Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Ekstra part 2


__ADS_3

Malam hari telah tiba.


Emanuel menggendong putranya sambil membisikan mantra di dekat telinga Arjuna.


"Cepet bobok ya, sayang. Papa sama Mama mau main kelereng jadi jangan rewel ya," bisik Ema, sangat pelan, karena ia takut terdengar oleh istrinya.


Arjuna tersenyum dan menjulurkan lidahnya, seolah meledek ayahnya.


Melihat respon putranya, membuat Ema berdecak dengan kesal dan juga gemas dengan tingkah lucu Arjuna. Kemudian ia menguyel-uyel pipi Arjuna dan beralih ke perut kecil itu dengan gemas, hingga membuat Arjuna tidak berhenti tertawa.


"Papa, Arjuna, sudah malam dan waktunya bobok," tegur Fika, yang sudah merebahkan diri diatas tempat tidur.


"Iya Mama," jawab Ema, menirukan suara anak kecil.


Kemudian Ema merebahkan putranya di tengah tempat tidur lalu memeluk tubuh mungil itu dengan hangat. Arjuna bukannya tidur malah mencolok lubang hidung Ayahnya dengan jari tangannya lalu menarik telinga Ema dengan kuat.


"Sayang tidak boleh nakal sama, Papa, ya." Fika menarik tangan putranya dengan lembut.


Arjuna merengek dan menangis, karena ibunya telah merusak kesenangannya.


"Kamu membuatnya menangis, Yank!" kesal Ema, paling tidak bisa jika melihat putranya menangis.


"Nanti menjadi kebiasaan, dan itu tidak sopan!" jawab Fika.

__ADS_1


"Tapi aku tidak masalah, yang penting dia bahagia, walaupun aku harus merasa kesakitan," balas Ema, lalu menggendong Arjuna keluar kamar.


"Ya, ampun. Papa, hatimu lembut sekali," gumam Fika, ketika melihat suaminya merajuk dan keluar dari kamar.


*


*


*


Fika melenguh dalam tidurnya, ia merasakan ada sesuatu di bawah sana bergerak lembut. Perlahan ia membuka matanya dan betapa terkejutnya dia saat melihat ada kepala manusia berada ditengah pahanya.


"Nue! Ah," pekik Fika tertahan, ketika melihat suaminya sedang asik memainkan bagian intinya dengan lidah dan juga jari.


"Ah." Fika mendesaah dan meremat rambut suaminya lalu ia membuka pahanya dengan lebar lagi agar Ema lebih leluasa memainkan bagian intinya.


"Ar ah juna ahh mana?" tanya Fika dengan susah payah.


"Sudah tidur," jawab Ema, menegakkan tubuhnya. namun tangannya masih bermain di bagian inti istrinya, membuat Fika semakin kelojotan.


Fika menoleh kesamping kanan, dimana Arjuna sudah terlelap di atas tempat tidur bayi.


"Nue, aku mau pipis." Fika mengerang panjang, saat gelombang kenikmatan itu menghantamnya.

__ADS_1


Ema tersenyum lalu menarik jarinya dari sana, kemudian ia mulai menindih tubuh Fika yang setengah polos, lalu ia mencium bibir Fika tanpa ampun dan salah satu tangannya menuntun burung elang menuju sarangnya yang sudah banjir.


"Argghh," dessah keduanya ketika burung elang sudah tertanam sempurna di dalam sana.


"Enak banget," racau Fika, menikmati setiap hentakan yang diberikan oleh Ema.


"Aku mencintaimu." Fika langsung mellumat bibir seksih suaminya itu dengan rakus.


"Aku juga sangat mencintaimu," balas Ema, saat ciuman itu terlepas.


Fika mendesah tertahan, ketika merasakan hujaman yang di berikan suaminya semakin cepat.


Ema merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa, walaupun istrinya melahirkan Arjuna dengan normal, akan tetapi milik istrinya masih terasa menggigit dan legit.


"Ah, sayang." Fika mencengkram lengan Ema dengan kuat, saat ia akan mencapai pelepasan lagi.


"Bersama sayang," ucap Ema, dan semakin mengehentakkan pinggulnya semakin cepat, hingga keduanya itu mencapai pelepasan bersama.


"Terimakasih, sayang," ucap Ema, lalu mengecup bibir istrinya berulang kali, lalu ia melepaskan penyatuannya dan menggulingkan badannya kesamping istrinya.


Hot ya sore-sorešŸ¤£šŸ¤£šŸ”„šŸ”„


Terimakasih sayang-sayangku, sudah mendukung emak gesrek ini.. Love kalian semuašŸ„°ā¤ā¤

__ADS_1


__ADS_2