
Apa kau benar-benar tidak mengenaliku Fani?" tanya Rio penuh selidik.
Fani hanya terdiam sambil mengerutkan kening. Ia merasa tidak pernah bertemu dengan Rio sebelumnya.
Namun berbeda dengan Rio yang lansung mengakrabkan diri dengan fani. Tanpa malu-malu secara langsung memanggil nama Fani.
Fani hanya bisa menggelengkan kepala sebagai jawaban tidak mengenal sama sekali.
"Kamu beneran tidak ingat fan" tanya Rio sekali lagi.
"Entahlah, memangnya kita pernah bertemu dimana?" tanya Fani mulai penasaran.
"Bukan hanya bertemu, kau juga sampai ingin menyewaku." sahut rio menohok. membuat fani semakin bingung.
"Menyewamu!' untuk apa aku menyewa dokter?" ujar fani tidak mengerti.
"Apa kau juga lupa, setiap malam kau berpesta minum bersama teman-temanmu itu diman?." sindir Rio.
Rio ingat dengan jelas. fani selalu datang hampir setiap malam. untuk berpesata di tempat club R.A miliknya.
Bahkan kadang kala. Rio lah yang sampai mengatar sendiri minuman untuk fani dan juga teman-temanya.
Untuk sekedar membantu karyawan yang kerepotan mengantar pesanan.
Karena terlalau banyak pelanggan yang datang. sehingga Rio akan turun langsung membantu melayani para pelanggan.
"Deg" Fani terdiam mendengar perkataan rio barusan. Yang sangat jelas adalah seorang dokter terkenal.
Ia tahu fani suka berpesta dengan teman-temanya di sebuah club tempat tongkronganya.
"Bagaimana dia yang seorang dokter tahu, kalau aku suka berpesta minuman bersama teman-temanku di club R.A. apa dia jugu seorang pelanggan sepertiku?' tapi mana mungkin diakan seorang dokter!" gumam fani begitu heran.
Fani tertunduk malu. Ada seorang dokter yang mengenal dan tahu siapa fani sebenarnya. Dan itu terlihat bahwa dirinya semakin buruk saja.
Di tambah pria yang ada di depannya ini. Tahu fani sampai melahirkan anak prematur.
Terlihat sangat jelas fani tidak pernah peduli. Dan tidak mau menjaga kesehatan janin semasa dalam kandungan.
Fani mulai berfikir keras. Sambil terus mengingat-ingat. Siapa dokter rio yang sebenarnya.
Rio yang sudah selesai membalut luka ditangan Fani dengan rapi.
Hanya bisa melirik fani sambil menuggu fani mengingat dirinya.
Ia berdiri dan berjalan kesebuah dispenser lalu membuat dua cangkir kopi. untuknya dan juga fani.
Fani yang faham apa yang di tunggu Rio. Mulai membuang rasa malunya. dan menatap rio dengan tegas cukup lama.
__ADS_1
"Kenapa kau melihatku seperti itu?" lagi-lagi rio bertanya penuh teka-teki. lalu tersenyum penuh makna.
Saat fani melihat senyum rio. fani mulai teringat samar-samar. dengan seorang pria pemilik club R.A. Yang selalu ramah tamah menyapa para pelanggan.
Saat itu fani sedang merayakan ulang tahun dirinya.
Bersama empat teman perempuan yang selalu menemaninya berpesata diclub R.A.
Karena melihat pemilik club itu sangat ramah dan terlihat mudah digoda.
fani bersama teman-temanya. meminta pemilik club itu menjadi pelayan pribadi untuk semalam.
Untuknya dan juga teman-temannya. Bahkan dengan berani fani menyodorkan cek senilai Lima puluh juta sebagai uang sewa.
Rio hanya terkekeh dan menolak, lalu malah berbalik menawarkan Tiga ratus juta. apa bila fani dan teman-temanya. mau melayani rio selama dua malam.
Seketika fani sadar sampai terbelalak. mengingat pemilik club itu sangat mirip dengan dokter yang sedang duduk santai sambil menyeruput kopi yang masih panas.
Dengan rasa gugupnya. fani menelan saliva susah payah. Lalu menatap ID Card yang tergantung dikantong depan dadanya.
Meski hampir setengah meter jarak jauhnya. Namun terlihat jelas nama yang ter'pangpang di kartu ID Card itu. tertulis nama Rio Andika.
Yang hampir dengan nama tempat club berinisial R.A.
Dengan bibir fani yang terasa berat untuk mengucap. ia terus berusaha bertanya untuk menghilangkan rasa penasarannya.
"Apa anda orang yang sama, dengan orang pemilik club malam R.A?" tanya fani memberanikan diri.
Fani begitu terkejut. Dan juga heran rio adalah seorang dokter. yang bisa-bisanya malah membuka bisnis club malam.
Meski Fani selalu kagum dengan club RA yang tidak pernah sepi dari pengunjung.
seperti dirinya yang selalu ingin datang berpesta untuk melepaskan rasa pengat kehidupan.
Namun semenjak menikah dengan rangga ia benar-benar sulit untuk bisa menginjakkan kaki di sana.
Bahkan untuk menyebutnya nama ckub saja rangga marah.
"Sekarang kau sudah ingat, apa kau ingat tentang hal lainya juga?" tanya rio berharap fani menanyakan tentang kejadian yang dulu pernah menimpa dirinya.
Dari para pria hidung belang yang hampir meniduri fani ramai-ramai.
Dengan cepat rio menolong fani, dan menghajar para pria hidung belang itu.
walaupun pada akhirnya fani yang sudah tidak tahan. karena di cekoki obat perangsang.
Lalu melakukan kehendaknya kepada rio. Fani meberikan keperawanannya begitu saja secara tidak sadar. kepada rio orang yang sudah menolong.
__ADS_1
Sedangkan fani yang kembali ditanya rio. Malah berubah dengan raut wajah tidak suka.
Saat Rio yang terus memaksa fani untuk mengingat-ingat masa lalunya.
"Untuk apa aku mengingatnya!' itu hanya masa lalu, apa sekarang kau ingin mentertawaiku dan juga merendahkan ku?" sindir fani menatap tajan. dan juga angkuh.
fani hanya ingat satuhal yaitu tentang. Rio yang pernah menolak cek senilai lima puluh juta.
Dari fani yang ingin dilayani rio untuk minum. bersama empat temannya.
Dan berbalik Rio lah menawarkan tiga ratus juta kepada fani dan teman-temanya. untuk menemani rio dua malam di ranjang.
Sehingga fani dan empat temanya merasa terhina.
Rio Hanya terkekekh melihat sifat asli fani yang sudah muncul. yaitu angkuh dan suka gegabah.
"Aku tidak ingin mentertawaimu, apa lagi merendahkan mu." sahut rio serius.
"Baguslah kalau begitu, lagi pula pertemuan kita sekarang hanya kebetulan saja, karena kota ini sempit." ujar fani. yang sudah malas membahas kehidupannya di masa lalu.
"Menurutku bukan kebetulan atau kota ini sempit, tapi ada takdir yang menutun kita untuk bertemu!" Sahut rio yang mengingat fiona.
Bayi yang lahir prematur. dari sebuah kesalahan yang hilang kendali. Hingga meninggalkan benih di rahim fani.
"Takdir?" tanya fani mengerinyit heran. bahkan fani semakin kesal. saat kata takdir yang baru di ucap,
Takdir adalah sebuah kutukan bagi fani. Yang sudah mempermainkannya dirinya dan membuat seluruh hidupnya rusak.
"Iya..!"
"Jangan konyol, aku semakin tidak paham arah bicaramu dokter, dan aku juga tak ingin membahas apapun lagi tentang masa lalu!' jadi ku ucapkan terimakasih sudah mengobati lukaku" tukas fani bangkit dan hendak pergi dari ruang kerja rio. ia tak ingin membahas aneh-aneh dengan Rio
"Tunggu fan, Sejujurnya aku bertanya seperti itu. karena aku pikir kau akan ingat kejadian delapan bulan yang lalu?"
********
Dirumah wijaya.
Andre yang baru saja tiba bersama Mia didepan rumah besar wijaya .
Cukup lama andre berdiri meperhatikan bangunan tempat tinggalnya. yang ia tempati dari kecil. saat belum pindah kevila.
Kini andre bisa melihat seperti apa bangunan yang pernah andre tempati.
Andre segera melangkah ke arah pintu utama untuk melihat keadaan papahnya. Yang dikabarkan Ayulestari. kalau tuan wijaya jatuh pingsan saat di ruang rapat.
Saat didepan pintu. Andre dan mia segera disambut pak heru dan para pelayan lainya.
__ADS_1
"Selamat datang Tuan muda, nyonya Mia." sapa pak heru. mempersilakan Andre dan mia untuk masuk.
Saat Andre dan Mia melangkah masuk. tiba tiba sorang wanita cantik berlari mendekati. dan ingin memeluk Andre.