Suamiku Pria Buta

Suamiku Pria Buta
Sari dan Andre


__ADS_3

"Sari!"panggil Rangga. Lalu mendekatinya.


Dengan hati tidak menentu. Rangga terus meneliti gadis remaja yang kini tepat dihadapannya yang tidak lain adalah adiknya sendiri.


Tubuh gadis remaja itu sampai gemetar sambil menatap Rangga karena terlalu kaget mendengar ucap fani.


Hati Sari tidak hanya hancur mendengar ayahnya adalah seorang pembunuh yang sedang di cari-cari.


Tapi dia juga kasihan melihat kakak satu-satunya yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga malah terjebak dengan wanita yang dari awal sari tidak suka.


"Apa benar kak, apa yang dibilang dia tadi? kalau ayah....!" ujar sari menggantung tak ingin bilang kalau ayahnya seorang pembunuh.


" Sari dengarkan kakak." pinta Rangga penuh penekanan.


" Kakak mohon yak!. Lebih baik kamu temani ibu dulu dirumah sakit kasihan ibu sendirian. Nanti akan kakak jelaskan setelah mengantarkan fani!" bujuk Rangga dengan lembut


Agar sari tak mulai bertanya. karena Rangga paham tentang keinginan sari adiknya itu. yang sudah pasti hati sari sadang menunggu puluhan jawab dari Rangga.


setelah meyakinkan. segera Rangga meminta sari masuk kedalam mobil.


Begitu juga dengan fani yang sudah kehilangan akal sehatnya sambil terus mengoceh tidak jelas. Rangga membawa dia kedalam dan membaringkan di kursi penumpang.


Didalami mobil sari masih terus melirik Rangga penuh tanda tanya. sehingga Rangga mencoba memberi pengertian


"Dek kakak mohon jangan beri tahu ibu, tentang kejadian tadi, tolong rahasia dari semua orang. Cukup kita bertiga saja yang tahu" ujar Rangga meminta pengertian.


Bukan menjawab sari malah semakin sedih mendengar penjelasan Rangga. Yang mengartikan bahwa ucap fani benar adanya. Mau tak mau sari hanya menurut saja.


Rangga segera mengantarkan sari kerumah sakit. Untuk meminta sari menemani ibunya yang masih dalam perawatan intensif.


Lalu mengantarkan fani untuk pulang kerumah tuan Deri, karena nyonya Mira sudah cemas menunggunya.


Di perjalanan Rangga terus saja menahan sesak didada. karena terlalu bayak masalah yang menimpanya.


Dari ayah seorang perampok. Ibu yang memiliki penyakit ginjal stadium G5. Sehingga sulit untuk tidak berhubungan dengan rumah sakit. Yang selalu memakan biaya tidak sedikit. Belum lagi masalah fani.


Dan kini ditambah harus menjelaskan kepada sari adik Rangga sendiri.


Rangga hanya bisa menarik nafas panjang dan menghembuskan perlahan.


Untuk menettralkan rasa pengat didada. sambil terus pokus kedepan menyetir mobil untuk mengantarkan fani dengan selamat sampai rumah.


Nyonya Mira cukup puas melihat kegigihan Rangga yang bisa menemukan fani dengan cepat.


Mira sangat berterimakasih. dan mewarkan untuk istirhat dulu didalam, Tapi Rangga menolaknya dengan sopan.


Karena dia harus segera kembali kerumah sakit. untuk menemui sari dan juga ibunya.


Dirumah sakit


Sari kembali menangis saat baru saja sampai diruangan ibunya dirawat.


Telinga sari sudah mendengar bayak kabar kejadian serupa dari para petugas rumah sakit.


Yaitu tentang korban perampokan yang sedang dirawat dirumah sakit tempat ibu sari berada.


perasaan sari semakin tercabik-cabik tidak mengerti. tangisan yang kembali tumpah sampai seorang yang baru datang langsung memeluknya.


ia dekap gadis remaja itu dengan pelukannya agar tangisannya tidak sampai terdengar keluar ruangan.


"Kakak kenapa sari punya ayah kandung seperti itu kak? sari benar-benar malu." ujar sari mengeluh didekapan kakaknya.


"kakak juga tidak tahu dek, harus seperti apa menghadapinya ayah, ini semua kesalahan kakak.!" sahut rangga menyesal.


"Kenapa kak Rangga berkata begitu?" tanya sari dengan heran.

__ADS_1


"karena perhiasan itu dek!" ujar Rangga melirik sari yang matanya sembab karena sari terus menangis.


Rangga bercerita tentang masalah yang sedang melanda dia karena perhiasan yang Rangga ambil dari Kamar ayahnya. menjadi masalah baru buat Rangga.


Rangga tidak tahu perhiasan itu milik keluarga tuan wijaya yang akhirnya dimanfaat fani untuk menjeratnya.


"selama ini ayah terus membohongi kita dek, bekas luka di wajah ayah, bukan kecelakaan dipabrik tempat ayah bekerja, tapi karena kecelakaan mobil yang ayah rampok pengemudi nya." jelas Rangga yang sudah mencari tahu masa lalu ayahnya.


Sari mulai paham tentang semua ini, kenapa Ayahnya tetap bebas tidak ditangkap polisi karena wajah ayahnya yang berubah tidak dikenali.


***


semenjak itu sari lebih sering melamun tak jelas. ia mulai minder tak lagi ingin berkumpul dengan teman-temannya. bahkan sari jadi sering bolos sekolah.


Sari lebih memilih merawat ibunya. dibanding kan harus ber'aktivitas yang lainnya.


"Bu apa yang harus sari lakukan?" ucapnya bertanya dalam hati. Menatap wanita tua yang sedang berbaring tidak berdaya. Di brankar rumah sakit setelah melakukan Hemodialisis atau cuci darah.


"Sebaiknya kamu istirahat dulu dirumah. biar saya yang menggantikan menjaga ibumu di sini!" ucap suster perawat yang baru saja datang.


"Baiklah terima kasih banyak sus" sahut sari ramah


sari pun keluar sambil melamun. Berjalan tanpa melihat kedepan dengan jelas. Sampai akhirnya sari menabrak orang yang sedang berdiri membelakangi dirinya.


Brukk


"Apa yang kau lakukan?" tanya pria yang tidak menatap orang yang menabraknya.


"Maaf saya tidak sengaja" sahut sari mendongak memperhatikan pria tinggi berwajah tampan.


" deg deg! jantung sari berdebar tidak karuan.


Sepasang cornea mata berwarna biru cerah membuat dua bola mata itu sangat indah. Namun pria itu tak sedikit pun memandang sari yang masih terduduk dibawah.


"Apa kau sedang sakit?" tegur andre. Pria yang ditabrak sari barusan.


"Tidak perlu minta maaf, lain kali kalau berjalan jangan melamun, nanti kau bisa terluka." seloroh andre menasihati.


Sari hanya mengangguk sambil terus memperhatikan Andre yang sedang kebingungan.


" iyak baik, terima kasih sudah mengingatkan. Apa tuan sedang mencari seseorang?" tanya sari heran


"Aku hanya sedang menunggu istriku," ujar Andre memberi tahu.


sebenarnya Andre dan Mia baru saja selesai konsultasi dengan dokter. Saat ingin pulang.


Tiba-tiba Mia dipanggil suster untuk keruangan dokter kandungan. Sehingga Andre memutuskan untuk menunggu saja. tapi sayang perasaan Andre tidak nyaman bila mia tidak disisinya,


"Istri?" tanya sari sedikit Kecewa,


"yak, apa kau tau ruang dokter kandungan ada di mana?" seloroh andre bertanya. karena perasaan andre yang mulai merindukan Mia.


"Di sebelah kanan tuan, depan pintunya tertulis ruanga Kia. (kesehatan ibu dan anak)," jawab sari


Sambil menunjuk arah jalan keruangan yang andre tanya, Tapi Andre hanya terdiam sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal. Membuat sari semakin heran dengan pria didepannya.


"Ada apa tuan"


"Sebenarnya aku ini tunanetra. jadi aku tidak bisa melihat dan juga tidak tahu arah ruang itu dimana?" jelas andre sedikit merasa malu.


Sari hanya mengerutkan kening tidak percaya. Mendengar perkataan andre yang begitu saja,


Lalu sari melangkah mendekati sambil melambai tangan diwajah andre.


benar saja tidak ada respons sama sekali. tiba-tiba mata sari membulat sempurna. Sambil menelan saliva susah payah.

__ADS_1


"Edhmm !" andre berdehem. Ingin tahu sari menilai dirinya seperti apa, sehingga sari membuyarkankan tatapannya.


"Maafkan saya yang tidak sopan, kalau tuan mau? biar saya antar mencari istri tuan." ujar sari sopan tak ingin membuat andre kecawa apa lagi sampai merasa terhina.


"Baiklah, kau boleh sambil bercerita apa saja. biar aku bisa mengikutimu dari belakang." seloroh andre mengarahkan. Karena andre tak ingin di sentuh apa lagi dituntun perempuan lain.


Sari hanya cengengesan tertawa pelan. melihat Andre seperti suami takut istri. entah kenapa perasaan sedih sari cukup ter'alihkan karena terus mengobrol dengan Andre


"Mari tuan saya antar!" ujar sari sambil mengarahkan. lalu pria tunanetra itu pun mengikuti sari dari belakang.


Sari mulai menceritakan keadaan ibunya yang sedang dirawat. Sehingga sari dan kakaknya harus bolak balik kerumah sakit. lama kelamaan sari jadi mengenal bayak ruangan. sari terus saja bercerita agar andre mau mengikutinya.


Setelah beberapa belokan, andre mendengar langkah kaki yang dia kenal datang dari arah depan.


"Mas Andre!"panggil Mia sambil melirik perempuan yang terus mengoceh didepan suaminya.


"Mia, aku baru mau mencari mu!" ujar Andre senang menemukan Mia.


"Seharusnya mas andre tunggu saja." jelas Mia


"Tidak apa-apa, ada dia yang mengantarkan ku!" jelas andre yang dilirik sari.


"Maaf, apa ini istri tuan." sari menyela.


"iya dia istriku namanya Mia." seloroh andre mengenalkan istri tercinta.


"Hai, salam kenal Mia!" sapa Mia bersalaman.


"Sari!" kenalnya lalu menoleh andre.


"maaf, kalau boleh tau siapa nama tuan?." seloroh sari yang belum berkenalan. dengan perasaan yang masih penasaran. melihat Andre yang begitu senang mendengar suara Mia.


"Tunggu! kalian jalan berbarengan tapi tidak mengenal satu sama lain?." tanya Mia heran. Yang diberikan gelengan kepala oleh sari. menandakan sari yang belum tahu siapa nama pria tunanetra disebelahnya.


"Belum. kami ketemu didepan tadi, dan dia yang membantu aku mencari mu!" jelas andre biasa saja. lalu menyodorkan tangan untuk sari.


Sari pun melirik Mia yang diberikan anggukan oleh Mia. bahwa Mia mengizinkan sari bersalaman dengan suaminya.


Membuat gadis remaja itu antusias meraih tangan kekar andre.


"Kumala sari" ujarnya dengan semangat seraya memberi tahu nama lengkapnya.


Namaku Andre!' Andre hermawan wijaya." sahut andre tersenyum ramah. Namun penuh penekanan agar sari mudah mengingatnya.


"Apa, itu berarti anda putra tuan besar wijaya!" tanya Sari begitu terkejut menatap pria tunanetra didepan, Lalu segera sari melepaskan salamannya.


Ada rasa tak biasa. Seperti suara petir yang langsung menyambar hatinya.


"Benar, sebagai rasa terima kasih, aku akan membantu kakakmu, untuk membiayai pengobatan ibumu selama dirumah sakit!" ujar andre bersungguh-sungguh.


Tubuh sari gemetar tidak percaya lalu berlutut didepan Andre. mendengar perkataan andre yang ingin menolong ibunya tanpa tahu asal usulnya.


Bahkan Mia sampai syok melihat Sari seperti itu. Dari kejauhan.


sepasang mata yang menatap tajam dari kejauhan terus saja mengikuti andre dan juga sari penuh selidik. bahkan pria itu lebih syok dan juga terkejut mendengar samar-samar obrolan mereka bertiga.


Tiba-tiba saja tangannya mengepal dengan kuat sambil meraih pisau didalam jaketnya. lalu berjalan mendekati mereka bertiga.


bersambung....


Hayooo, Ada yang tahu pria itu siapa ??


Bayu, Ayah Sari. Apa Rangga? atau jangan-jangan tukang rujak!' 🤔🤔😆😆


Tinggalkan jejak setelah membaca ya,

__ADS_1


Yang udah Like, favorit dan komentar terima kasih bayak. Apa lagi kalau sampai ada yang memberi hadiah dan juga vote!' ahk thor makin cinta 💞💞


__ADS_2