
Sebelum membaca thor ucapkan terimakasih bayak atas dukungannya yang masih setia nunggu thor.
Dan yang sudah kasih bom like, favorit, komen, hadiah dan vote makasih yakππ
Untuk pihak MT/NT Juga terimaksih, sudah bersedia mempromosikan karya ar yang Semberautttt. iniπππππ.
ok deh capcusssss.....!!
Entah kenapa setiap untaian kata yang Mia ucapkan seperti menghantam tuan wijaya.
"Mia pergi dulu yak pah" izin Mia. mengucapkan salam dan mencium punggung tuan Wijaya. Lalu melangkah pergi meninggalkan tuan Wijaya.
Mia terus mencoba bersikap seperti biasa. Walaupun perasaan begitu gundah bahkan lebih tepatnya putus asa.
Mata tuan wijaya terus saja memindai punggung Mia sampai Mia masuk kedalam mobil dan hilang dari pandangan.
Tiba-tiba saja perasaan tuan wijaya jadi gelisah dan malas untuk ke kantor sehingga Memutuskan untuk istahat di rumah.
***
Di ruang tengah Andre dan sherly masih pura-pura bahagia.
"Apa Mia sudah pergi?" tanya Andre pelan.
"Sudah mas...!! sahut sherly yang masih melingkarkan tangan di lengan Andre. Sambil memperhatikan Mia dan tuan wijaya sejak tadi.
"Jagan pegan-pegang!" tegur andre berubah dingin. sambil menepis tangan sherly dengan kasar.
" suweee..!! habis manis sepah di buang," keluh sherly menohok.
"Namanya juga pura-pura." sahut Andre santai. sambil mengelap tangannya. Yang tadi dipakai menggenggam tangan sherly.
Membuat sherly terbelalak melihat kelauan Andre yang berubah Mengintimidasi.
"Cihk, sudah jelas punya fobia, pake minta sherly bersandiwara." keluh sherly tidak terima.
"Bisa diam tidak, bagaimana kalau ada yang dengar ucapan mu?" tukas andre mengingatkan.
"jangan takut tidak ada siapa-siapa." seloroh sherly sambil melirik kiri dan kanan.
"kamu boleh pergi, dan biarkan aku sendiri." pinta Andre kembali dingin.
"Tuh kan ngeselin! Mas Andre, sherly ini wanita masa kini, masa di suruh ekting jadi pelakor cih...??" tegur sherly tidak terima.
"Siapa suruh numpang dirumah ku!" ujar Andre kembali mengintimidasi.
"Astaga, dasar PELITttttttt...!" pekik sherly mulai kesal setengah mati.
"Hanya untuk sementara sher!' sampai aku tahu kenapa Mia tidak cemburu? itu benar-benar membuatku sangat kesal!" keluh Andre memikirkan Mia
"Mungkin punya yang baru. Dan mendapatkan yang lebih muda, karena mas Andre sudah tua." seloroh sherly mengejek. sambil memanas-manasi.
"Jangan mengada-ada, aku hanya berbeda enam tahun saja lebih tua dengan Mia." kini andre yang tidak terima.
"Yang kau katakan ada benarnya, wajah mu sangat tampan ditambah anak Sultan, tidak mungkin istri mu selingkuh. aku saja menyukaimu, tapi sayang mas andre selalu saja menolakku!" sahut sherly. Memperhatikan Andre dari ujung rambut sampai ujung kaki.
__ADS_1
" Itu karena aku tidak nyaman disentuh oleh mu!" jawab Andre jujur.
"mas Andre benar-benar tega sama shery. sudah buta. Ada trauma, di tambah fobia sama perampuan lain!" sahut sherly kembali mengejek.
"Berhenti menghinaku, kamu tahu hukuman apa bagi orang yang sudah menumpang dan tidak sopan sama tuan rumah!" ujar Andre penuh penekanan.
"Di USIR ....he..he.....!!" jawab sherly cengengesan.
"Sudah tahu pake nanya?" celetuk andre lagi-lagi mengintimidasi.
"Yak sudahlah seterah dikau, aku mah apa atuh cuma numpang...!!!" ujar sherly cemberut.
"Tunggu, jangan beri tahu siapapun, kalau aku fobia." titah Andre mengingatkan.
"Siappp!"
Sebenarnya sejak kecil Andre memiliki gangguan rasa takut yang berlebihan terhadap perempuan atau di sebut fobia. Hanya mamah Andre dan sherly lah yang tahu masalah itu.
Akan tetapi jauh berbeda saat bersama Mia. Yang membuat Andre seperti benda logam yang terus tertarik magnet oleh Mia.
***
Setelah Sherly pergi. kini tuan wijaya yang datang. Dan langsung duduk di sebelah Andre.
"Dimana sherly?"
"Mungkin di kamarnya...!!" sahut andre malas.
"Kenapa dia tidak menemanimu" tanya tuan Wijaya heran terhadap putranya.
" Tapi sepertinya belakangan ini hubunganmu dengan sherly semakin dekat." ujar tuan wijaya yang ingin tahu hubungan Andre yang seperti apa.
"Benarkah seperti itu? Lalu kenapa papah tidak marah saat aku dekat dengan sherly, padahal aku sudah ber'istri?" sahut Andre yang tidak mengerti jalan pikiran papahnya.
"untuk apa papah marah, kamu itu kan pria 'wajar kalau tergoda apa lagi sherly tidak hanya cantik, tapi pintar dan juga ceria. Sudah pasti banyak pria yang suka." ujar wijaya penuh makna.
"Maksud papah apa sih?" tukas Andre mulai tidak suka dengan obrolan papahnya.
"Tidak ada, papah hanya ingin bilang siapapun yang mendapatkan sherly sangat beruntung, di tambah ayahnya seorang pengusaha seperti papah." sahut tuan Wijaya lagi-lagi memuji Sherly.
"Seberuntung itukah sherly di mata papah, lalu bagaimana pengorbanan Mia pah? gadis remaja yang baru lulus sekolah, harus menikah dengan aku yang buta, bahkan seluruh hidupnya untuk keluarga ini, dan dia menerima semua ini setulus hati." gumam Andre dalam hati.
"Kok malah bengong?" tanya tuan Wijaya sambil menepuk pundak putranya. yang diam saja tanpa ekspresi.
"Jangan bahas sherly pah, ada yang ingin aku sampaikan ke papah?" sahut Andre mengalihkan pembicaraan.
"Tentang apa?"
" Aku ingin mencoba lagi untuk memeriksa mata di luar negeri!" ujar Andre sedikit ragu. Namun Andre ingat Mia yang percaya kalau dirinya bisa kembali pulih dan melihat.
"Apa kau sungguh-sungguh dre, papah tidak salah dengarkan?" tanya tuan Wijaya beruntun, dan masih belum percaya bahwa putranya yang meminta tanpa di paksa.
" Iya pah, aku serius, akan ku coba lagi untuk operasi saraf mata!" sahut andre menegaskan.
Tuan Wijaya begitu bahagia mendengar ucapan Andre yang ingin operasi mata. karena itu juga yang menjadi impian tuan wijaya. karena Andre ahli waris sekaligus penerus perusahaannya.
__ADS_1
"Baiklah akan papah urus semuanya, akan papah carikan rumah sakit dan dokter terbaik di sana!" sahut tuan wijaya begitu semangat.
"Terimakasih pah."
"Seharusnya papah yang berterimakasih, karena kamu mau menuruti permintaan papah!" ujar tuan wijaya memeluk andre penuh bangga.
"Sudah ku duga, kedatangan Shery memang bisa merubah Andre menjadi lebih baik, dia memang calon menantu ku yang terbaik." gumam tuan wijaya dalam hati.
Karena tuan Wijaya mengira sherly lah yang sudah membujuk Andre agar mau kembali memeriksa ke dokter mata lagi.
Sedangkan Andre terus saja merindukan Mia yang sudah membuat dirinya kembali berani untuk pulih.
Saat memikirkan Mia entah kenapa Andre selalu termotivasi untuk bangkit dari trauma kecelakaan yang merenggut penglihatannya.
Dan kembali membangun impian dirinya bersama Mia untuk selalu hidup bahagia.
****
Di sisi lain
Di sebuah panti asuhan di kabupaten Bogor. Mia dan Bayu yang sedang sibuk sedang membagi-bagi amplop untuk anak yatim piatu dan juga kaum duafa.
Lalu memeriksa fasilitas apa yang menjadi kebutuhan anak -anak dan juga kaum duafa. untuk di bantu perbaikan.
"Sepertinya kamar mandi sebelah sini sudah tidak layak pakai!" ujar Mia memperhatikan dan meneliti rungan kamar mandi yang ada di rumah yatim dan duafa.
"Akan ku cari pemborong di desa ini, yang mau merenopasi fasilitas disini." sahut bayu mengusulkan. lalu melangkah mencari tempat untuk istirahat bersama Mia.
"Lebih cepat lebih bagus, Mia juga sudah memesan beberapa bangku dan meja. kasihan kalau meraka belajar dan makan, harus duduk di lantai." jelasnya prihatin.
"Ahkk kau memang nyonya Andre yang terbaik." puji Bayu sambil meberikan dua jempol untuk Mia.
"Sudah Mia bilang, berhenti memanggil Mia nyonya." tegur Mia cemberut sambil menghitung biaya pengeluaran. Bayu hanya terkekeh melihat Mia kesal sambil pokus dengan laptop di pangkuannya.
"Bolehkah aku bertanya" lirik Bayu meneliti mia.
"silakan saja"
"Apa kau sedang bertengkar dengan si Bos?" celetuk Bayu penasaran.
Seketika jari Mia dan tatapannya berhenti dari laptop. Lalu menoleh Bayu yang sedang duduk tidak jauh darinya.
"Tidak!" sahut Mia berkilah.
"Tapi ku perhatikan belakangan ini kau sering melamun, apa lagi tadi pagi, setelah berpapasan tuan besar, kau terus saja sedih?" seloroh Bayu mengintimidasi.
"Mia hanya sedang terbawa perasaan, karena sedang melakukan pekerjaan untuk kebaikan he..he..!" lagi-lagi Mia berkilah. sambil tertawa terpaksa.
"Pasti bohong?" tuduh Bayu menatap mia penuh curiga.
Membuat Mia menghela nafas dengan berat sambil mencari alasan.
bersambung.....
Tinggalkan jejak setelah membaca ya? terimakasih
__ADS_1