
Ema duduk disalah satu kursi yang ada di restoran dan matanya menatap tajam pria yang duduk di hadapannya dengan angkuh. Sedangkan Ruri duduk di meja lain yang tidak jauh dari Bosnya.
'Wow, si pria ban*ci sudah bermetamorfosis menjadi pria tulen ya?" ejek pria tersebut.
"Ya seperti yang kamu lihat." jawab Ema santai, namun terdengar sangat angkuh, membuat pria yang ada di hadapannya itu semakin emosi.
"Jadi tujuanmu menawarkan kerja sama dengan ku untuk apa? Tidak mungkin 'kan jika kerajaan bisnismu itu mau berkerja sama dengan bisnis kecilku?" tanya Ema to the point. Ia tidak ingin banyak basa-basi dengan pria yang ada di hadapannya itu.
''Good question! Aku menawarkan keuntungan yang sangat besar untukmu, tapi serahkan istrimu kepadaku dan aku juga akan menyerahkan separuh sahamku untukmu, bagaimana?" ucapnya pelan dan menyeringai licik.
Ema menggertakan giginya dan mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, nafasnya memburu dan matanya memerah bertanda jika dirinya sangat emosi.
'"Istriku bukanlah barang yang bisa di tukar! Walaupun kamu ingin menukarnya dengan seluruh hartamu atau seluruh isi di dunia ini, aku tidak akan menyerahkan istriku kepada bajingan sepertimu! Istriku adalah milikku dan selamanya tetap milikku! Antoni turmeric!"
Ya pria itu adalah Antoni turmeric yang dulu pernah berduel dengannya, awalnya Emauel tidak tahu jika pria itu adalah Antoni, tapi setelah ia mencari tahu dan memerintahkan orang kepercayaanya ternyata Antoni adalah satu putra yang pebisnis sukses di bidang perhotelan dan pariwisata.
__ADS_1
"Wow! Saat ini kamu bisa berucap sombong! tapi bagaimana jika kamu, aku buat jatuh miskin? Hem? Apa kamu yakin jika istrimu masih mau dengan ban*ci dan miskin sepertimu?!" Antoni menyiramkan bensin kearah api yang sedang berkobar.
"Lakukan sesukamu, aku tidak peduli! Dan bukankah kamu hanya bisa bersembunyi dibawah ketiak orang tuamu! Apa kamu lupa jika kamu adalah anak itik!" ejek Ema penuh penekanan.
Ruri menggigit kuku jarinya ketika melihat aura mencekam di sekeliling dua pria yang itu, ia juga mendengar pembicaraan mereka yang menyangkut tentang Ibu Bos nya atau Fika.
Bagaimana ini? Sepertinya perkelahian tidak terelakan lagi. Batin Ruri sangat gelisah, kemudian ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Beraninya kau menghinaku!!!" Maki Antoni lalu menggebrak meja dengan keras membuat para pengunjung restoran tersebut terkejut dan menoleh kearahnya.
"Bajingan! Dasar ban*ci!" Maki Antoni lalu ia beranjak dan menedang punggung Ema hingga tersungkur keatas lantai marmer itu.
"Sial!!" umpat Ema, lalu ia segera berdiri dan membersihkan jasnya yang kotor.
Sedangkan Ruri sudah sangat panik dan ingin menghampiri bosnya itu, namun Ema sudah mengangkat tangannya bertanda jika dirinya tidak boleh ikut campur.
__ADS_1
"Hanya seperti itu kemapuanmu?" ejek Ema, ketika ia sudah berhadapan dengan Antoni. "Sudah pernah aku katakan bukan? Jika kamu menggigitku maka jangan salahkan aku, jika aku akan memukulmu!"
"Lakukan! lakukan saja, aku tidak takut dengan ban*ci sepertimu!" tantang Antoni, mulai memasang kuda-kuda.
"Cih! Apa kamu tidak mengingat jika leher dan tulang rusukmu pernah aku patahkan?!" Ucap Ema sembari tertawa sinis, kemudian ia membuka jasnya dan melemparkannya kearah Ruri lalu ia membuka beberapa kancing kemejanya dan juga kancing di kedua lengannya.
"Well, kita mulai pertarungan kita!" ucap Ema, mulai memasang kuda-kuda dan kedua tangannya sudah mengepal di bawah dagunya.
"Dan siapa yang menang maka dia yang mendapatkan Fika," ucap Antoni, berhasil membuat Ema meradang dan langsung mendendang perut Antoni dengan sangat keras, hingga membuat tubuh antoni terpental kebelakang dan menghantam kearah meja dan kursi.
"BANGSAT!!" umpat Antoni, sembari memegangi perutnya.
Tarik nafas dan hembuskan, lakukan berulang kali🤣🤣🤣
Kasih dukungannya dong, please🥺🥺
__ADS_1