Suamiku Pria Buta

Suamiku Pria Buta
Tegang-tegang happy ending.


__ADS_3

[ 🙄🙄Yak ampun thor...thor... janjinya up sore kok malah lembur thor, terus lo up nya kapan hak...? siap sih ketua Cip mu thor, tak sunat sini!!'


gak baca apa komen bestie yang udah asem pedas manis kaya sambel rujak." ucap nenek thor ceramah, tapi thor cuma bisa 😭😭😭🙏🙏].


💞💞💞💞💞💞💕💕💕💕💕


"Bos, sejak pagi kau belum istirahat pulang lah dulu, biar aku saja yang menunggunya di sini!" bujuk Bayu tidak tega melihat kondisi sahabat sekaligus bosnya itu,


"Terima kasih, kau tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja, aku masih ingin menunggu istriku bay" seloroh andre melirik bayu.


"Istrimu akan baik-baik saja Dre, ada banyak dokter dan perawat yang menjaganya, pulang lah dulu, kau butuh istirahat" sambung Tito menasehati.


Andre menghela napas dan mengangguk pasrah, Ia memang butuh pulang untuk membersihkan diri dan ganti baju.


Andre pun segera pulang di antar sopir pribadinya. itu pun hanya sekedar mandi dan ganti baju.


Setelah selesai Andre kembali meminta sopir mengantar dirinya kembali kerumah sakit.


Bayu dan Tito tidak mengizinkan Andre membawa mobil sendiri. Karena meraka khawatir dan juga takut apa bila Andre tidak pokus saat di jalan mengedarai mobil sendiri.


Segera mobil yang di tumpangi Andre itu melaju. menuju rumah sakit,


Jam sudah menunjukan jam dua puluh dua. lewat tiga puluh menit. toko-toko mulai sepi dan tutup. hanya beberapa toko memang buka dua puluh empat jam di pinggir jalan raya itu.


Saat di perempatan jalan. Terlihat toko bunga yang masih buka, itu pun pemiliknya sudah mulai beres-beres. Merapihkan dagangan nya untuk ikut tutup seperti yang lain,


"Hentikan mobilnya, aku ingin turun sebentar!" titah Andre mengintruksi. Saat melihat toko bunga itu.


"Baik tuan!"


Segera Andre turun dari dalam mobil, dan berjalan ke arah toko bunga itu. setelah sampai Andre segera menghampiri pemilik toko itu.


"Permisi, maaf mengganggu apa aku boleh membeli beberapa bunga nya bu ?" sapa andre sekalian bertanya.


"Maaf tuan tapi saya sudah mau tutup jemputan saya sudah menunggu, datang lah besok pagi" ujar ibu pemilik toko itu. Tidak ingin melayani pembeli lagi.


"Tolong lah sebentar saja, aku ingin membeli sebuket bunga sebagai hadiah untuk istriku !" jelas andre memohon.


"Istrimu?" tanya ibu pemilik toko itu serius.


"yak, isriku baru saja menjalani operasi caecar demi anak pertama kami, karena itu aku ingin memberikan hadiah yang dia suka!" jelas andre. bersungguh-sungguh.


Pemilik toko itu terdiam sesaat. Lalu tersenyum sembari melirik bunga yang ada di dalam tokonya.


Bunga-bunga segar yang baru saja di kirim petani bunga. untuk berjualan besok pagi.


"Masuklah ada banyak bunga-bunga segar yang baru datang, saya simpan di dalam!' tuan pilih saja sesuka hati, nanti saya akan merangkainya dengan sangat indah dan juga cantik." seloroh ibu pemilik toko itu berubah menjadi sangat ramah.


"Terima kasih, atas pengertiannya"


"Tidak apa, istri tuan pantas mendapatkan hadiah yang spesial? karen aku juga pernah muda dan suka hal-hal yang berbau romantis."jawab ibu pemilik toko bunga itu dengan tulus.


ibu itu juga membantu Andre memilih bunga-bungan dengan sangat teliti. lalu segera merangkai dan membungkus dengan sangat cantik.


Tidak lupa pemilik toko itu menulis kata-kata mutiara di secarcik kertas lalu di selipkan di tengah-tengah buket bunga.


Andre tersenyum dan sangat kagum karena ibu itu benar-benar membungkusnya denga sangat cantik.


"Sekali lagi terima kasih banyak, ini sebagai ucapan terima kasih atas waktu dan pelayanan ibu. yang sudah melayani pembeli seprti ku ini, sudah malam masih mengganggu!" seloroh andre tidak enak hati. sembari menyodorkan uang Delapan ratus ribu.


Andre merasa dirinya telah menganggu dan menyusahkan ibu penjual bungan itu.


Jadi bayaran yang di berikan andre untuk sebuket bunga itu. sangat pantas untuk di berikan ibu penjual bunga itu.


Akan tetapi ibu itu tak ingin menerima uang pemberian andre.


"Tuan simpan saja uangnya, bungan itu saya berikan gratis." jelas ibu penjual bunga itu.


" Gratis...?!" tanya andre heran. bahkan andre sampai menunjuk mobil mewahnya yang masih baru, lalu meneliti penampilannya takut dirinya terlihat pria mengenaskan. yang miskin dan tidak punya uang.


Andre kembali menaruh uang delapan ratus ribu itu di meja kasir dan juga sebuah kartu ATM. takut dagangan ibu itu rugi.


Ibu itu sampai tertawa, melihat kebingungan andre yang terlihat sangat aneh.


"yak bunga itu geratis, karena saya sangat senang melihat ketulusan dan perhatian tuan yang sangat romantis. itu saja sudah cukup," ujar ibu itu ingin memberikan bunga hasil ragkaiannya secara cuma-cuma.


"Tapi..?" sahut Andre tak enak hati, ia sungguh-sungguh ingin membayar jeri payah ibu itu.


"Tuan tidak perlu khawatir, jualan saya tidak akan rugi karena toko bungan ini milik saya sendiri, anggap saja ini rezeki istri tuan, dan saya ucapkan selamat untuk tuan, yang telah menjadi seorang ayah." sambung ibu pemilik toko itu. sambil mengembalikan uang dan atm ke tangan andre.


Meski tidak mengerti andre pun pasrah dan menerima kembali uang dan atmnya.

__ADS_1


"Kalau begitu terima kasih banyak, saya akan datang lagi kesini. mengajak istri dan anak kembar saya untuk memborong bunga ibu nanti!" obrol andre ingin membalas kebaikan ibu itu nanti.


Ibu itu mengangguk senang, segera andre mohon pamit dan membawa buket bunga itu pergi bersamanya menuju rumah sakit.


*****


setelan sampai andre lansung melangkah untuk melihatnya kondisi mia di ruang ICU,


Dari kejauhan samar-samar terlihat Dokter Rio dan Dokter Hana. sedang berlari di lorong rumah sakit dan masuk keruang ICU dengan terburu-buru.


Membuat Andre cemas dan gelisah. ia semakin mepercepat langkahnya.


Terlihat Bayu dan Tito di luar jendela ICU dengan keadaan pucat pasi dan putus asa.


Bahkan tuan wijaya yang tadi bilang akan pulang, ternyata sudah bersama bayu dan juga Tito. tuan wijaya sampai berlutut di lantai dengan tangisan mendalam.


Sontak Andre berhenti sesaat. meneliti tingkah meraka yang terlihat sangat sedih dan juga gelisah


Bayu yang nyadari kedatang andre hanya bisa menatap sendu dalam diam, tak mampu berkata apa-apa..


Begitu juga Tito yang menatap andre dengan napas memburu.


Tito melangkah mendekati andre. ingin memberi tahu tentang keadaan mia yang semakin keritis.


sontak Andre mulai menyadari ada yang tidak beres dengan keadaan istrinya di ruang ICU.


Andre berjalan tergesa-gesa menuju pintu ICU. tak mempedulikan Tito yang menghadang nya untuk bicara.


Pria tampan yang sedang mememluk sebuket bunga sangat indah. terus saja berjalan melewati Tito begitu saja. sambil menatap pintu ICU di depannya dengan penuh gelisah.


segera andre mendorong pintu itu, tanpa memikirkan lagi peraturan rumah sakit.


Mata andre membulat sempurna saat melihat beberapa dokter mengelilingi brankar mia.


Terlihat seorang dokter sedang memegang alat pacu jantung dan menempelkan ke dada mia sesaat, hingga beberapa kali.


lalu dokter itu berhenti melakukanya. dan menghela napas dengan kasar sembari menggelengkan kepala pelan.


Terdengar juga suara monitor holter berbunyi panjang tanpa jeda.


"tiiiiiiiiiiiiiiiii......... (begitu lah kira kira)


Seketika buket bunga yang sejak tadi di peluk Andre. lolos dari genggaman nya dan jatuh kelantai. beberapa kelopak bunga sampai terlepas dari tangkai.


Sontak para dokter menoleh sumber suara itu. dan menatap Andre dengan sendu.


Mereka segera membuka jalan untuk andre agar bisa melihat Mia terakhir kali.


Tak henti-hentinya suara monitor holter terus berbunyi panjang menandakan tak ada lagi renspon di jantung mia.


(Monitor holter yaitu alat medis yang merekam suara ritme jantung. terhubung kebal kecil yang menempel di dada pasien. berpungsi untuk memeriksa kerja denyut jantung.)


Tubuh Andre bergetar dengan rasa sakit di dada. yang amat luar biasa.


Perlahan tapi pasti kakinya yang terasa lemas. berusaha melangkah mendekati brankar tempat Mia berbaring.


Air mata Andre tanpa sadar sudah mengalir membasahi pipi.


Ia mulai menatap Mia dengan lekat. Dan menggenggam tangan mia. yang mulai terasa dingin.


"Maaf kan kami, kami sudah berusaha semampu kami untuk menyelamatkan istri tuan, tapi Takdir berkehendak lain."


ucap dokter Rio dengan suara parau menahan tangis, wajahnya terus tertunduk, karena merasa gagal menyelamatkan mia.


Begitu juga dengan dokter hana dan dokter lainya.


Andre membungkuk lalau menyentuh dan mengusap pipi Mia. tanpa memperdulikan ucapan Rio.


"Sayang bangun lah, ini benar-benar tidak lucu...!' kau sudah janji akan baik-baik saja, dan apa ini.... mas tidak suka? Ayolah bangun.....!" seloroh andre membujuk Mia dengan suara parau


Tangan kirinya terus bergetar menggenggam tangan mia, mencoba merasakan denyut nadi di tangan mia.


Sedangkan tangan kanannya terus tertakup di pipi mia. sambil menatap mia dengan lekat.


"Bangunlah.... mas mohon!' jangan tinggalkan mas.... " bujuk andre sembari menangis sejadi-jadinya.


"Mas mohon bangunlah sayang.... Bagaimana mas bisa merawat anak-anak kita tanpa mu sayang...?" keluh andre tidak akan sanggup tanpa kehadiran mia di sisinya.


"Ayo sadar lah Mia sayang...., kau tidak akan membiarkan anak-anak kita merasakan kesepain dan bernasib seperti kita kan....???' betapa sepi nya masa kecil kau dan aku karena kekurangan kasih sayang orang tua!" bujuk andre


Sembari menceritakan nasib nya yang ditinggal mamah Andinah gara-gara kecelakan itu.

__ADS_1


Begitu juga dengan nasib Mia. setelah ayahnya meninggal, mia tidak lagi merasakan kasih sayang orang tua.


Karena sejak kecil mia tidak lagi di pedulikan ibu kandungnya sendiri. yang malah meninggalkan mia demi menikah lagi dan hidup bersama keluarga barunya.


Andre tak mampu lagi mengontrol diri. ia lansung memeluk tubuh mia dan tak henti henti nya berdoa, Agar allah mengembalikan mia ke padanya.


"Sadarlah sayang, mas mohon, bagunlah....., jangan tinggalkan mas bersma anak-anak, mas masih sangat membutuhkan mu di sini." ucap andre terus mencecar permintaan di telinga mia. tapatnya memohon agar mia bisa sadar.


Tiba-tiba terdengar alat monitor holter berbunyi.


"Tit...Tit...Tit....Tit...(begitulah kira kira bunyi yak bastie)


sontak para dokter di ruangan itu terkejut. dan langusung memeriksa layar monitor-monitor itu. Terlihat tekanan darah merespon. Denyut nadi dan pernapasan menunjukan pergerakan.


Dokte Rio dan dokte hana sampai memastikan sendiri dengan memeriksa pergelangan tangan mia. Meraka berdua tercengang. dan saling menatap.


Sedangkan andre masih terus menagis memeluk mia dengan erat. bahkan andre belum sadar bahwa kondisi mia kembali merespon.


"Bangun lah sayang mas mohon,.....bangun lah, jangan tinggalkan mas seperti ini!" cecar andre tak henti-henti sembari terus menangis.


Jari Mia begerak. Dan mata Mia perlahan mulai terbuka memindai ruangan. dan melihat banyak orang sedang memperhatikan dirinya dengan sangat intens.


Pelukan hangat dan suara tangis sesegukan Andre. menyadari Mia bahwa dirinya sedang di khawatirkan banyak orang.


"Masssss....!"Panggil Mia pelan. membuat para dokter tercengang dan juga takjub. saat melihat Mia yang mulai sadar.


Begitu juga andre yang mendengar mia memanggilnya, membuat Andre melonggarkan pelukanya dan menatap wajah Mia,


Terlihat sayup-sayup mata Mia memandang andre dengan rasa sayang yang sulit di jabarkan.


Sontak Andre semakin menangis sejadi-jadinya bukan karena takut. melainkan karena bahagia.


"Berjanjilah kau tidak akan meninggalkan mas mia!" tangis andre memeluk dan mencium kening dan pucuk kepala mia.


"Iya mas." jawab Mia singkat.


Para dokter menarik napas lega. meraka sangat bahagia saat melihat Mia sadar dan melewati masa kritisnya.


Bahkan dokter hana sampai menagis haru melihat suami istri yang berjuang bersama-sama itu.


"Ini benar-benar Ajaib" ujar dokter hana dengan rasa kagum dan juga lega.


"Yak, mungkin ini yang dinamakan kekuatan cinta, bahkan Malaikat pun tidak tega membawa Mia, karena mereka berdua pantas mendapatkan kebahagian sampai tua." seloroh Rio menjawab dokter Hana.


Sedangkan tuan wijaya yang melihat keadaan di depan matanya itu.


lansung memeluk Bayu dan Tito berdua sambil menagis terharu begitu juga Ayu menagis bahagia melihat mia dan andre bersama.


****


Hari demi hari kondisi Mia semakin pulih, ia tak lagi di tempati di ruang ICU,


Cukup di ruang rawat inap. Sebuah ruangan vvip yang andre pesan, untuk Mia bersama putra-pura nya dan juga dirinya.


Mia dan andre bisa melihat dan mendampingi bayi-bayinya setiap saat.


***


Setelah satu bulan Mia sudah di perbolehkan pulang. Mia dan andre menatap rumah nya. Yang kini akan semakin ramai karena kelahiran putra-putra nya.


Yang sudah di beri nama Arfhan dan Arkhan.


Tuan wijaya langsung menyambut menatu dan cucunya. tidak lupa ia juga memamerkan buku nikah dirinya dengan Ayu.


Andre dan Mia terkekeh sembari memberikan dua jempol untuk papahnya itu.


Sedang Tito. tanggung jawabnya semakin berat. karena dia telah naik pangkat. mengemban tugas. sebagai pewira Komisaris Jendral Polisi(KOMJEN).


Tak lupa juga Bayu si jomblo macco. yang semakin sibuk. membatu andre mengurus perusahan wijaya grup dan PT Adiguna.


Hari-hari Andre dan Mia semakin bahagia. mereka bekerja sama merawat Arfhan dan Arkhan. sosok bayi-bayi yang sangat aktif, pintar dan menggemaskan.


💞💞💞💞💞💞💞💞


Hai hai akhirnya kita sampai di penghujung cerita, tentang perjuangan Andre dan Mia.


Thor ucapkan terima kasih banyak like favorit, komen hadian dan vote nya. untuk bestie yang sudah mampir di karya thor ini.


Dan juga maaf kalau up nya selalu lambat.🙏🙏🙏 belum lagi taypo yang bertebaran seperti kembang duren atau daun kering pohon beringin.😅😅😅


sampai jumpa dadahhhh....😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2