
"Mas Bayu." ucap Mia.
"Syukurlah akhirnya bisa menemukan Mu." ujar bayu lega. sambil melepas pelukannya.
"Kenapa mas Bayu ada disini?" tanya Mia heran.
Lalu menengok pak Tito yang tersenyum kaku sambil menggaruk takup lehernya yang tidak gatal.
Mia hanya bisa menghela nafas, dan paham pak Tito lah yang sudah memberitahu Bayu.
"Menjemputmu. Jangan pernah melakukan ini lagi, atau aku akan ikut membenci mu." ancam Bayu benar-benar khawatir .
Ia tidak tega melihat Mia menanggung kesalahan yang sama sekali bukan perbuatannya. Di tambah Mia sendirian sedang dalam kesulitan.
"Mia juga tidak ingin semua ini Mas, hanya saja sudah tidak ada tempat buat Mia." seloroh Mia menjelaskan keadaanyan.
"Itu tidak benar masih ada aku, yang akan menjagamu?"sahut Bayu sungguh-sungguh.
"Maaf, Mia tidak ingin menyusahkan mu mas."
"Tidak sema sekali." tukas Bayu. agar Mia tidak menganggap dirinya adalah benalu Bayu.
"Itu benar. walaupun tidak tahu masalah apa yang sedang menimpamu, tapi ucapan bayu cukup bisa di percaya, jadi jangan merasa sendirian." sambung pak Tito memberi saran.
Mia hanya tersenyum lalu mengangguk. bersyukur masih ada segelintir orang yang masih peduli dengan keberadaanya.
"Terimakasih." ujar Bayu menatap pak Tito. tanpa bantuan pak Tito sulit untuk bisa menemukan Mia di keramaian kota.
"Sama-sama, kalau begitu saya pergi dulu." balas pak Tito. Lalu mengajak Rio pergi untuk mengambil motornya yang di tinggal di pinggir jalan.
Mia juga meminta maaf kepada Rio. karena tidak sengaja sudah membuat Rio terluka dan juga kesal atas kecerobohannya.
Kini hanya tinggal Bayu dan Mia. mereka saling diam tidak tahu harus berbicara apa. Namun bayu merasa lega karena Mia baik-baik saja.
Langit yang sejak tadi mendung mulai menujukan titik-titik hujan berjatuhan.
Segera Bayu mengajak Mia masuk kedalam mobil. Lalu kembali mengemudi. Mencari tempat tinggal untuk Mia saat ini.
Di dalam mobil. Mia terus menatap hujan yang mulai turun dengan deras. pikiranya tentang Andre terus saja memenuhi ingatanya.
"Edhmm Mia, kau ingin kemana, apa mau ke rumah ibumu?" panggil bayu memecahkan keheningan.
"ibu?"
"iya,
"Entahlah tempat itu terlalu asing buat Mia?" selorohnya merasakan tidak ada kehangatan apa lagi kenyaman.
Yang ada mungkin Tuan Deri akan semakin menyalahkan Mia dan mengantar Mia kembali kekediaman tuan wijaya.
"Aku punya apartemen yang tidak di tempati, gedungnya juga tidak jauh dari sini. bagaimana kalau kau tinggal disana?." tawar Bayu.
"Terimakasih tawarannya. tapi ada satu tempat yang Mia ingin kunjungi." jelas Mia melirik bayu. Sambil memikirkan tempat yang bisa membuat Mia tenang.
"Di mana?"
__ADS_1
"Dikampung!" sahut Mia mengingat nenek yang sudah lama tidak ditengoki.
karena saat Mia menikah. nenek Mia ikut pergi bersama anak dan menantunya yaitu di bawa Bibi dan Paman Mia ke kampung.
"Baiklah akan ku antar!"
"Terimakasih"
"Hmmm.."
Di kegelapan malam yang di temani guyuran hujan. Bayu terus saja menyetir mengantar Mia ketempat tujuan.
Sudah tiga jam empat puluh menit. Bayu mengemudi mengantar Mia ke kampung halaman tempat neneknya berada. Yang letaknya cukup jauh dari jakarta.
Setelah sampai di sebuah kampung nelayanan tidak jauh dari pantai tanjung lesung Lebak Banten.
Kini Mia sudah sampai di sebuah rumah sederhana. ia segera turun dari dalam mobil. begitu juga dengan Bayu
Lalu Melangkah masuk sebuah pekarangan rumah yang masih berpagar bambu. dengan bangunan yang masih sangat sederhana.
Mia segera mengetuk pintu rumah yang terlihat sunyi. dan juga Sepi. mungkin hari yang sudah malam. Membuat pemilik rumah sedang tertidur pulas.
tokk tokk tokk.
"Assalammualaikum..." salam Mia menggema. Di depan Rumah sederhana.
"Bibi, Paman ini Mia Bi, Assalammualaikum.."salamnya lagi
"Wa'alaikum salam...." ucap seorang bapak-bapak paruh baya dari dalam rumah, segera laki-laki itu menarik gorden jendela. Melihat siapa yang datang kerumahnya hampir tengah malam.
" Mia!" pangillnya kagat melihat keponakannya datang tiba-tiba. dengan cepat beliau membuka kunci pintu. Dan membuka daun pintu itu lebar-lebar.
"Iya paman Mia baik-baik saja." sahut Mia ramah.
"Alhamdulillah, paman sampe kangen sama kamu, Ayo masuk dulu sudah malam, kamu juga siapa nama teman mu Mia?"
"Namanya mas Bayu, asisten pribadi mas Andre." sahut Mia menoleh Bayu.
Paman Mia pun segera menjulurkan tangan mengajak salaman. meski pikiranya mulai penasaran kenapa malah Bayu bukan Andre yang mendampingi Mia.
"Saya Agus pamannya Mia, kenapa nak Andre tidak ikut Mia?" tanya pak Agus. Namun Mia hanya tediam tak ingin menjelaskan apa-apa terhadap pamannya.
"Tuan Andre sedang sibuk, jadi saya yang mengantar nya." ucap Bayu menyela. melihat paman mia mulai curiga.
"yak sudah ayo masuk!" ujar pak agus.
Lalu mendorong punggung Bayu agar menyusul Mia. ia langsung mempersilakan Mia dan Bayu untuk duduk di ruang tamu.
Paman Mia segera masuk kekamar untuk membangunkan Istrinya yang masih tertidur pulas.
"Bu, bangun bu ada keponakan mu datang!"
"Siapa pak?"
"Mia?"
__ADS_1
"Mia pak, apa dia baik-baik saja pak?" tanya istrinya penasaran.
"Dia Baik. hanya saja ini mendadak sepertinya sedang ada masalah, sebaiknya jangan di bahas dulu, sudah cepat temui." seroh pak agus mengingatkan.
"Iya pak." Lalu bangkit dari tempat tidurnya melangkah ke ruang tamu. Dan melihat Mia dan Bayu sedang menunggu.
"Mia, akhirnya bibi bisa melihatmu, kemana saja kamu nak?semenjak ibumu pergi bawa kamu, bibi sama paman terus kepikiran kamu?" Keluh bibi Mia mencecar Mia dan juga memeluk penuh rindu.
Ia takut terjada apa-apa dengan keponakannya. saat nyonya Mira dan tuan Deri mebawa Mia pergi kerumah wijaya.
"Mia baik-baik saja Bi, maaf malam-malam mengganggu paman dan bibi!" sahut mia.
"Kamu bicara apa paman sama bibi ini keluargamu, malah kami senang akhirnya kamu kesini, ibuku terus saja menanyakan kabarmu nak!" seloroh Bibi mia saraya meberitahu kerinduan ibunya yang tidak lain adalah nenek Mia
"Jangan di bangunin Bi, biarkan nenek istirahat." pinta Mia
"Maaf, sebaiknya saya pulang dulu, nanti saya kesini lagi jemput Mia." ujar Bayu menyela. Tak ingin mengganggu rasa keriduan keluarga mia.
"Nak Bayu, ini sudah malam sebaiknya istirahat saja disini" ujar pak agus membujuk bayu.
"Ia betul ini sudah malam, Bibi buatkan teh hangat untuk kalian, setelah itu baru istrahat.
Bayu hanya pasrah tidak bisa menolak. apa lagi dia begitu senang melihat paman dan bibi Mia begitu menyayanginya.
ia merasa tepat mengantar Mia pulang kampung berkumpul dengan keluarga sederhana yang penuh kehangatan.
setelah meraka minum teh. Pak agus menarik koper Mia kekamar. agar Mia tidur bersama istrinya. dan pak agus tidur di ruang tamu bersama Bayu.
ke esokan harinya Bayu pamit pulang ke kota Jakarta dan. meninggalkan Mia.
Bayu juga tidak lupa. meninggalkan sebuah Atm untuk kebutuhan Mia. agar tidak menyusahkan ekonomi pak agus. selama Mia menginap di sana.
*****
hari-hari terus berganti namun paman dan bibi Mia. belum juga mendapat jawaban. tentang masalah yang dihadapi Mia.
"Bagaima ini Bu, pak?" coba lihat sejak datang kesini. Mia terus saja melamun." ujar bibi menunjuk Mia.
wanita muda yang sedang melamun. Duduk di jembatan kayu menatap para nelayan sedang mencari ikan.
"Ini semua salah bak Mira sama mas Deri, yang se'enaknya memaksa Mia menikah dengan orang kaya. pasti hidupnya hanya di jadikan pelayan mengurus pria buta." seloroh pak agus curiga. sambil meluapkan rasa emosinya.
nenek Mia hanya meminta pak agus dan istri untuk sabar agar tidak salam paham terhadap Mia.
*****
Di sisi lain
Semejak kejadian itu Andre terus meminta pelayan untuk menghubungi Mia,
namun tidak pernah di jawab Mia. panggilan dan pesan suara yang di kirim Andre untuk meminta maaf. malah membuat Mia menonaktifkan handphone miliknya.
Rasa kecewaan Mia yang begitu dalam karena ini pertama kalinya bagi Mia pertengkaran dalam rumah tangga.
Melihat Andre begitu kasar dan marah. Tak ingin mendengar suara mia apalagi disentuh mia. sehingga membuat Mia syok dan tidak percaya terhadap cinta.
__ADS_1
bersambung....
tinggalkan jejak setelah membaca yak....