Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Rambutnya lebat!


__ADS_3

"Nue, perutku sakit lagi!" Fika meringis kesakitan, sembari mengelus perutnya yang terasa kencang. Ema sangat cemas, kemudian ia ikut menngelus perut istrinya. "Jangan-jangan kamu mau melahirkan?" tanya Ema, dengan wajah yang terlihat pucat pasi.


"Tapi, kata Dokter HPLnya satu bulan lagi," ucap Fika, masih menahan sakit yang mendera.


"Siapa tahu, Junior sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kita," ucap Ema, berusaha untuk tetap tenang, lalu ia mengangkat tubuh istrinya keluar dari kamar mandi dan mendudukannya di tepi tempat tidur. "Baju bayinya mana?" tanya Ema.


"Kita belum belanja," jawab Fika, membuat Ema meraup wajahnya dengan kasar.


Rencananya Ema dan Fika akan belanja pakaian bayinya besok pagi, tapi mereka tidak tahu jika Fika akan melahirkan secepat ini.


Tanpa banyak kata, Ema langsung menyambar kunci mobil, dompet dan juga ponselnya. Setelah itu ia menggendong istrinya lagi dan membawanya kerumah sakit.


"Den, Neng Fika kenapa?" tanya Bibik, yang sedang menyapu halaman depan.


"Mau melahirkan Bi, tolong buka pintu mobilnya," ucap Ema.


"Astaga! Ya Den," Bibi langsung membuang sapu yang di pegangnya, lalu mambantu majikannya membukakan pintu mobil.


"Bibi dirumah saja, sekalian siapkan pakaian istriku dan juga hubungi Ayah dan Mami. Doa kan ya Bi, semoga persalinan istriku lancar," ucap Ema, setelah itu ia memasuki mobil dan melajukannya kerumah sakit.


"Iya, Den. Semoga Neng Fika lahirannya lancar dan selamat semuanya, amin," Doa Bibik, kemudian ia segera memasuki rumah dan mengerjakan apa yang di minta oleh Emanuel.

__ADS_1


*


*


*


*


Sampai dirumah sakit Fika langsung di tangani oleh Ricky dan juga tim medisnya.


Ricky awalnya terkejut, saat melihat Ema dan Fika kembali lagi kerumah sakit, namun ia dan tim medisnya segera menangani Fika. Setelah di periksa ternyata jalan lahir sudah pembukaan sempurna dan Fika segera di bawa keruang bersalin. Ema dengan setiap menemani istrinya.


"Kamu kuat sayang," ucap Ema, mengecup kening Fika dengan dalam dan terus mengucapkan kata-kata cinta agar istrinya itu bisa melewati semua ini. Dan kedua tangannya menggenggam tangan istrinya dengan kuat.


"Ky! Kamu mau apa?" tanya Ema, saat Ricky membuka kedua kaki Fika dengan lebar.


"Mau bantu istri kamu melahirkan!" jawab Ricky.


"Enak saja! Punyaku tuh! Mau kamu obok-obok!" kesal Ema. ia tidak terima jika milik istrinya di lihat oleh orang lain.


"Aku sudah hafal dari segala bentuk milik wanita dari yang besar, sampai yang kecil dan dari yang rimbun sampai yang botak!"

__ADS_1


"Kampret! Dasar dokter cabul!" maki Ema dengan perasaan kesal.


Fika yang sedang merasakan kontraksi pun malah bertambah sakit ketika mendengar kedua pria irtu berdebat. "Bisa stop tidak kalian ini, aduhh sakitt! Dokter sepertinya anak saya sudah akan mau keluar," ucap Fika, sembari mengejan karena bayinya di dalam sana sudah mulai mendorong.


"Tapi, sayang—"


"Diam! Kamu nggak tahu rasa sakitnya ini!" kesal Fika kepada suaminya,karena disaat genting seperti ini masih mengajak berdebat. "Biarkan dokter Ricky menjalankan tugasnya," ucap Fika, sembari mencengkram tangan suaminya, karena bayinya mendorong lagi dari dalam dan ia pun ikut mengejan.


Ema akhirnya diam dan mengijinkan Ricky menangani istrinya. Bukan tanpa sebab Ricky membantu Fika bersalin, karena dokter kandungan lainnya sedang menangani pasien lain yang juga akan melahirkan.


Setelah mendapat ijin, Ricky langsung bertindak cepat.


"Wah, rambutnya lebat!" celetuk Ricky.


Apanya yang lebat, Ky?? 🤣


Like!


Komentar!


Vote!

__ADS_1


Kasih Gift semampunya aja😚


__ADS_2