Suamiku Pria Buta

Suamiku Pria Buta
Menjemput


__ADS_3

Di dalam mobil Andre yang terus memeluk Mia. Yang duduk dipangkuannya.


Mia hanya terdiam seribu bahasa. Antara senang dan juga bingung dengan suami tunanetra yang berubah menjadi luar biasa.


Bahkan sikapnya begitu fosesip tidak mau melepaskan Mia. Dari dalam dekapannya.


Sesamapinya dihalaman pagar bambu rumah pak Agus. Andre turun dari dalam mobil.


Dengan Mia yang masih Setia melingkarkan tangan dileher andre.


karena Mia takut jatuh dari dekapan andre yang mengangkat tubuh Mia dalam pelukannya. karena Andre tidak mengizinkan Mia berjalan kaki.


Segera pak agus dan bi eli memapah nenek Mia.untuk segera menghampiri Andre yang sedang menggendong Mia.


"Mia syukurlah kau selamat nak." tangis nenek tua renta manatap Mia.


"Ia nek mia baik-baik saja" sahut Mia tersenyum. agar mereka tidak mengkhawatirkan dirinya.


"Mas Andre Mia mau turun, Mia baik-baik saja Mas!" sambung Mia menatap suami.


Yang sudah bisa membalas tatapan mia. Dan diberi anggukan pelan Andre. Lalu menurunkan tubuh ramping dan mungil itu.


Setelah turun segera Mia berlari memeluk nenek tua renta itu penuh pilu.


Mia terus memeluk Neneknya dengan erat. karena beliau lah yang bisa mengobati rasa kebingungan Mia yang selalu melanda. tanpa Mia pahami.


Diruang tamu. Mia terduduk di sofa melirik koper besar miliknya sudah bersandar di sana.


Dengan Andre yang melangkah dari dapur membawa segelas air putih. lalu berlutut didepan Mia.


"Minumlah dulu, ini bisa membantumu menjadi tenang!" bujuk Andre dengan suara penuh kasih sayang.


Lagi-lagi Mia hanya terdiam seperti robot kehabisan daya. Melihat mata Andre yang menatap Mia penuh cinta. Tak ada lagi tatapan kosong yang lurus kedepan seperti dulu.


Kini Pandangan halal sebagai suami istri menyatu masuk kesanu bari masing-masing. seperti pasangan normal pada umumnya.


Andre hanya terkekeh. Melihat Mia yang masih dalam mode loading seperti handphone yang kehabisan kuota. Melihat Andre yang bisa membalas tatapanya.


Segera Andre mengarakan gelas berisi air putih kebibir mungil merah ranum milik Mia.


Yang disambut tangan Mia menggenggam tangan Andre. Meski masih dalam mode loading.


Mia tetap meminumnya. Sampai air putih itu tandas tak tersisa.


Andre yang terus meperhatikan. Setiap tegukan air yang menyentuh bibir Mia tadi. Tiba-tiba ikut kehausan juga.


Sampai-sampai wajah Andre terasa panas dan tegang dibagian perut bawahnya.


"Ahk sungguh si-al, tidak bisa membaca situasi, belum juga digoda Mia, kanapa terongku sudah bangun." gerutu Andre dalam hati. Sadang memaki naluri bira-hi. Yang tidak pandang situasi.


Nenek, paman dan bi eli hanya bisa senyum-senyum saja melihat Andre salah tingkah terhadap Mia.


Bayu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. melihat tingkah Andre dan Mia yang sama-sama terpesona.


Padahal pernikahan mereka cukup lama. Andre yang sudah bisa melihat mia. semakin mengagumi sosok istri kecilnya.


Bayu yang sudah tahu kalau bosnya ingin cepat-pepat membawa Mia.


Sehingga Bayu mulai menceritakan orang-orang yang sudah menculik Mia. kepada keluarga pak agus.


Mereka ingin meminta tebusan kepada Andre dan juga tuan Wijaya namun semua itu belum terjadi.


karena andre dan bayu datang tepat waktu untuk menolong Mia.


Para pereman itu sudah dibawa pollisi. Untuk di tindak lanjuti.


Mencari siapa dalang di balik kejadian semua ini. yang sudah membayar para pereman itu untuk mengakap Mia.


Setelah mendengar cerita bayu. keluarga pak agus sudah merasa lega. apa lagi Mia juga baik-baik saja.

__ADS_1


Andre yang terus menatap mia sambil terus jakun leher andre yang tidak henti-hentinya turun naik.


Membuat Pak Agus sudah paham dengan pikiran Andre yang sedang melalang buana.


Segera melangkah mengambil koper milik Mia dan memberikan kepada Bayu.


"Pulanglah nak suamimu sudah tidak sabar tuh" ujar pak agus kepada Mia. sekaligus menyindir mata jelalatan Andre.


Mia yang masih terkejut. Dengan wajah polosnya hanya mengerinyit. tidak paham mengapa pamannya malah mengusirnya.


Sedangkan Andre hanya bisa tersenyum malu mengusap wajah yang terasa panas. Dan mengusap takup lehernya.


Lalu berdiri meminta izin membawa Mia pulang kerumah pribadinya.


"Baiklah ini sudah sore, saya minta izin membawa Mia pulang kerumah untuk membangun keluarga bahagia, Dan meneruskan program kehamilan yang sudah tertunda cukup lama." ujar Andre didepan keluarga pak agus. sekaligus menggoda Mia.


Blussssshhhh.... wajah Mia merah merona. mendengar ocehan Andre yang terlalu blak-balakan.


Semua orang didalam ruangan tertawa begitu gembira kecuali mia yang sedang menahan malunya.


Andre yang ingin menghilangkan rasa kecemasan. Yang tadi sempat mereka rasakan tentang keadaan Mia.


Setelah itu Andre dan Bayu benar-benar membawa Mia.


Tangan Mia terus di genggam Andre yang melangkah menuju mobil mewah berwarna putih milik andre.


Lalu Andre segera membukakan pintu mobil mempersilakan Mia untuk masuk terlebih dahulu. yang disusul andre dari pintu satunya.


Di dalam mobil yang sedang melaju. sebagai bayu yang menjadi sopir.


Tiba-tiba Mia melingkarkan tangan di lengan Andre. Dan menatap suami penuh dengan tanda tanya.


"Bisakah sekarang mas Andre ceritakan tentang mata mu mas, karena tadi mas menghajar para pereman itu, tepat di tempat kelemahan mereka semua."seloroh Mia sudah tak sabar. Melihat andre yang sangat berbeda.


Dengan senyum lembut Andre mengusap pipi Mia dan menarik pinggang Mia hingga duduk di pangkuannya.


Segera andre membuka topi memepelihatkan rambut pendek.


Mata Mia membulat sempurna meneliti bekas operasi yang mulai mengering


"Ini apa mas?"tanya Mia heran.


"Ini bekas oprasi kepala Mas sayang, untuk membersihkan gumpalan darah beku yang mengganggu urat saraf dan pembulu darah kemata." sahut andre tenang.


Sambil terus merapihkan anak rambut yang menghalangi pipi mia. Lalu menghirup dalam-dalam aroma sampoh di kepala Mia.


"Karena itu mas tidak menghubungi dan menerima hendpon darimu sayang, karena waktu itu mas dalam perawatan medis." lanjut andre mengucup bibir Mia


"Tapi kenapa mas Andre tidak bilang waktu itu, kalau ternyata Mas mau operasi?"


"Mas hanya tidak ingin kamu jadi khawatir!" sahut Andre jujur.


Mia menatap mata Andre yang sudah bisa meresfon. tak ada lagi kebohongan yang disembunyikan.


Yang ada hanya tatapan jujur penuh cinta dari Andre suaminya.


Mia tersenyum bahagia dan memeluk laher Andre penuh rasa suka cita. begitu juga andre yang terus memeluknya.


Perjalan yang cukup jauh dari lebak banten menuju jakarta barat.


Mia yang begitu mengantuk dan kelelahan. sehingga tanpa sadar tertidur dipangkuan suaminya.


Hampir empat jam perjalanan. dan kini mobil itu sampai di sebuah kawasan pondok pelita.


Bayu segera memutar setir mobil memasuki gerbang sebuah vila megah. yang kini menjadi rumah andre dan Mia.


Andre turun perlahan sambil membawa Mia. dan berjalan memasukki rungan utama.


Ia terus melangkah menaikki anak tangga dengan Mia yang masih tertidur pulas dalam gendongannya.

__ADS_1


Lalu masuk sebuah kamar mewah lengkap dengan isinya. Segera Mia diturunkan perlahan. Di tempat tidur berukuran king size.


Andre yang memperhatikan wajah asli Mia yang sedang tertidur pulas.


sudut bibir andre tersenyum semeringah. karena hatinya merasa puas bisa menjemput Mia.


segera Andre membersihkan diri. dan setelah selesai andre ikut masuk kedalam selimut yang sama dengan mia


***


Di pagi hari Mia terbangun dan dihadapkan sebuah dada bidang tanpa baju.


Mia mendongak melihat wajah Andre yang masih tertidur pulas. dengan tangan yang masih saja melingkar ditubuh Mia.


Segera Mia melepaskan pelukan dengan perlahan. dan bagun dari tempat tidur.


Lalu melihat sekeliling kamar yang tertata rapih. ia segera turun dan melihat isi lemari yang berisi barang-barang miliknya.


Mia tersenyum simpul sambil maraih dres biru muda selutut untuk di kenakan setelah membersihkan diri.


Setelah selesai mandi dan berdandan cantik. Mia terkekeh melihat suami benar-benar masih tertidur pulas.


Sehingga Mia memutuskan untuk membuat sarapan sembari melihat ruangan utama dan dapur barunya.


Dua pelayan begitu terkejut melihat wanita cantik keluar dari kamar majikan mereka. dan melangkah menuruni anak tangga.


"pagi...!" sapa Mia ramah


"pagi nona!" jawab pelayan dengan perasaan masih kebingungan. tapi mereka percaya wanita cantik dan ramah ini milik majikannya.


"Di mana dapurnya?" tanya Mia. membuat dua pelayan saling menatap.


"Untuk apa nona?"


"Saya mau buat sarapan !"


"Biar saya saja nona?" bujuk pelayan yang tidak ingin melihat wanita itu susah payah membuat sarapan.


"Tidak, apa-apa sekalian saya mau lihat dapurnya" tanya mia yang memang ingin melihat-lihat yang ada.


"Di sebelah sana nona biar saya antar!" jawab salah satu pelayan mendampingi Mia keruangan dapur.


Di dalam kamar. Andre terbangun menjerejapkan mata. agar pandangannya jelas.


Dengan tangan mereba-raba tempat sebelah ia berbaring namun apa yang dia cari tidak ada.


sontak Andre terkejut melihat Mia tidak ada di sampingnya. segera Andre bangun dan berkeliling kamar. tetapi tidak ada Mia.


Segera Andre keluar menuruni anak tangga. memindai semua. Dan hanya ada dua pelayan yang sedang kebingungan saja.


"Dimana istriku?" tanya Andre membuat dua pelayan kaget.


"Nyonya sedang buat sarapan tuan!" jawab pelayan.


Andre hanya menghela napas dengan kasar. Lalu melangkah ketempat Mia berada.


Sosok wanita bertubuh ramping mengenakan dres pendek biru muda yang menujukan bahu putih mulusnya.


Mia sengaja mengikat rambut panjangnya dengan gaya cepol. agar tidak mengganggu Mia saat memasak.


Andre yang memperhatikan penampilan Mia. tiba-tiba merasa tenggorokan kering. dengan jantung berdebar kencang.


Segera Andre mendekati Mia dan memeluknya dari belakang.


sambil mengecup dan menyesap bahu mulus mia. meninggal tanda merah di sana.


"Mas....!" tegur Mia yang merasa nyeri dikulit bahunya. bukan menjauh andre malah mengigit ujung telinga mia dan berbisik.


"Tunda dulu, Mas mau sarapan kamu aja sayang...!" bisik Andre. Dengan tangan Andre yang tiba-tiba mematikan kompor.

__ADS_1


Lalu memanggul Mia seperti karung beras. Dan terus melangkah menaiki anak tangga.


Tinggalkan jejak setelah membaca yak 😊😊😊😊


__ADS_2