Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Ekstra part 12 (END)


__ADS_3

Ketika kamu mencintai seseorang maka cintailah orang itu apa adanya, cintai dia dengan segala kekurangannya bukan karena kelebihannya. Seperti Fika yang mencintai Emanuel dengan segala ketulusannya. Tidak peduli banyak cibiran yang sering membuat telinga pedas, karena ia menikahi pria gemulai.


Di pagi yang cerah itu, Fika dan Ema berjalan bergandengan tangan menuju ruang praktek Dokter Ricky yang ada di rumah sakit ternama di kota tersbeut. Bibir Fika dan Ema melengkung indah sejak tadi, keduanya bahkan terus melemparkan senyuman. "Kamu bahagia?" tanya Ema, tersenyum manis menatap istrinya.


"Sangat, aku sudah tidak sabar ingin melihatnya," jawab Fika, membalas senyuman suaminya.


"Sabar sebentar lagi, kita akan bertemu dengannya," ucap Ema, melepaskan genggaman tangannya lalu mengusap perut istrinya dengan sangat lembut.


Fika sudah hampir tiga bulan tidak mendapatkan tamu bulanannya, semenjak ia pulang liburan dari pulau seribu. Dan tadi pagi Fika memberanikan diri untuk melakukan tes kehamilan menggunakan tespeck dan ternyata hasilnya positif. Tentu saja hal tersebut membuatnya terharu, karena ia di beri kepercayaan lagi oleh Tuhan. Bukan hanya dirinya saja, namun suami dan kedua orang tuanya juga sangat bahagia. Kecuali Arjuna, yang tampak cemberut karena takut tersisihkan.


*


*


*


Ricky menyambut pasiennya dengan dengan wajah yang berseri-seri. "Hem, made in Pulau seribu, kenapa aku merasa dejavu ya? Dulu Devan dan Raya pun sama seperti kalian," ucap Ricky menyipikan matanya menatap Eam sembari terkekeh pelan.


"Ya dong! Biarpun sampulnya gemulai tapi topcer, ya nggak?" Ema menaik turunkan alisnya, tatapan matanya seperti mengejek pria yang memakai Jas putih dengan steteskop yang menggantung di lehernya.


"Huh!" Ricky mendengus kesal, lalu memalingkan wajahnya. "Dasar kampret!" umpat Ricky sangat pelan, dan tidak terdengar oleh pasangan suami istri yang duduk di hadapannya.


"Dah lah! Ayo kita periksa istimu! Agar kau cepat pergi dari sini!" sungut Ricky, lalu memerintahkan asistennya untuk meuntun Fika ke arah tempat tidur pasien.


'"Cie!! Marah nieeh." Ema semakin meledek Ricky.


"Sayang!" tegur Fika, agar suaminya itu berhenti meledek Ricky.


"Cih! Suami takut istri!" cibir Ricky, sembari berjalan menuju arah tempat tidur pasien dimana Fika sudah berada disana.


"Hei! Mau apa?! Biarkan Suster saja yang memeriksa istriku!" seru Ema sekaligus mencegah Ricky yang akan meletakkan alat USG ke perut istrinya.


"Dasar posesif! Aku bahkan sudah pernah melihat yang lebih WOW dari perut istrimu!" balas Ricky membuat Fika dan Ema melotot horor. Ingatan mereka kembali ke lima tahun yang lalu dimana Arjuna akan lahir.


"Ya!! Dokter cabul!" umpat Fika, ingin menandang Ricky yang duduk di bawah kakinya, namun niatnya itu di urungkan.


"Ish, kalian ini serius sekali!" ketus Ricky. "Aku hanya bercanda! Lagian suamimu itu sangat menyebalkan!" lanjut Ricky, beranjak dari duduknya dan memepersilahkan Asistennya menggantikannya untuk memeriksa Fika.


"Hem, kecebongmu sudah berubah menjadi berudu. Wah selamat ya," ucap Ricky, menatap layar USG yang ada di dekatnya. Ia turut merasakan kebahagiaan.


"Terimakasih, Ciky krenyes," jawab Ema, membuat Ricky berdecak kesal.


Ema memperhatikan layar USG tersebut dengan penuh haru, begitu pula dengan Fika merasakan hal yang sama.

__ADS_1


"Kalau dilihat dari ukuran janinnya, baru berusia 6 minggu," jelas Ricky. "Janinnya kuat dan aku rasa kalian sudah berpengalaman tentang kehamilan, jadi aku tidak perlu menjelaskannya panjang lebar. Aku akan memberikan resep vitamin saja," jelas Ricky lagi, lalu berjalan menuju tempat duduknya dan mulai menuliskan resep Vitamim untuk pasiennya.


"Apa ada keluhan? Mual atau muntah?" tanya Ricky, kepada Fika yang sudah duduk di hadapannya.


"Aku tidak merasakan mual dan muntah, tapi Nue yang sepertinya merasakannya," jawab Fika, melirik suaminya yang duduk di sebelahnya.


"Oh, baguslah. Jadi dia bisa tahu bagaimana perjuangan orang hamil, jangan mau enaknya saja," jawab Ricky, terkekeh geli dan menatap Ema dengan tatapan mengolok.


"Aku suumpahi kamu, jadi Duren sawit selamanya!" ucap Ema.


"Eh, enak saja! Aku sebenar lagi akan melamar gadis SMA yang dulu aku kejar," jawab Ricky.


"Siapa?" tanya Fika, penasaran.


"Nadia," jawab Ricky.


"What!!!" pekik Fika dan Ema bersamaan. "Tapi, dia 'kanโ€”"


"Iya aku sudah tahu semuanya," potong Ricky, tersenyum manis. Fika dan Ema mengangguk saja dan mendoakan hubungan Ricky dan Nadia langgeng sampai ke jenjang pernikahan.


*


*


*


"Itulah yang namanya jodoh, seperti sebuah teka-teki, yang terpenting kita do'a kan saja semoga hubungan mereka langgeng," jawab Fika, sembari mengelus perutnya yang masih rata.


"Oh, kalian sudah pulang," ucap Rima, saat melihat anak dan menantunya memasuki rumah. "Bagaimana hasil pemeriksaannya?" tanya Rima, medudukan diri di sofa dan di ikuti oleh Fika.


"Juna mana, Mam?" tanya Ema.


"Ada di belakang, sama Opanya. Dari tadi cemberut dan bilang kalau nggak mau adik," ucap Rima, membuat Ema mendesah pelan, kemudian ia berjalan menuju halaman belakang.


Fika mengeluarkan hasil USG dari tasnya dan memperlihatkan kepada ibu mertuanya. "Ouhh, ini cucuku? Ih gemesnya," ucap Rima sangat bahagia, sembari memeluk foto USG tersebut.


"Iya masih kecil, Mam," jawab Fika, tersenyum bahagia.


Tidak berselang lama, Ema datang sambil menggendong putranya yang sedang merajuk.


"Mama dan Papa sudah nggak sayang lagi sama, Juna, Huh!" rajuk Arjuna, memalingkan wajahnya dengan sebal.


"Loh, kok gitu ngomongnya?" tanya Fika, lalu mengambil alih Arjuna ke pangkuannya.

__ADS_1


"Kan Juna sudah besar, apa Juna nggak ingin seperti teman-teman yang sudah mempunyai adik?" tanya Fika dengan lembut, sembari mengusap rambut putranya perlahan.


Fika dan Ema mengerti kalau putranya itu takut jika kasih sayangnya akan terbagi dua. "Mau, tapi adiknya harus perempuan," jawab Juna.


"Opa request laki-laki, loh," sahut Bondan yang baru datang.


"Ayah!" kesal Fika, karena Bondan selalu mengompori Arjuna.


Sedangkan Bondan tergelak keras, namun langsung terdiam saat mendapat cubitan keras dari istrinya.


*


*


*


"Nah coba lihat foto USG ini, yang bulatan kecil itu adik Juna," ucap Fika, memberikan pengertian kepada putranya.


"Kok kecil, Ma? Seperti kacang. Apa adik Juna ini perempuan?" tanya Arjuna, memperlihatkan wajah polosnya yang sangat menggemaskan.


"Sayangnya, Mama. Mau laki-laki atau perempuan itu sama saja. Dan kasih sayang Papa dan Mama tidak akan berkurang sedikit pun untuk kamu. Mama dan Papa akan selalu sayang Juna dan Adik," jelas Fika, menoel hidung mancung putranya.


Arjuna mendundukan kepalanya, lalu memeluk Fika dengan erat. "Juna, minta maaf," ucap Arjuna, terdengar tidak jelas, karena ia menenggelamkan wajahnya di dada Fika.


Keempat orang dewasa yang ada ruang tamu tersebut sangat terharu dan bahagia karena Arjuna sudah mau mengerti.


"Minta maaf kenapa? Juna tidak salah," jawab Ema, tersenyum lalu mengangkat tubuh putranya dan membawanya berputar-putar di ruang tamu itu.


Arjuna tergelak keras sembari berteriak. "Aku mau punya adik, Yeii." seru Arjuna, sambil tertawa bahagia.


Fika, Bondan, dan Rima menatap Ayah dan anak itu yang sedang berlari berputar mengelilingi ruang tamu dengan tatapan yang hangat dan penuh kebahagiaan.


Kalian akan selalu dapatkan cinta di tengah keluarga, cinta tanpa syarat, cinta yang menerima kalian apa adanya. Batin Fika, menatap suami dan anaknya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Sembari mengusap perutnya yang masih rata.


...๐ŸŒน๐ŸŒน THE END๐ŸŒน๐ŸŒน...


Yuhuu sudah Tamat lagi aja ya,,, Hiks sedih pisah sama Nuefik dan RiBon.


Emak ucapkan banyak terimakasih kepada kalian semua karena sudah mendukung karya Emak yang super gesrek ini, jika ada salah kata di setiap tulisan emak. Emak mengucapkan minta maaf.๐Ÿ™


Sekali lagi Emak terimakasih kepada kalian semuanya, para anak-anak onlenku yang baik hati yang tidak sombong. Semoga kalian semua selalu di beri kesehatan sama Allah dan di lindungi dimana pun kalian berada, juga di lancarkan rejekinya, aminnn.๐Ÿ™


See You.... Di Oh! My bodyguard๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2