
Didalam kamar yang kedap suara itu terdengar suara rintihan, desahaan yang terus mengalun indah.
"Ah, sayang," racau Ema, saat Fika bergerak naik turun diatasnya dengan gerakan yang begitu erotiis. Lalu Ema meraih dua bulatan kenyal yang menggantung di depan matanya dan menyesap dan merematnya bergantian.
"Ah," Fika terus meracau ketika bulatan kenyalnya di permainkan oleh suaminya ditambah lagi Ema memberikan hujaman dari bawah sana, hingga membuat dirinya tidak berhenti mendesah.
"Nue, aku mau pipis," racau Fika, ketika ia terus di hantam gelombang kenikmatan dibawah sana.
"Bersama sayang," balas balas Ema, lalu tangannya yang tadi meremat bulatan kenyal itu berpindah ke bokong Fika dan mengangkatnya lalu ia terus memberikan hujaman dari bawah sana, hingga keduanya mencapai pelapasan bersama.
Fika menengahdahkan kepalanya keatas sembari memejamkan matanya dengan kedua tangan bertumpu di dada suaminya, saat ia pencapai pelepasan. Sedangkan Ema semakin menekan bokong istrinya kebawah, dan menggeram nikmat saat burung elangnya itu terbenam sempurna hingga sampai ke titik yang terdalam.
Hangat dan nikmat itu yang dirasakan Fika saat cairan suaminya itu menyembur kedalam rahimnya yang sedang di huni oleh junior.
"Hah, sangat nikmat sekali sayang, terimakasih," ucap Ema dengan nafas yang terengah, dan Fika menjawab dengan anggukan kepala lalu mencabut penyatuannya dan merebahkan diri di samping sang suami.
Ema tersenyum ketika melihat wajah istrinya yang tampak kelelahan, kemudian ia memiringkan tubuhnya dan memeluk sitrinya dengan erat dan melabuhkan kecupan lembut di seluruh wajah istrinya.
__ADS_1
"I love you, sayang," ucap Ema, dan mengecup bibir istrinya sangat lama.
"I love you, too," balas Fika, setelah kecupan itu terlepas. Fika tersenyum dan tangannya terulur untuk mengusap jambang suaminya yang terlihat tidak terawat. "Nanti cukur jambang ya, lihat ini sudah panjang banget," pinta Fika, dan Ema pun menganggukan kepalanya patuh.
*
*
*
"Apa, anak Papa baik-baik saja didalam sini?" tanya Ema, sembari mengusap lembut perut istrinya.
"Dia baik sayang, malahan Junior senang karena di jenguk sama Papa," jawab Fika, mengulum senyumnya malu.
"Junior atau Mama yang senang?" Goda Ema, lalu menarik tengkuk istrinya dan melumaat bibir Fika dengan sangat rakus, dan Fika pun membalas lumaatan dan sesapan yang di berikan oleh suaminya, hingga keduanya melepaskan ciuman panas itu setelah merasa kehabisan nafas.
"Kebiasaan!" kesal Fika dengan nafas yang terengah, lalu memukul dada bidang suaminya pelan.
__ADS_1
"Habisnya kangen benget sama bibir ini yang selalu membuatku candu," ucap Ema tersenyum manis, lalu mengusap bibir istrinya dengan ibu jarinya.
Ugh, senyumannya itu membuatku meleleh, kenapa kamu selalu terlihat tampan dalam keadaan seperti apapun, sih?. batin Fika meronta dan merasa gemas, saat melihat senyuman manis suaminya. Apalagi saat ini Ema terlihat berantakan dan semakin menambah ketampanan pria gemulai itu.
"Kenapa?" tanya Ema , ketika istrinya menatapnya tidak berkedip.
"Kamu ganteng banget," jawab Fika dengan jujur.
Ema menjadi gemas sendiri dengan istrinya, kemudian ia menarik tengkuk istrinya lagi dan melumaat bibir manis Fika dengan lembut, dan salah satu tangannya sudah merambat ke bagian inti Fika.
"Nue,,, Shhhh," Fika melenguh tertahan ketika merasakan sesuatu yang geli bercampur nikmat saat jari nakal suaminya itu bermain di bagian intinya dan menusuk-nusuk di bawah sana. Membuat gairahnya kembali bangkit dan menginginkan yang lebih.
"Kenapa hem?" tanya Ema, dan tangannya masih bergerak aktif.
"Aku mau lagi," pinta Fika, lalu segera menindih suaminya dan main kuda-kudaan ronde kedua pun terjadi.
Aduh hottt jeletott!! Kalau kurang hot bacanya sambil makan seblak level 20🤣🤣🙏
__ADS_1
Kasih dukungannya ya bebku😘😘