobilannya dengan anteng dan sesekali melirik kedua orang tuanya masih tidur.
"Maaaaa," panggil Arjuna, sembari mengetuk-ngetukan mobilnya di pembatas tempat tidurnya, seolah sedang membangunkan ibunya.
Fika tersentak kaget, ia melepaskan belitan tangan suaminya dan mendudukan diri sembari memegangi selimutnya karena saat ini dirinya setengah polos hanya memakai penutup dua bukit kembarnya.
"Astaga," gumam Fika, menatap putranya yang sudah bangun dan terlihat sekali jika wajah putranya itu akan menangis.
"Maafkan Mama, Nak." Fika memakai jubah tidurnya tanpa mengenakan underwearnya lalu ia segera beranjak, menggendong putranya dan membawa putranya ke kamar mandi karena putranya saat ini sedang mengeluarkan amunisi, sekaligus ia memandikan Juna.
Tidak berselang lama Fika sudah selesai memandikan Arjuna dan memakaikannya pakaian kepada putranya, setelah itu ia membangunkan suaminya.
"Pa, bangun, jagain Juna dulu." Fika menepuk tangan Ema agar cepat bangun.
"Hem?" Ema membuka mata dan tersenyum saat melihat istri dan anaknya ada di dekatnya.
__ADS_1
"Ya, ini sudah bangun," jawab Ema, tersenyum manis. Lalu mendudukan diri dan mengambil alih Arjuna, sedangkan Fika berjalan keluar kamar untuk memanaskan Asi untuk Arjuna.
Lalu Ema menggendong Arjuna menuju balkon kamar untuk menikmati udara pagi.
"Kok kamu di balkon pakai boxer saja? Nanti kalau ada yang lihat bagaimana?" gerutu Fika, yang memasuki kamar sembari membawa sebotol susu untuk anaknya.
"Nggak ada yang melihat, sayang." Ema terkekeh geli, sembari menerima botol susu dari istrinya dan memberikannya kepada Arjuna.
"Masuk! Aku tidak mau tubuh kamu dilihat sama orang lain!" ketus Fika, lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Iya," jawab Ema patuh, memasuki kamarnya lagi, lalu merebahkan putranya diatas tempat tidur, putranya itu sedang sibuk menyedot makanannya dengan kuat hingga tersedak.
*
*
*
__ADS_1
Disisi lain Rima sedang bersiap untuk kerumah cucunya.
"Siangan saja kesananya, sekalian bareng pas aku mau ke bengkel," rajuk Bondan, memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Jangan manja, memangnya tadi malam masih kurang apa? Pakai celanamu, Bon!" ucap Rima, sembari menyusun rantang berisi makanan yang akan ia bawa kerumah Ema.
"Kurang banyak," ucap Bondan manja, sembari menggesekkan Rajawali yang sudah menegang ke bokong Rima.
"Heran deh, nggak ada puasnya sama sekali sih? Apa kamu minum obat kuat ya?" tanya Rima, menggeleng pelan dan ia tetap melanjutkan aktifitasnya tanpa memperdulikan suaminya yang merengek ingin minta tambah lagi.
"Aku tidak pernah minum obat seperti itu! Jadi ayo kita lakukan lagi," ucap Bondan semangat, lalu menaikan dress Rima dan menurunkan Underwear Rima sampai sebatas lutut, dan ia pun langsung menusukkan kepala rajawali kedalam sarangnya.
"Eumm Bon," desah Rima, ketika Rajawali sudah melesak masuk kedalam sarangnya. Dan kedua tangannya bertumpu di pinggiran meja makan.
"Enak bukan?" tanya Bondan, memaju mundurkan pinggangnya.
"Iya, enak banget." Rima terus meracau dan mendesaah seiring hentakan yang di berikan oleh Bondan dari belakang. Dan suhu di ruang makan itu menjadi sangat panas dan desahaan dan lenguhan terus terdengar hingga keduanya mencapai pelepasan bersama.
__ADS_1
Panas banget ya,hari ini?🔥🔥🔥🤣
Makasih atas dukungan yang kalian berikan, love kalian semua❤❤🥰