Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Jebakan sailor moon


__ADS_3

"Ayah ada didalam? Apa Ayah baik-baik saja? Aku dobrak pintunya ya!!" teriak Ema lagi, membuat Bondan dan Rima semakin panik.


"Apa yang terjadi?" tanya Fika kepada suaminya, dengan suara sedikit berteriak karena saat ini dirinya duduk di ruang tamu.


"Entah, tapi sepertinya terjadi sesuatu di dalam sana, karena aku mendengar suara gaduh tapi tidak terdengar jelas itu suara apa," jelas Ema, kemudian ia berniat untuk mendobrak pintu kamar itu.


CEKLEK


Pada saat Ema sudah bersiap mendobrak pintu tersebut, Bondan membuka pintu kamar tersebut.


"Maaf lama," ucap Bondan tersenyum lebar, untuk menutupi rasa gugupnya dan jantungnya kini berdetak sangat cepat.


Sial! Aku seperti pencuri saja, tapi memang mencuri sih. Mencuri start, hi hi hi. Batin Bondan tergelak.


"Ayah habis ngapain?" tanya Ema, ketika melihat Ayah mertuanya bertelanjang dada.


"Itu habis latihan boxing," bohong Bondan.


"Oh pantesan, keringat Ayah banyak sekali." Ema menganggukan kepalanya berulang kali, sembari menatap dada bidang Bondan yang berkilat basah karena berkeringat. Dan Ema percaya saja dan tidak menaruh curiga, karena alasan Bondan masuk akal.


"Iyalah, namanya juga olah raga," balas Bondan lagi.


"Ayah lihat mami tidak? Dari tadi aku mencarinya tapi tidak ada," tanya Ema, kepada Bondan.

__ADS_1


"Tidak," jawab Bondan dengan cepat. "Aku sejak tadi tidak melihat Rima, mungkin dia pulang kerumahnya," ucap Bondan asal, dan Ema menganggukan kepalanya lagi, karena ia mengingat ibunya itu tidak membawa mobil saat kerumahnya.


"Sudah jika tidak ada yang penting, aku akan melanjutkan latihan boxing."


"Sebaiknya Ayah latihannya di ruang Gym saja, karena disana peralatannya juga lengkap karena aku membuat khusus untuk Fika berlatih," saran Ema.


"Ya, nanti saja. Karena Ayah lebih nyaman berada di kamar," balas Bondan, lalu ia membalikan badannya dan berniat untuk kembali kedalam kamar.


"Ayah, kenapa punggungmu banyak bekas cakaran?!" tanya Ema penuh selidik, karena ia juga pernah mendapatkan cakaran seperti itu saat pertama kali membuka segel istrinya.


Tubuh Bondan menegang, tapi dengan cepat ia mengusai dirinya. Kemudian ia membalikan badannya lagi, bertatap muka dengan menantunya.


"Ah, ini tadi gatal sekali jadi aku menggaruknya pakai sisir jadi begini deh," Bondan menjawab begitu tenang, padahal di dalam dada sedang begemuruh.


"Sisir?" beo Ema, dan ia menggeleng pelan tidak pecaya dengan alasan Ayah mertuanya itu.


"Iya sisir." Bondan berusaha meyakinkan menantunya.


"Minggir!!" Sentak Emanuel, bukan bermaksud tidak sopan, akan tetapi ia hanya ingin memastikan sesuatu di dalam kamar Ayah mertuanya. Dan ia kini tahu jika Ayah mertuanya itu menyembunyikan sesuatu darinya.


"Nue! Kalian ini sebenarnya sedang apa?" Seru Fika, karena ia memperhatikan sejak tadi Suami dan Ayah terlihat seperti berdebat.


"Tidak ada, Sayang. Kamu disana saja fokus menonton film kartun kesukaanmu si tayo dan teman-temannya," jawab Ema, sedikit berbohong. Karena ia tidak ingin istrinya memikirkan hal ini, ia takut jika Fikanya jadi stres dan berpengaruh kepada calon babynya.

__ADS_1


Fika yang mendengar penuturan suaminya pun hanya mencebikkan bibirnya kesal dan memilih melanjutkan acara nonton kartun kesukaanya.


*


*


*


*


Kembali ke Bondan dan Emanuel.


"Aku yang memaksa masuk atau Ayah sendiri yang mengijinkan?" tanya Ema dan menatap tajam Ayahnya.


"Silahkan saja masuk, karena aku tidak menyembunyikan sesuatu," jawab Bondan, lalu memiringkan tubuhnya dan memberi akses menantunya untuk memasuki kamarnya.


"Aku tidak mengatakan jika Ayah menyembunyikan sesuatu," ucap Ema, menyeringai licik.


Kena kau! Batin Ema puas.


Sial, aku terkena jebakan sailor moon. Umpat Bondan dalam hati.


Cie... cie yang ketahuan, langsung cus kawin eh nikah🤣

__ADS_1


Kasih dukungannya ya gaes,, dengan cara kasih like, vote, favorit, komentar dan beri Gift semampu kalian, 😘


__ADS_2