
Setelah mendapat ijin, Ricky langsung bertindak cepat.
"Wah, rambutnya lebat!" celetuk Ricky, saat melihat kepala bayi tersembul keluar dari jalannya.
"Hei!! Ngomong apa kamu!" sentak Ema, ingin beranjak namun tangannya di cengkram oleh Fika.
"Nue!! Sakit!! huh ... huh ... huh ..." teriak Fika, sembari menarik nafas dan menghembuskan nafasnya dari mulut dan ia melakukannya berulang kali.
"Dasar gila! Yang aku maksud rambut bayimu sudah kelihatan, Bodoh!" umpat Ricky dengan kesal. "Ayo, adek manis, lanjutkan perjuanganmu dua atau tiga dorongan lagi Junior akan melihat dunia," Ricky memberi semangat untuk Fika.
"Awas kamu ya!" Umpat Ema, pelan namun masih terdengar oleh Fika.
"Bisa diam tidak! Ahh sakitt!!" teriak Fika lagi, namun kali ini ia menarik tangan Suaminya dan langsung menggigitnya, hingga membuat Ema memekikk kesakitan.
"Arghh, sayang sakit!" Ema mengibaskan tangannya yang berdenyut nyeri, sedangkan Ricky tersenyum puas di balik masker yang ia gunakan.
"Rasakan! Itu belum seberapa dengan yang aku rasakan!" kesal Fika, sembari mengejan dan matanya melotot kearah suaminya.
"Ya, tapi jangan menggigitku juga, Yank!"
"Dan setelah aku sembuh, jangan harap burung elangmu itu bisa masuk kedalam sangkarnya."
Ngek
__ADS_1
Ema langsung terdiam, mati kutu. Namun hanya sesaat, kemudian ia menyerahkan lengannya di depan mulut Fika.
"Silahkan, gigit sepuasmu, aku ikhlas," ucap Ema, tersenyum kecut.
Ruang bersalin biasanya terasa tegang namun kali ini terasa berwarna dan lucu karena tingkah ketiga orang itu terus berdebat. Bahkan Tim medis yang membantu Ricky pun sampai tidak kuasa menahan tawanya.
"Baiklah!" ucap Fika, kemudian ia menggigit lengan suaminya dengan keras, bersamaan ia mengejan panjang, bahkan ia sampai menitihkan air matanya lantaran Fika merasakan sakit yang sangat luar biasa.
Ema berteriak keras, bersamaan dengan suara tangis bayi yang menggema di seluruh ruangan itu.
Owekkk .. Owekkk ..Owekk ...
Ema langsung terdiam, mendengarkan suara tangis bayi itu yang terdengar indah di pendengarannya. Dan ia tersadar jika anaknya sudah lahir dan tanpa terasa air matanya mengelir deras di pipinya, begitu pula dengan Fika yang menangis terisak.
Fika mengangguk pelan, karena badannya sangat lemas dan juga lelah. Benar yang dikatakan Ricky, jika rasa sakitnya ia rasakan akan sirna, ketika melihat bayinya lahir dengan selamat.
Kemudian Ema mengecupi seluruh wajah istrinya dengan bahagia dan juga terharu karena istrinya melahirkan dengan selamat dan juga bayinya lahir tanpa kekurangan apapun. Juga statusnya kini berganti menjadi orang tua, sebuah pencapaian yang sangat luar biasa di sepanjang perjalanan hidupnya.
*
*
*
__ADS_1
Setelah bayi itu lahir, Ricky segera memerintahkan salah satu Tim medisnya untuk membersihkan bayi tersebut. Sedangkan Ricky sendiri menyelesaikan tugasnya yaitu membersihkan rahim Fika dan sedikit menjahir jalan lahir itu yang sedikit robek.
"Ky! Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Ema.
"Merapikan sesuatu yang robek," jawab Ricky ketus, dan terdengar ambigu hingga membuat Ema menggeram kesal.
"Maksudnya apa?!"
"Sayang, aku lelah. Bisakah kalian ini diam dan Dokter Ricky cepat selesaikan tugasmu, karena aku ingin segera istirahat," ucap Fika, pelan dan memejamkan matanya, karena tubuhnya benar-benar lelah.
"Baiklah, adek manis," ucap Ricky, melanjutkan tuganya.
"Ky!"
"Apa lagi?" tanya Ricky.
"Sisakan sedikit untukku," pinta Ema.
"Hah?!"
Apanya sih bang Nue? jadi Fiktor aku tuh😆🤣
Kasih likenya dunk jangan lupa, mengesedih akutuh🤧
__ADS_1
Dan emak ucapkan banyak terimakasih kepada kalian semua, yang selalu mendukung karya Emak. Pokokke kalian paling jos kotos-kotos, love you kalian semua sekebun sawit,,🥰❤