
setelah andre membujuk mia dengan akal-akalannya tetang kemeja dan juga ancaman andre akan selau mengirim bunga.
namun semua itu sia-sia. dua pria itu terdiam di ruang makan.
Dengan tangan sibuk sedang mengacak-ngacak makan siang di piring masing-masing mereka. yang sama sekali belum juga dimakan.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Bayu. Tentang Andre membujuk Mia
"Tidak mempan..!"celetuk Andre kesal. kembali perustasi.
Mia tetap saja dengan keputusanya meminta waktu untuk sebulan. Tinggal di rumah pak Agus pamannya.
Dengan alasan masih ingin bersama bibi dan neneknya.
Lagi-lagi Andre dan Bayu sangat perustasi. Rencana mereka selalu gagal untuk membujuk Mia pulang kerumah.
Sudah banyak hal yang Andre dan Bayu lakukan untuk membujuk Mia, dari membelikan tas mahal dan satu set perhiasan.
sebuah vila dipondok pelita. sebagai rumah baru untuk andre dan Mia
Sampai mengirim bunga semobil pick'up setiap hari untuk Mia.
Dan juga akal-akalan Andre dan Bayu mencari simpati mia. Namun tetap saja wanita belia itu tidak mau pulang kerumah.
Bahkan Atm yang diberikan Andre dan bayu sama sekali tidak digunakan.
Karena Bayu sudah mengecek tidak ada transaksi pengeluaran.
sungguh Andre dan Bayu begitu kebingungan. harus merencanakan apa lagi agar Mia benar-benar mau pulang kerumah.
Saat mereka sedang mencari ide gila selanjutnya. tiba-tiba suara bel rumah berbunyi.
Dengan cepat seorang pelayan lansung berlari. Untuk membuka pintu utama.
Lalu pelayan itu kembali datang menghampiri Andre.
"Maaf Tuan muda, ada seorang wanita cantik di luar, dia bilang ingin menemui anda." ujar seorang pelayan memberi tahu.
"Siapa bi?" tanya Andre penasaran.
"Saya tidak kenal tuan!"
"Bay coba kau lihat, mungkin saja itu Mia" titah Andre antusias.
"Tentu..!" sahut Bayu beranjak dari kursi dan ingin melihat siapa yang datang.
"tap...tap...tap... suara langkah kaki datang keruang makan.
Membuat Bayu terdiam melihat tamu itu sudah masuk keruang makan.
"Hai Mas Andre...!" sapanya. namun Andre diam saja.
"Nona Sherly sedang apa kau disini?" tanya Bayu mengernyit heran.
"Aku datang atas perintah Om wijaya, untuk mengantarkan makanan untuk kalian bedua." jelas sherly ramah.
" Jadi seperti ini caramu bertamu, tuan rumah belum mengizinkan kau sudah masuk !" sindir Andre malas.
"Kau ini kenapa sih dre, aku ingin melihat mu, lagi pula aku tidak buat masalah denganmu!"
__ADS_1
" Maaf nona, Kami berdua sudah makan, nona sherly tidak perlu repot-repot datang kesini." sahut bayu sinis.
"cihk benar-benar, ayolah kita bertiga tumbuh besar bersama, kanapa kalian selalu memandang aku tidak baik sih!" perotes Sherly.
****
di sisi lain.
Rio yang sedang sibuk dengan tugas-tugasnya menganalisis berkas-berkas medis.
Tiba-tiba di kejutkan seorang perawat yang terlihat gelisah meminta bantuan Rio.
"tok tok tok.....!!!!!" suara pintu di ketuk
"Masuk." sahut Rio dari dalam ruangan.
"Maaf mengganggu dok." tegur seorang suster perawat.
"Ada apa sus" tanya Rio dengan tangan dan mata masih pokus mengurus berkas medis.
" Kami perlu bantuan dokter, Ada bayi lahir prematur yang perlu di tangani sekarang juga." jelas perawat.
"Bayi, Tapi saya dokter saraf sus, bukan dokter anak." tukas Rio. Tak berani mengambil alih.
"Dokter anak masih dalam perjalanan dok, kami takut terjadi apa-apa dengan pasien bayi prematur dok." tukas perawat itu begitu panik.
Sehingga Rio harus memutuskan turun tangan, untuk melihat kondisi bayi itu seperti apa.
"Baiklah, antar aku sekarang juga." perintah Rio tegas. ia mulai Khawatir takut terjadi sesuatu yang berhubungan dengan nyawa pasien.
Dengan cepat suster itu berjalan di lorong rumah sakit untuk mengantar Rio keruang NICU.
"Berapa usianya?" tanya Rio terus berjalan mengikuti seorang suster.
"Baru lima hari dok, seorang bayi perempuan namanya Fiona." jelas suster.
"Aku butuh riwayat kesahatan bayi dan ibunya. biar tidak salah memberi penanganan!" pinta Rio.
"Baik dok!"
sesamapinya disana Rio menatap bayi perempuan bertubuh mungil dengan berat badan hanya satu koma delapan koligaram.
Di penuhi bayak alat pada tubuh yang masih merah dan juga belum berisi. dalam kedaan keritis.
Segera Rio meneliti Monitor yang memantau tanda-tanda vital bayi mungil tersebut.
Lalu memeriksa ke seluruh keadaan bayi. dan mengarahkan Tindakan cepat dan tepat.
Memberikan pertolongan sebisa mungkin. Yang pernah rio pelajari secara kedokteran.
setelah memberikan penanganan hampir satu jam berlalu. Kini bayi mungil itu sudah kembali stabil.
Membuat usaha Rio tidak sia-sia. dan juga bahagia.
Rio terus saja menatap bayi itu. Ada rasa hangat yang tiba-tiba menjalar di hati Rio. saat keadan bayi di dalam inkubator itu sudah lebih baik.
"Ternyata dokter Rio memang hebat?" puji suster memberikan dua jempol dangan perasan lega.
"Tentu saja dokter saraf tahu tentang segala hal tentang tubuh pasien." sahut suster satunya.
__ADS_1
Rio hanya tersenyum sambil kembali memeriksa monitor tanda-tanda vital pada bayi.
Mencangkup kadar oksigen dalam darah. laju pernapasan, denyut jantung, suhu tubuh, dan tekanan darah pada bayi. Yang sudah mulai stabil.
"kalian berdua tetap disini, jaga keadaan bayi itu tetap setabil. tentang nutrisi tunggu dokter anak saja yak, saya tidak mengerti!" ujar Rio menegaskan.
kalau dirinya masih ada beberapa yang memang bukan ke ahliannya.
segera dua perawat mengangguk mengerti dan menjaga bayi mungil tersebut.
"Baik dok!" sahut mereka serempak.
Rio pun melangkah keluar dari ruangan NICU itu. Yang tiba-tiba saja matanya teralihkan.
Seorang wanita yang masih berbaju pasien dengan duduk di kursi roda. sedang menuju tempat Rio berdiri.
wanita itu langsung berhamburan bersama seorang pria yang mendorong kursi roda mendekati Rio dengan cemas.
"Bagaimana keadaannya dok?" tanya pria yang sedang memegang kursi roda.
" Anakku baik-baik saja kan dok?" tanya ibu muda
Yang di perkirakan ibu kandung bayi perempuan bernama fiona tersebut.
Dengan wajah penuh kecemasan. wanita terus menunggu jawaban Rio yang malah mematung diam saja.
Membuat wanita dan pria itu semakin cemas.
Sedangkan Rio terdiam. Karena begitu terkejut melihat wanita yang sedang menanyakan keadaan anaknya kepada Rio.
"Fani..!?" gumam Rio dalam hati ia begitu kaget bukan main. Melihat wanita yang biasa glamor itu.
Ada di depan pintu kamar NICU. sambil menanyakan tentang kabar seorang bayi yang tadi sempat keritis.
Bahkan seorang pria sampai bersimpuh membujuk dan mengusap lembut. Air mata Fani yang terus mengalir.
Entah mengapa Rio menggebu-gebu ingin tahu siapa sosok laki-laki yang sedang membujuk fani.
Segera Rio berdeham menghampiri mereka berdua. Membuat pria tadi segera berdiri lalu menyentuh bahu fani,
Sehingga fani mengangkat wajah dan membalas tatapan Rio. Yang sajak tadi menatap fani.
"Apa kalian orang tuanya ?" tanya Rio penasaran. yang diberi anggukan Fani. dan Rangga
"Iya, kami berdua orang tuanya Fiona, bagaimana keadaanya?" sahut Rangga tegas dan cemas.
Membuat Rio kembali diam dengan pikiran menyasar ke arah lain.
"Dokkkk...?" tegur Fani
"Ahk maaf Bayi kalian baik-baik saja." jawab Rio dengan cepat. menghilangkan kegugupannya.
"Syukurlah fiona baik-baik saja!" sahut Rangga lega. dengan fani yang duduk di kursi roda langsung. memeluk pinggang Rangga.
Rio terus saja memperhatikan keadaan fani yang sedang memeluk rangga. tubuh lemah dengan mata sembab.
Terlihat jelas penuh kecemasan di raut wajah cantiknya. namun bukan itu yang dipikirkan Rio. ia terus meneliti sosok Rangga yang tidak pernah ditemui sebelumnya.
" Apa fani benar-benar tidak mengenali ku sekarang dan siapa pria ini?" gumam Rio dalam hati yang masih saja kebingungan.
__ADS_1
Seperti biasa tinggalkan jejak setelah membaca yak.🤗🤗🤗