Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Semutnya genit


__ADS_3

Fika mendorong dada bidang Ema saat ia merasa kehabisan nafas.


"Kamu kebiasaan." Keluh Fika, sembari menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.


Ema terkekeh pelan, sembari mengusap bibir istrinya yang terlihat basah dengan ibu jarinya.


"Habisnya bibir kamu bikin candu banget sih." Ucap Ema tersenyum manis, lalu mengecup bibir istrinya itu dengan singkat.


"Alasan, dasar tukang sosor!" Sungut Fika. "Kalau Ayah dan Mami melihat 'kan malu." Ucap Fika, mengerucutkan bibirnya kesal.


"Biar pada pengen." Jawab Ema tergelak, dan langsung mendapat mendapat pukulan dari Fika.


"Aww, sayang sakit." Keluh Ema, sembari memegang pundaknya yang baru saja di pukul oleh istrinya.


"Rasakan!! Lagian ngeselin!" Gerutu Fika, lalu beranjak dari duduknya dan berjalan menuju dapur untuk membantu ibu mertuanya memasak.


"Mami sama Ayah lagi apa?" Tanya Fika sedikit terkejut, saat ia memasuki dapur ia melihat Bondan tengah mengusap pipi Rima.


Bondan dan Rima yang mendengar suara Fika pun langsung menjauhkan diri dan salah tingkah.


"Ah, ini ada semut di pipi Mami mertuamu." Jawab Bondan, kamudian segera pergi dari sana.


Sedangkan Rima tersenyum canggung dan mengajak menantunya untuk membantunya memasak.


"Ayah tidak berbuat macam-macam 'kan, Mi?" Tanya Fika, sembari berjalan menghampiri ibu mertuanya.

__ADS_1


"Tidak, hanya saja tadi aku merasa ada yang gatal di pipiku jadi Ayahmu membantu melihatnya dan ternyata benar ada semut nakal." Jelas Rima, sembari mengusap pipinya.


"Oh, semutnya nakal ya." Balas Fika, menganggukan kepalanya berulang kali.


"Iya, semut jaman sekarang genit-genit." Jawab Rima terkekeh pelan.


Aneh, aneh banget. Pasti ada sesuatu diantara mereka. Batin Fika.


*


*


*


*


"Ayah, sebenarnya ada hubungan apa sama Mami?" Tanya Ema, penuh selidik.


"Hubungan antara besan." Jawab Bondan santai.


"Ck, bukan itu maksudku. Tapi, apakah Ayah mempunyai hubungan khusus dengan Mami?" Tanya Ema lagi, dengan nada sedikit kesal.


"Ngawur kamu!" Jawab Bondan lagi, dan menatap sinis menantunya.


"Ya, siapa tahu 'kan kalian CLBK." Ketus Ema, membuat Bondan yang awalnya bersender di sofa kini menegakkan punggungnya.

__ADS_1


"CLBK apa tuh?" Tanya Bondan, menatap Ema dengan serius.


"Cinta Lama Belum Kelar." Jawab Ema, tergelak.


"Kebanyakan nonton sinetron kamu!" Sungut Bondan, dan melemparkan bantal sofa ke arah menantunya, namun dengan cepat Ema menangkap bantal tersebut.


"Hih, kok sensitif sih?" Ledek Ema, masih tergelak keras.


"Tapi misalkan aku dan ibumu mempunyai hubungan khusus apa bisa bersatu?" Tanya Bondan.


"Apa?!" Ema langsung menghentikan tawanya saat mendengar ucapan Ayah mertuanya itu.


"Tidak, hanya bercanda, he he hee." Jawab Bondan di selingi dengan tawa garing.


"Tapi kalau Ayah dan Mami mempunyai sebuah hubungan khusus tentu saja tidak bersatu." Ucap Ema, membuat Bondan terdiam namun hanya sesaat.


"Ya, tentu saja hal itu tidak mungkin terjadi." Balas Bondan tersenyum kecut.


"Aku harap begitu, karena jika kalian bersatu lalu bagaimana hubunganku dengan Fika." Ucap Ema, menatap intens Ayah mertuanya.


"Ha ha ha, kamu ini ngomong apa sih. Bagaimana lukamu itu? Apa sudah baikkan?" Tanya Bondan, mengalihkan pembicaraan.


"Sudah sembuh kok, Yah." Jawab Ema tersenyum manis.


"Iya lah, sudah dapat obatnya sih. Nyosor terus!!" Sindir Bondan, membuat Ema tersenyum malu sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Ketahuan lagi deh." Gumam Ema, membuat Bondan mendengus kesal.


Kasih dukungannya ya jangan lupa😘😘


__ADS_2