Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Khilaf 2


__ADS_3

Disisi lain Bondan tengah bersiap untuk berangkat ke bengkel.


"Mau kemana, Bon?" Tanya Rima, yang sedang membaca majalah di ruang tamu.


"Mau kebengkel." Jawab Bondan, dan menghentikan langkahnya lalu menatap wanita cantik yang duduk di sofa ruang tamu itu.


"Bengkel?" Beo Rima, lalu ia menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, dan waktu sudah menunjukan jam dua siang.


"Ya! Bengkel cinta, karena aku ingin memperbaiki hatimu." Ucap Bondan tersenyum, dan berjalan menuju sofa dimana Rima duduk disana, kemudian ia mendudukan diri di samping Rima.


"Ish, sudah tua masih saja pintar gombal." Gerutu Rima, tapi ia juga tidak mampu untuk menahan senyumannya itu.


"Jangan dekat-dekat, Bon. Nanti anak anak lihat kita, jadi salah paham." Ucap Rima, lalu mejauhkan dirinya dari Bondan.


"Tidak ada yang lihat, karena mereka pasti sedang tidur siang." Ucap Bondan, menahan pinggang Rima.


"Bon bon!!" Kesal Rima dan berusaha untuk melepaskan tangan kekar itu dari pingganganya.


"Sekali saja." Bisik Bondan tetap di telinga Rima.

__ADS_1


"Sekali apa sih? Ih lepas nggak!" Rima masih berusaha melepaskan tangan kekar itu, namun semakin ia memberontak maka semakin erat pula tangan Bondan melingkar di pinggangnya.


Bondan mengecup pipi Rima, membuat wanita itu terkejut dan melotot sempurna, lalu Rima menoleh kearah Bondan dan hendak memaki pria itu tapi terlambat karena bibirnya sudah di kecup lebih dulu oleh Bondan.


"Empphh, Bon lepas nanti kita khilaf lagi." Rima berucap saat ia berhasil melepaskan tautannya bibirnya itu.


"Khilaf sekali lagi boleh, kan?" Bisik Bondan, lalu membawa Rima ke pangkuannya.


"Bon! Kamu gila!" Maki Rima, namun tertahan karena ia tidak ingin suaranya menggema di rumah itu. Rima berusaha turun dari pangkuan Bondan, tapi usahanya selalu gagal karena tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Bondan.


"Bon, please lepaskan aku." Mohon Rima, dan menatap wajah Bondan yang sangat tampan yang selalu membuat para Emak-emak resah, termasuk para readers. 😂


Rima memejamkan mata, jantungnya berdetak sangat cepat, dan ia kesulitan bernafas saat Bondan menarik tengkuknya kemudian melabuhkan kecupan hangat di permukaan bibirnya. Rima dengan cepat ingin mendorong dada bidang Bondan, namun Bondan lebih dulu mencekal kedua tangannya menjadi satu.


Bondan mulai menggerakkan bibirnya perlahan dan menyesap atas bawah bibir manis itu bergantian,membuat Rima terbuai dan mulai membalas ciuman hangat itu.


Gila memang!


Sangat gila!

__ADS_1


Tapi, ia juga tidak bisa melawan perasaannya cintanya itu kepada Bondan, begitu pula dengan Bondan juga tidak mampu menahan rasa gejolak yang ada di dalam dirinya.


Bondan melepaskan kedua tangan Rima, kemudian mengalungkan kedua tangan itu kelehernya, dan ia pun langsung menekan tengkuk Rima untuk memperdalam ciumannya.


"Eugh." Rima melenguh ketika salah satu tangan Bondan masuk kedalam Dress yang ia kenakan.


Keduanya semakin menggila saat gairah itu semakin membara dan membakar si iman hingga berubah menjadi si imin.


"Bon, hentikan." Lirih Rima, saat ia merasakan sesuatu yang sudah lama tidak ia rasakan.


"Biarkan aku mencicipinya, aku sangat merindukannya." Bisik Bondan dengan suara seraknya, kemudian ia melanjutkan aksinya lagi.


"Jangan disini." Pinta Rima, dengan mata yang terpejam sembari menggigit bibir bawahnya.


Kemudian Bondan menggendong Rima menuju suatu ruangan yang ada disana.


Aku tidak kuat melanjutkannya, tiba-tiba otak aku ngelag 😂


Kasih dukungan seikhlasnya ya..

__ADS_1


__ADS_2