Suamiku Pria Buta

Suamiku Pria Buta
Bonus episode


__ADS_3

Kini sudah enam bulan berlalu. Dan di setiap pagi hari Andre benar-benar di buat lelah karena morning sickness yang sedang melandanya.


Bahkan ia sampai meminum beberpa obat pusing dan mual, namun semua itu tidak berpengaruh sama sekali terhadap tubuhnya.


Bayu dan Tito yang sudah siap untuk menghadiri rapat mendampingi Andre yang sebagai CEO wijaya group dan juga perusahaan Adiguna. hanya bisa saling menatap bingung harus bagaimana.


Melihat orang nomer satu perusahaan terbesar yang menjadi pimpinan mereka sedang di landa mual-mual, ala ibu-ibu hamil.


"Hey pak pol bukankah manusia selalu bilang uang bisa menyelesaikan segala masalah hidup kita." bisik bayu sembari menatap andre yang terkulai lemas. dengan wajah pucat yang di sampiri seperti berkas terbengkalai di meja kerja.


"Tidak juga, buktinya bos kita sudah memanggil dokter spesialis dari luar negeri masih saja tak bisa mengobati nya." jawab Tito sembari melipat tangan di dada.


"Sungguh mengenaskan uang banyak masih saja tersiksa." ejek bayu terkekeh. yang langsung di sikut Tito untuk tidak mengejek CEO baru. yang baru menjabat menggantikan tuan wijaya.


"Seperti kalian berdua punya banyak waktu senggang. hingga terus mengejek hidup ku yang sedang tersiksa, karena sedang berjuang menjadi calon ayah." tegur andre menatap tajam bayu, seperti elang yang ingin menangkap mangsa nya.


Dirinya benar-benar di jadikan hiburan oleh Bayu di kala dirinya sedang di landa morning sickness.


"Ma... ma... maaf Bos !!!" jawab bayu panik. sembari berpura-pura sibuk membaca dokumen. Tito hanya terkekeh melihat tingkah bayu takut.


"Rapatnya akan di mulai lima belas menit lagi, apa kau benar-benar sanggup menahan sindrom mu itu dre?" tanya Tito khawatir. melihat andre berwajah pucat pias


"Yak aku masih sanggup menahannya. rapat kali ini sangat penting jadi aku harus menghadiri nya langsung." jawab andre mencoba bersikap normal.


"Baiklah, sisanya aku dan bayu yang akan mengurus nya sampai selesai." jelas Tito menepuk bahu Bayu. membuat bayu terperangah karena mau tidak mau pekerjaan dirinya semakin bertumpuk saja.


Andre hanya tersenyum tipis sembari menganggukan kepala.


Mereka bertiga pun segera menuju ruang rapat untuk menyelesaikan jadwal pekerjaan hari ini hingga malam.


Jam sudah menunjukkan jam dua puluh dua lewat empat puluh lima menit.


Andre segera bergegas pulang kerumah, karena hari ini andre belum sempat menghubungi Mia sejak tadi pagi.


Di dalam mobil. ia terus memperhatikan foto Mia di layar depan hendpon miliknya. sosok wanita cantik dengan perut yang terlihat mulai membuncit. sedang tersenyum riang sembari membawa kotak makanan yang berisi rujak mangga muda.

__ADS_1


Lagi-lagi andre terkekeh mengingat diri mempoto Mia sembarangan di pagi hari.


karena setiap pagi Mia selalu menyiapkan kotak bekal berisi mangga muda untuk bakal andre berangkat kerja.


setelah sampai rumah para pelayan sudah menunggu di depan pintu menyambut kedatangan andre.


"selamat datang tuan." sapa para pelayan. meraih tas kantor dan membantu membukakan jas miliknya.


Andre pun mengangguk dan langsung masuk ke dalam rumah menuju kamar. namun langkah nya terhenti di ruang santai.


Ia melihat wanita yang ia cintai sedang tertidur di sofa. sembari memeluk buku panduan merawat bayi.


Para pelayan mulai ketakutan. karena melihat Mia tidur sembarangan. padahal andre selalu mewanti-wanti untuk selalu menjaga kondisi Mia.


"Maaf kami tuan, kami semua sudah membujuk nyonya untuk istirahat di kamar, tapi nyonya menolak, nyonya tetap ingin menunggu Tuan pulang, sampai akhirnya nyonya tertidur di sini."jelas kepala pelayan yang di pekerjaan andre. untuk menguras segala sesuatu nya yang berhubungan langsung tentang kesehatan Mia.


Andre hanya mendengus sebal, sembari menggelengkan kepala menatap beberapa pelayan yang menundukkan kepala.


Mereka semua takut di hukum andre karena tidak bisa menjaga Mia. namun andre hanya melambai kan tangan menyuruh para pelayan untuk meninggalkan mereka berdua.


Mata indah dengan cornea biru cerah itu mulai memperhatikan setiap inci di wajah Mia. lalu memperhatikan perut Mia yang sudah mulai membuncit.


"Pasti kau sangat lelah terus berjuang, karena mengandung dua bayi di rahim mu sayang," guman andre pelan. sembari merapihkan rambut panjang Mia penuh kasih sayang, yang menghalangi wajah cantik Mia.


Ada rasa nyeri dan sedih yang sulit di jabarkan, saat mendengar dokter kandungan yang bertanggung jawab menjaga kesehatan Mia.


Bahawa keadaan Mia tidak sedang baik-baik saja. saat Mia mulai memasuki kandungan lima bulan.


Mia mulai sering tidak enak badan, sehingga andre begitu mengkhawatirkan kesehatan Mia dan juga si kembarcalon anaknya.


Andre pun mencium pucuk kepala Mia dan mulai mengangkat tubuh Mia dalam pelukan nya.


Andre segera menggendong tubuh Mia perlahan menuju kamar penuh kehati-hatian, agar tidak membangunkan tidur Mia.


setelah sampai kamar andre segera membaringkan tubuh Mia dan menyelimuti dengan rapih.

__ADS_1


Lalu Andre beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, yang sejak tadi pagi sudah sibuk bergulat dengan tanggung jawabnya Sebagai seorang pimpinan perusahaan.


Di tambah dirinya juga memang tidak baik-baik saja karena sindrom ke hamilan Mia.


Kini Andre juga harus lebih ekstra memberikan perhatian terhadap Mia. yang selalu berpura-pura bahwa dirinya akan baik-baik saja.


setelah selesai membersihkan diri, andre yang hanya memakai handuk kecil melilit pinggang kokohnya.


segera menarik handel pintu kamar mandi untuk keluar. namun diri nya sangat kaget tidak terkira, bahkan hampir melompat karena terkejut.


"Astaga.....sadang apa kamu Yanggg????" tanya andre terkejut melihat Mia sedang berdiri di depan pintu kamar mandi.


"He... he... he.. Menunggu Mas Andre," jawab Mia menunjukkan sederet gigi putihnya sambil memeluk baju tidur untuk andre pakai.


"Maaf yak mas, tadi Mia ketiduran!" sambung Mia tak enak hati bukannya menunggu andre pulang malah ketiduran, di tambah saat bangun Mia sudah berada di kamar.


yang sudah jelas pasti suaminya yang pulang kerja harus bersusah payah menggendong tubuh Mia yang kini bertambah berat.


"Kamu ini, sudah beberapa kali mas bilang, jangan menunggu Mas di ruang tengah kalau mas sedang lembur. tunggu saja di kamar sambil tidur yang nyenyak..!" jawab andre mengacak-ngacak rambut Mia.


"Tapi...." sahut Mia di potong.


Jangan membantah, Dan satu hal lagi'! Tidak perlu melayani mas seperti ini mas bisa ambil baju sendiri pahammmmmm"....!! jelas andre panjang dan penuh penekanan di akhir kata. karena mengkhawatirkan kehamilan Mia.


Mia hanya tersenyum tipis sambil mengangguk lalu mengecup bibir andre sekilas. agar suaminya itu berhenti menceramahinya


Sehingga andre yang tadi kaget dan langsung ceramah hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Mia. yang selalu saja menggoda nya.


Bukannya di pakai baju tidur yang dibawa Mia. Andre malah kembali menggendong tubuh Mia dan membawanya ketempatan tidur.


"Pakai dulu baju nya, " bujuk Mia.


"Tidak mau, siapa suruh tengah malam begini pake kecup-kecup bibir Mas segala, jadi ada yang ikut bangun nih! " sahut Andre tersenyum penuh makna. membuat Mia terbelalak sembari menggeleng kan kepala.


****//

__ADS_1


sumpah yak si andre memang seperti hakim yang akan memberi keputusan untuk menghukum Mia.


__ADS_2