Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Sugar baby?


__ADS_3

Ruang rawat pagi itu terlihat ramai, teman-teman sekolah Fika dulu datang menjenguk dan membawa berbagai macam hadiah.


"Terimakasih semua," ucap Fika, ketika teman-temannya berpamitan.


"Iya, sama-sama," jawab mereka kompak, kemudian segera keluar dari ruangan tersebut. Tidak berselang lama setelah teman-teman Fika pamit pulang datanglah Ruri dan suaminya membawa banyak hadiah untuk keponakan mereka yang baru lahir.


"Ya ampun, lihat ruangan ini sudah seperti lautan hadiah, kalian tidak perlu repot seperti ini," ucap Rima, menerima beberapa kotak hadiah dari Ruri.


"Nggak apa tante, ini hanya hadiah kecil," ucap Ruri tersenyum, lalu berjalan menuju tempat tidur Fika.


"Bagaimana rasanya melahirkan?" tanya Ruri, ketika sudah berada di dekat Fika.


"Rasanya nano nano," jawab Fika terkekeh.


"Tapi pas bikin adonannya mantap 'kan?" ucap Ruri, tergelak keras.


"Ih, Kak Ruri, apaan sih memangnya kue apa." Fika tersipu malu.


"Sudah jadi ibu sekarang, dan Bos juga sudah jadi Ayah, kurangin tuh tangan gemulainya," ucap Ruri, sekaligus meledek Bosnya yang sedang duduk diatas Sofa sembari menggendong Bayinya.


"Huh," Ema mendengus kesal dan memalingkan wajahnya dengan gaya kemayu, lalu ia menciumi putranya yang ada di dekapannya.


Semua orang yang ada disana terkekeh ketika melihat reaksi Ema. "Dasar gemulai." Bondan menepuk bahu menantu sekaligus putra sambungnya dengan keras.


"Biarin, yang penting si elang gagah perkasa! Perlu bukti? Nih buktinya." Ema langsung mengecupi wajah putranya dengan gemas.

__ADS_1


Lagi-lagi, semua orang yang ada diruangan tersebut tergelak keras hingga membuat Arjuna terbangun dan menangis keras.


Owekkk Owekkk Owekkkk


"Kalian tertawanya terlalu keras, jadi kaget nih Arjuna," ucap Ema sebal, lalu mengayun putranya dengan pelan, namun putranya itu tidak kunjung diam.


"Mungkin dia haus," ucap Rima, lalu mengambil alih cucunya dan di berikan kepada Fika untuk disusui.


"Jack ayo keluar," ajak Bondan, karena ia melihat putrinya malu saat akan menyusui Arjuna.


"Ayo." Jack beranjak dan keluar dari ruangan tersebut dan di ikuti oleh Bondan.


*


*


*


*


"Jangan dihabiskan sayang, sisakan sedikit untuk Papa," ucap Ema tidak berfilter.


Plak


Rima memukul lengan Ema dengan keras, lantaran sangat kesal dengan ucapan tidak berfilter itu..

__ADS_1


"Kamu ini, ngalah sama anak! Puasa 40 hari," ucap Rima mengingatkan.


"Tahu nih, ternyata ganas banget kamu ya? Padahal dulu waktu mau buka segel saja tidak bisa," celetuk Ruri, mebuka aib Bosnya sendiri.


Sedangkan Rima yang mendengar perkataan Ruri hanya menggelengkan kepalanya, dan merasa wajar jika putranya saat itu masih polos seperti bayi.


"Kakak tahu dari mana?" tanya Fika, melirik sebal suaminya.


"Tuh, dari suamimu lah,"jawab Ruri, melirik Ema yang kini wajahnya terlihat memerah.


"Potong gaji 60 persen!" tegas Ema, lalu keluar dari ruangan itu guna untuk menyembunyikan rasa malunya.


Asisten luknut! Bikin malu saja. Ah, aibku terbongkar oleh asistenku sendiri.


"Ya ampun, mulutku tidak terkondisikan," ucap Ruri, sembari memukuli bibirnya sendiri berulang kali. "Gajiku 60 persen melayang, huwaa."


"Aku heran dengan mu, suamimu 'kan tajir melintir sampai terkiwir-kiwir, kenapa kamu masih bekerja dengan Nue yang memberikanmu gaji tidak seberapa?" tanya Rima heran, karena yang ia tahu Jack masih aktif di ring tinju yang mempunyai bayaran sangat fantastis.


"Ih, tante. Aku ini hanya sugar babynya saja," ucap Ruri terkekeh pelan.


"Sugar baby itu dulu, sekarang sudah sah bukan?" tanya Rima, penuh selidik.


"Sudah Sah tante dan juga kami juga sudah punya baby, tapi aku hanya takut saja jika suatu saat tidak di butuhkan lagi," ucap Ruri, tersenyum kecut.


"Husss, tidak baik berucap seperti itu," ucap Rima, mengelus punggung Ruri.

__ADS_1


Makasih sudah dukung emak, dan tetap kasih dukungan terus ya, biar emaknya makin semangat💪


Love you all😘


__ADS_2