Suamiku Pria Buta

Suamiku Pria Buta
masa lalu


__ADS_3

"Mia!" panggil andre penuh penekanan seakan ingin menghukum nya


Namun istri nya itu sudah tidak ada di samping nya.


membuat andre sangat geram atas tingkah Mia yang sangat suka mengoceh tidak jelas. dan menjawab pertanyaan sembarangan.


meski pun andre tidak bisa melihat. ia bisa merasakan ada rasa sedih yang selalu melanda istrinya.


Dan itu membuat pikiran andre ikut gelisah.


"Kau di mana Mia?" panggilnya. mencari keberadaan istrinya yang tadi menjauh untuk menghindari dirinya.


"Mia sebelah sini mas." jawab mia lembut namun mata nya sedang memindai ruangan di depan nya.


" Bisakah kau jujur jangan bicara sembarangan begitu aku tidak suka!" pinta Andre kesal tapi tidak menujukan kemarahannya.


andre yang tahu, kalau istrinya itu sedang menyembunyikan suatu masalah.


tapi tidak paham tentang istrinya yang tak mau berbagi masalah dengan nya.


"iya Mia minta maaf, tapi bisakah jangan membahas tentang itu." ujar Mia


meminta andre untuk tidak membahas masalah yang tak akan bisa di ubah keputusan nya.


"Bukannya kau bilang tidak akan menutupi apa pun terhadap aku dan juga papah." seloroh andre tegas mengingat kan.


Mia kembali menatap pokus suaminya dari jarak cukup jauh.


Melihat suaminya betapa ingin sekali mendengar penjelasan Mia yang sebenarnya.


"ihsk, mas ini!' Mia hanya sedang kangen suasana di kampung dan juga nenek mas, seloroh Mia menjelaskan.


Meskipun hati Mia mulai merasa bersalah. karena sudah berani mulai membohongi suaminya.


"apa kau ingin pulang?"


"tidak mas, Mia hanya sedang kangen saja.


"kalau begitu telepon saja, pasti nenek mu juga sangat senang kalau kau menanyakan kabarnya." kata andre mengusulkan.


"Iya mas terimakasih sarannya!" ujar Mia sambil mendekati andre dan menggenggam tangan besar itu berjalan pelan.


" Mia baru tahu ruangan ini begitu banyak buku.?" tanya Mia.


Mengalihkan pertanyaan Andre yang terus-terusan.


Mia tidak bisa memberi tahukan yang sebenarnya kepada andre.


karena wijaya meminta Mia untuk tidak menceritakan tentang surat kontrak yang telah mengikatnya.


"Ini ruangan pribadi ku!" ujar andre memberi tahu.


Tanpa mencerna perkataan andre. Mia langsung mengambil salah satu buku itu.


Namun dia sangat bingung karena tidak ada tulisannya. hanya terdapat banyak titik yang Mia tidak mengerti.


Mia pun kembali meletakkan buku itu sambil kembali mengambil yang lain namun tetap sama.


"Memangnya kau bisa membaca buku seperti itu?" tanya andre penasaran. mendengar Mia beberapa kali meletakkan buku-buku miliknya.

__ADS_1


"hehehe..! gak bisa ,?" pekik Mia.


"Kau ini!' semua yang ada disini menggunakan huruf Braille, tukas andre memberi tahu.


" Braille?'maaf mas soalnya Mia baru tahu, sejak kapan mas andre belajar buku braille seperti ini?"


"Saat umur ku sepuluh tahun. Waktu itu aku benar-benar kesulitan untuk melakukan segalanya sendirian." keluh andre.


Dan mulai mengingat masa lalu nya yang teramat kelam.


Begitu juga Mia yang membayangkan betapa berat kehidupan andre di masa itu. cukup menusuk perasaan Mia di dalam dada.


Salam ini Mia selalu mengeluh tentang kehidupan dirinya sendiri yang terasa menyiksa.


Mia mulai tersadar. tentang kehidupan andre yang bahkan lebih sulit. di banding dirinya.


"Apa boleh diceritakan lagi. Mia jadi ingin tau?" hardik Mia tanpa berpikir panjang.


" Tentu!' jadi papah menyewa bayak guru yang ahli dalam menangani anak tunanetra seperti ku. Agar aku bisa hidup normal tanpa harus menunggu bantuan atau perawatan dari orang lain." jawab andre menjelaskan.


Mia kembali kagum dengan kegigihan andre dan juga papa wijaya.


Yang sama-sama berusaha untuk bangkit dari musibah kecelakaan menimpa mereka sekeluarga di masa lalu.


"Pantas saja mas andre tahu banyak ilmu pengetahuan dan juga terlihat seperti orang normal!" seloroh Mia bangga melihat Andre yang menjadi seperti sekarang ini.


"Tidak juga. buktinya kamu harus susah payah mengurus keperluanku."


"Tapi Mia mulai suka saat menyiapkan semua keperluan mas Andre." ujar Mia polos


"Mia merasa senang, mas andre membutuhkan bantuan Mia. bagaimana kalau mas andre ajari Mia juga belajar huruf braille!" tukas Mia lagi


Lalu Mia meminta andre mengajari dirinya belajar huruf di buku yang suka andre baca.


"Untuk apa, kau kan bisa melihat."


"Biar Mia tambah pinter mas, udah gitu bisa temani mas Andre disini. sayangkan buku sebanyak ini cuma mas andre saja yang baca." ujar Mia panjang lebar.


Huruf braille adalah subuah sistem tulisan dengan cara di sentuh. atau diraba menggunakan ujung jari-jari.


Biasanya di gunakan untuk orang tunanetra. Bentuk huruf braille itu seperti titik-titik yang di buat timbul dari kertas.


Andre hanya tertawa pelan mendengarkan suara Mia yang ingin belajar segala hal tentang dirinya.


Membuat andre juga ingin tahu. Tentang perasaan Mia yang seperti apa terhadap nya,


*


*


Hari yang semakin sore. Mia mulai bersiap mengurus keperluan andre.


Karena mereka akan pergi memenuhi undang. makan malam di rumah keluarga Deri.


Tidak lupa andre juga meminta bayu untuk ikut bersama nya.


Sebuah mobil yang ditumpangi Andre dan juga Mia, melaju membelah keramaian kota. dengan bayu sebagai pengemudi nya.


Mobil itu terus melaju sampai memasuki sebuah kawasan perumahan elit di daerah jakarta barat.

__ADS_1


Bayu mulai mengemudi perlahan sambil menekan klakson.


Di sebuah gerbang yang cukup besar berwana hitam menjulang tinggi.


Segera dua sekuriti itu dengan cepat membuka kan


Dan mempersilakan mobil yang dikendarai Bayu itu untuk masuk.


"Apa mas andre baik-baik saja?"


Tanya Mia yang memperhatikan raut wajah andre yang terlihat berbeda seperti rasa tidak suka.


Karena dari awal andre memang tidak suka dengan keluarga Deri.


Apa lagi di jodohkan dengan fani. membuat dia semakin menutup diri enggan berkenalan dengan siapa pun apa lagi dengan keluarga Deri


Andre yang cukup tau bayak tentang keluarga Deri dari bayu.


Sebagai informannya. bayu yang selalu menyelidiki banyak hal tentang apa pun.


yang akan bersangkutan atau berhubungan dengan bos nya yaitu andre.


"Iya aku baik-baik saja, apa kita sudah sampai?"


"Sudah mas"


"Baik lah, di mana tongkat ku?" sahut andre sambil mengulurkan tangan meminta kepada Mia yang tadi di sebelah nya.


Bukan memberikan apa yang di pinta andre. Mia malah turun dan berjalan memutar.


Menghampiri bayu yang sedang membukakan pintu untuk andre.


"Biar Mia saja!" pinta Mia ke bayu.


Bayu hanya menjawab dengan anggukan pelan dan senyum kagum, melihat Mia yang inisiatif sendiri tanpa di jelaskan bayu.


Segera Mia meraih lengan andre untuk turun dari dalam mobil.


Meski andre masih mencerna permintaan dirinya. yang tidak di turuti oleh Mia.


Namun tak bisa membuat andre marah, tanpa sadar andre lah yang mengikuti arahan istrinya begitu saja.


Sedikit demi sedikit andre mulai merasakan tentang perlakuan Mia.


Yang ingin menjadi cahaya sebagai arah langkah dirinya.


Andre tersenyum bahagia menggenggam punggung tangan Mia yang setia melingkar di lengan andre.


Lalu berjalan berdaping memasuki pintu rumah keluarga Deri.


Yang sudah di tunggu didepan pintu oleh sepasang suami istri paruh baya dan juga putri yaitu Fani.


manik mata fani yang terus memindai tajam. pada Mia dan juga andre yang terlihat sangat bahagia.


Membuat fani semakin meradang melihat pasangan yang baru saja pulang dari bulan madu itu.


Rasa iri yang semakin memenuhi benak Fani. semakin membuat dia ingin cepat-cepat merebut andre dari pelukan Mia yang menjadi adik tirinya itu.


bersambung...

__ADS_1


tinggalkan jejak setelah membaca ya, 🙏 karena dukungan kalian sangat lah menyenangkan 🤗🤗


__ADS_2