
"Kenapa kalian berdua melakukan ini pada ku? Mia, papah, kalian berdua sudah benar-benar keterlaluan." gumam andre dalam hati. menahan sesak di dada atas Kekecewaan yang Andre hadapi.
"Tuan muda, apa tuan baik-baik saja" tanya pelayan khawatir
"Iya, tinggalkan aku sendri!" jawabnya dingin.
"Baik, sebelum itu kami berdua benar-benar minta maaf." seloroh pelayan itu menyesal karena sudah membuka berkas-berkas milik Mia.
Andre benar-benar tidak percaya. Papah dan Mia sama sekali tidak menghargai perasaannya.
Dengan diam-diam membuat surat perjanjian yang begitu konyol untuk pernikahannya.
Rasa kecewa yang begitu besar tehadap Mia dan juga tuan Wijaya. Seperti hantaman untuk dirinya yang terasa sesak didada.
Sehingga membuat Andre pingsan tiba-tiba.
Para pelayan yang hendak pergi. Dibuat syok melihat Andre jatuh kelantai tak sadarkan diri.
Mereka dengan cepat mencari pertolongan. memanggil doktar dan juga tuan wijaya.
*****
disisi lain
Bayu dan Mia yang sedang duduk menghadap pak Heru yang terus tertunduk malu.
"Maksud kedatangan saya kisini, ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada nyonya Mia dan juga pak Bayu, atas semua kesalahan yang sudah saya buat." ujar pak heru sungguh-sungguh.
"Iya tidak apa-apa, saya mengerti keadaan pak heru, mas bayu sudah mencerita sama saya." sahut Mia ramah.
"Ciihk, yang benar saja, kenapa kau tidak marah sudah jelas-jelas dia menyusahkan kita." celetuk bayu mengeluh tidak suka mendengar Mia yangn terlalu baik.
Pak heru yang mendengar itu kembali tertunduk malu sehingga dengan cepat Mia menginjak kaki Bayu. Membuat Bayu meringis kesakitan.
"Saya akan bertanggung jawab atas kesalahan yang sudah saya buat, mulai sekarang biarkan saya yang mengurus pekerjaan di Provinsi kalimantan dan juga Palembang." jelas pak Heru
"Saya juga sudah membeli beberapa Tiket darat dan laut untuk beberapa karyawan yang akan saya bawa." sambung pak Heru meyakinkan mereka berdua.
"Lalu bagaimana tentang papah, bisa-bisa pak Heru akan di pecat." ujar Mia yang memikirkan situasi pak heru.
"Biarkan saja!" celetuk Bayu, membuat Mia geram dengan mulut bayu. Dan kembali menginjak kaki Bayu kedua kalinya.
"Iisskkk sakit!" pekik Bayu penuh penakanan. pak Heru hanya bisa tertunduk pasrah.
Tiba-tiba sebuah handphone bergetar di dalam tas Mia. Segara Mia meraih hand bag miliknya dan mengambil handphone yang terus bergetar.
Mia dan Bayu heran saat melihat panggilan yang berasal dari rumah wijaya. Dengan cepat Mia menggeser warna hijau di layar. Lalu mengarahkannya ketelinga nya.
"Hallo, nyonya?" panggil seorang pelayan dari saluran handphone milik Mia.
"Iya ada apa?" tanya Mia
"Tuan muda Nyonya!"
"Ada apa dengannya?"
"Tadi tuan muda pingsan, dan sekarang sedang di periksa Dokter di rumah." jelas pelayan itu dengan panik.
__ADS_1
"Apa dia baik-baik saja?" tanya Mia semakin khawatir.
"Belum tahu Nyonya."
"Baiklah saya akan segera pulang!" jelas Mia mematikan panggilan dilayar handphone Miliknya.
"Ada apa?" tanya Bayu
"Mas Andre pingsan!"
"Astaga, apa yang terjadi sebenarnya"
"entahlah sebaik antar Mia pulang, perasaan Mia tiba-tiba saja tidak enak."Mia mulai gelisah. apa lagi Andre dan mia memang sedang bertengkar.
Pak heru haya bisa mempersilakan Bayu dan Mia pargi. ia tidak mungkin ikut besama mereka. Yang ada malah membuat rumah wijaya semakin kacau.
Di perjalanan Mia terus saja gelisah tidak menentu. ia ingin cepat-cepat sampai melihat keadaan Andre sumainya.
***
dirumah Wijaya.
Seorang dokter muda dengan ramah, sedang menjelaskan keadaan Andre yang sebenarnya kepada tuan Wijaya.
Kalau Andre baik-baik saja hanya saja belum pulih dari trauma. Yaitu kejadian kecelakaan yang pernah menimpanya.
Setelah menjelaskan panjang lebar. Dokter itu pun izin pulang.
dokter itu terus melangkah berjalan keluar pintu utama. Dan menarik handel pintu agar terbuka. Akan tetapi tiba-tiba saja.
"Bukkk suara benturan.
Sehingga wajah dan tubuh dokter itu menabrak daun pintu. sampai terhuyung Mundur.
"Aaakk...!?" pekiknnya.
"Astaga apa kau baik-baik saja, maaf Mia tidak sengaja!" seloroh Mia panik sambil menepuk lengan dokter itu. Dan kembali berlari menuju kamar suaminya.
Dokter itu terperangah tidak percaya. Meperhatikan Mia yang terlihat begitu gelisah.
***
Sesampainya dikamar dengan pintu yang memang sudah terbuka.
Segera Mia melangkah masuk mendekati Andre. Tanpa menghiraukan kehadiran tuan Wijaya. Yang sejak tadi sudah bersama suaminya.
"Mas Andre, apa Mas baik-baik saja?" tanya Mia sangat khawatir, sambil menyentuh bahu suaminya.
Namun dengan cepat Andre menepis tangan Mia. membuat Mia cukup kaget.
"Ada apa Mas, Apa ada yang sakit?" tanya Mia menggenggam tangan Andre.
Lalu menatap suaminya dalam-dalam. terlihat jelas raut wajah Andre di penuhi kemarahan.
"Jangan menyentuhku." tukas andre begitu dingin dan kembali membuang tangan Mia dengan kasar.
Tiba-tiba saja hati Mia begitu sakit merasakan penolakan Andre yan terlihat tidak wajar.
__ADS_1
Dengan perasaan tidak menentu Mia kembali mencoba memberanikan diri. Menyentuh pipi Andre dengan kedua tangannya. Agar Mau menghadap Mia.
"Ada apa Mas, bicaralah?." bujuk Mia dengan lembut. sambil terus menunggu jawaban.
Namun yang Mia dapatkan bukan jawaban. Melainkan kekerasan.
karena Andre bangkit dan mendorong tubuh Mia dengan kasar hingga jatuh kelantai.
sontak Mia begitu terkejut mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya.
Begitu juga dengan bayu yang baru datang. Menatap tajam kelakuan Andre yang sudah kelewatan.
"Bos, apa yang kau lakukan, ini benar-benar kelewatan," tegur Bayu begitu geram.
"Diam kau, jangan coba-coba ikut campur, ini urusan aku dan Mia!" sahut Andre penuh emosi.
Bayu begitu heran dengan semua ini. Bahkan tuan wijaya diam saja melihat putranya menyakiti Mia.
"Mas begitu marah, apa Mia punya salah ?" tanya Mia mulai kecewa. sambil berusaha bediri kembali menghadap suaminya,
"Iya, bahkan kesalahanmu sangat besar Mia!" bentak Andre meluapkan seluruh emosinya.
Dengan tangan yang tiba-tiba mengambil amplop besar berwarna coklat dan melemparkan tepat kewajah Mia.
Mata Mia membulat sempurna, meperhatikan amplop besar berwarna coklat, dengan dua lembar kertas bermaterai dan dengan tanda tangan Mia.
Tubuh Mia gemetar. Apa yang menjadi ketakutanya. Kini terjadi sehingga mau tidak mau Mia harus hadapi.
Bayu yang sejak tadi penasaran. Lalu mengambil dua lembar kertas yang sudah tergeletak di lantai.
Lalu mencoba Mencerna semua isi perjanjian yang tertulis di dalamnya.
Seketika Bayu, Menatap Andre, Mia dan juga tuan Wijaya. dengan rasa tidak percaya.
"Mia bisa jelaskan semua ini mas!" pinta Mia.
"Oh, benarkah? tentang mu yang hanya istri sementara, karena menikah dengan pria buta!" ujar Andre menyindir Mia.
"Itu tidak benar mas!"
"tidak benar bagaimana Mia, sejak awal kamu sudah memutuskan sendiri tanpa memberitahuku, kau tidak pernah menganggap ku mia." ujar andre begitu kecewa.
" Mas dengarkan dulu, Mia mohon!".
"Sudah cukup Mia, aku tidak butuh penjelasan mu, aku benar-benar membenci mu!" tukas Andre tegas mengintimidasi.
"Mulai sekarang aku tidak mau lagi mendengar suaramu, apa lagi dekat dengan mu, jadi pergilah!" sambung Andre yang lagi-lagi menghancurkan hati Mia
Seketika tubuh Mia lemas tak berdaya. perasaan cinta yang Mia bangun setulus hati, sudah luluh lantah tak tersisa. dihadapan suami yang begitu mia cintai.
Mia terus menatap dalan diam dangan air mata yang terus berdesakan mulai tumpah, sampai akhirnya Mia menoleh tuan Wijaya. Yang sedang menunduk membuang muka.
Entah apa yang sudah dibicarakan Andre dan tuan Wijaya. sehingga Andre begitu membenci Mia.
bersambung....
Tinggalkan jejak setelah membaca yak, terimakasih.
__ADS_1