Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Ekstra part 8


__ADS_3

Masih warning bacanya malam aja,😆


Disisi lain di tempat yang sama namun beda kamar, Bondan sedang melakukan pemanasan hingga membuat tubuh istrinya kelojotan dan mendessah tidak beraturan.


"Bon," racau Rima, ketika merasakan kenikmatan dari bagian intinya yang sedang di mainkan oleh Bondan dengan lidah dan juga jarinya.


Bondan masih terus melanjutkan aksinya, menyesap lembut daging kecil yang tumbuh dibagian atas inti istrinya.


"Ugh." Rima mengangkat bokongnya saat merasakan kenikmatan yang tiada terkira. Bondan langsung memegangi bokong istrinya dan menusukan lidahnya kedalam milik istrinya itu dan ia melakukaannya berulang kali, hingga membuat Riam mencapai pelepasan pertama.


"Hah .. hah." Dada Rima naik turun dan badannya terkulai lemas ketika ia mencapai pelepasan pertamanya.


"Enak bukan?" Bondan tersenyum mesum, lalu merangkak naik dan mulai menindih tubuh istrinya.


"Heum, enak," jawab Rima, nafasnya masih tersengal.


"Mau lebih enak lagi?" tanya Bondan dan Rima mengangguk tersenyum. Bondan membalas senyuman itu dengan lembut, kemudian ia memegang kepala Rajawali dan menuntunya masuk kedalam sangkarnya yang sudah banjir itu.


"Ugh, Bon!" pekik Rima saat rajawali itu melesak masuk kedalam sangkarnya dengan sekali hentakan. Bahkan ia sampai meremat sprei yang di bawah tangannya dengan kuat, rasa nikmat, sedikit ngilu, geli dan enak bercampur menjadi satu ketika rajawali raksasa itu memenuhi bagian intinya.

__ADS_1


"Owhh." Bondan mendongak sambil memejamkan matanya, menikmati pijatan yang menggigit di bawah sana. "Kenapa rasanya tidak pernah berubah? Ini sangat nikmat," racau Bondan, sembari menggerakan pinggulnya maju mudur dan naik turun.


"Rajin dirawat, biar kamu puas dan tidak jajan di luar," jawab Rima, dengan susahh payah.


"Ah, aku mencintaimu," racau Bondan, lalu mematuk bibir itu dengan rakus, dan salah satu tangannya meremas bukit kembar itu bergantian.


"Aku juga," balas Rima, ketika ciuman itu terlepas.


Bondan tersenyum dan terus menghentakan pinggulnya dengan kecepatan penuh. Dan mencoba berbagai gaya. Rima hanya pasrah, menerima kenikmatan yang di berikan oleh suaminya, tubuhnya di bolak-balik seperti tempe goreng yang balut dengan tepung terigu.


"Arghhh," racau keduanya saat sudah sampai pelepasan bersama, nafas keduanya tersengal dan peluh membasahi tubuhnya yang polos itu.


Ia sangat mengagumi tubuh kekar itu, walaupun Bondan sudah 50 tahun akan tetapi tubuhnya masih seperti pria berusia 40 tahun, terlihat gagah, kekar dan HOT tentunya.


"Kamu mau lagi?" tanya Bondan, masih menindih tubuh istrinya tanpa melepas penyatuannya.


"Tidak," jawab Rima tersenyum lembut, lalu menarik tangannya kembali. "Minggir, aku lelah. Kita harus segera bersiap karena sebentar lagi akan jalan-jalan di pulau ini," ucap Rima, mendorong dada bidang suaminya.


"Baiklah," ucap Bondan langsung menarik badannya begitu saja lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


"Bon bon sialan!" umpat Rima, dan ikut beranjak dari tempat tidur lalu menyusul suaminya di kamar mandi.


*


*


*


Setelah melewati siang panas di waktu bersamaan hanya berbeda kamar, Bondan dan Emanuel kini sedang duduk di atas pasir di tepi pantai tersebut. Sedangkan Rima, Fika dan Arjuna sedang bermain dengan air laut yang menyapu pinggiran pantai.


"Berapa ronde, Yah?" tanya Ema.


"Satu," jawab Bondan, tanpa menoleh karena saat ini mata Fokus menatap istri, anak dan cucunya.


"Nanti malam Juna tidur sama Ayah ya," pinta Ema, memohon.


"Apa?!"


Ah, projek ngejar anak kedua ya, Nue. 😆

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya,,, like, komentar, vote, dan kasih gift😚


__ADS_2