Suamiku Pria Buta

Suamiku Pria Buta
Kotak Kejutan2


__ADS_3

Akhirnya bisa up juga😳😳 thor minta maaf yak🙏🙏 karena kemarin kemarin sedang kurang sehat.


mulai area no boncil ya🙏


Ok deh Capcussssss........


"Ohhhhh Tuhannnn, pakai piyama saja minta jatah sudah nambah, apa lagi pakai ini...? Rupanya penglihatan mas andre mulai nackal....!" keluh Mia mengangkat g-string tinggi-tinggi.


Dengan model tengah terbuka. Lalu merasa merinding mengusap bulu kuduknya yang berdiri. Membayangkan nanti malam akan segera terjadi.


Bahkan Mia kembali ingat. betapa pandainya andre di atas ranjang.


ia kembali melirik setumpuk lengerie. Dan kembali meraih warna biru muda yang membuat mia terheran-heran.


"Kenapa ini seperti jaring ikan milik paman sih?" bingung Mia melihat hanya benang yang di anyam jarang-jarang. Seperti jaring ikan yang di pakai para nelayan untuk menangkap ikan.


Mia kembali menggelengkan kepala sambil mengibas-ngibas tangan didepan wajahnya. yang berasa panas dan keluar asap dari ubun-ubun.


Mia pun segera merapihkan selusin lingerie yang menjadi kejutan dari suaminya.


Dan menyisakan satu set ditempat tidur. yaitu kotak pertama sebuah lengerie warna hitam sep-aha. dengan model tali pita yang haya melingkar di leher.


"Lebih baik yang ini saja, setidaknya masih bisa menutupi dua bukit kembar. Dan lahah miliku!" seloroh Mia. Yang sudah pasti akan di buang sembarang arah. Karena lahannya akan di gunakan andre bertani terong.


Mia pun segera membawa lengerlie warna hitam ke ruang ganti. Dan menarik handuk keruang mandi untuk membersihkan diri.


******


Di sisi lain


Fani terus berdiri didepan pintu kamar rangga yang masih saja dikunci dari dalam oleh rangga. semenjak tadi pagi pulang dari rumah sakit.


Entah kenapa fani merasa bersalah. sudah membuat ulah di dalam lift rumah sakit. Karena menghina Mia. yang ujung-ujungnya dirinya lah yang bertengkar dengan Rangga.


Tiba-tiba suara pintu kamar rangga terbuka. Rangga yang keluar dengan berpakaian sudah rapih.


Rangga begitu terkejut. melihat fani berdiri di depan pintu kamarnya.


"Ga, kau mau kemana?" tanya Fani memindai tubuh Rangga dari ujung rambut sampai ujung kaki. Yang terlihat begitu rapih.


"Aku mau keluar cari angin!" sahut Rangga dengan malas.


"Ga, tentang masalah tadi pagi aku minta maaf, aku tidak bermaksud memebuat keributan di rumah sakit, tiba-tiba saja aku tidak bisa menahan diri. dan ingin mengusik wanita kampung dan pria buta itu!" jelas Fani memberikan penjelasan. agar terlihat menyesal di depan rangga.


Rangga begitu gusar mendengar penjelasan fani yang masih saja mengandung hinaan untuk Mia dan Andre. Sebagai wanita kampung dan pria buta.


Ia hanya menatap Fani sebentar. Lalu menggelengkan kepala. dan juga memijit pelipisnya yang tiba-tiba terasa pusing. mendengar ocehan fani.


"Sudahlah tak perlu drema, aku tau! kau memang tidak ingin mencoba untuk berubah fani?" keluh rangga tak sabar.


"Bukan begitu Rangga" jelas Fani yang sedang memikirkan cara membujuk Rangga.


"Tidak usah mencari alasan, bukankah kau juga senang tadi pagi. ada dokter yang malah membela tingkah burukmu?" sindir Rangga.

__ADS_1


"Aku tidak mengenalnya, dia hanya ingin menerai kita, agar tidak bertengkar." jawab Fani dengan entengnya.


Padahal tadi pagi Rangga sampai adu mulut dengan Rio, karena fani terus memaksa ingin menyusul andre untuk membuat keributan.


Rangga segera menutup pintu. Melewati fani yang masih berdiri didepanya. Lalu mulai melangkah pergi.


"Ga tunggu Ga!' Rangga aku belum selesai bicara!" panggil Fani. Namun Rangga terus berlalu meninggalkan fani.


Setelah sampai luar. Dengan persaan kecewa rangga menghidupkan motor sportnya pergih entah kemana.


Fani yang masih berdiri di depan pintu kamar Rangga. dengan perasan yang lebih kacau. Ia memang menikah dengan Rangga.


Namun semua itu hanya sebatas menikah untuk menutupi aibnya. Meski tinggal seatap. Fani dan Rangga tidak pernah tidur dalam satu kamar yang sama.


Mereka memiliki kamar masing-masing. dan juga jauh dari kata-kata keluarga bahagia pada umunnya.


Rangga memang pria yang bertanggung jawab. ia memberikan uang nafkah untuk belanja dan memenuhi keperluan fani yang lainnya.


Rangga juga tidak lupa. mengurus semua biaya perawatan dan pengobatan putri Fani yaitu Fiona yang masih tinggal dirumah sakit.


Ia hanya tidak ingin menjadi suami yang di rendahkan. dan mau saja menafkahi batin fani.


karena sifat fani yang buruk dan tidak mau berubah menjadi untuk menjadi arah lebih baik.


Sehingga rangga terus menjaga jarak tentang hubungannya dengan fani.


Sejujurnya ada rasa kesepian yang fani rasakan di dalam rumah tangganya.


Dan itu semakin mencuat emosi di hati fani. Saat mengingat Andre yang dulu selalu ia tolak. Karena andre pria buta. Andre malah begitu bertingkah manis dan romantis terhadap Mia. di depan mata fani.


Apa lagi kini hidupnya sudah berubah menjadi wanita biasa. karena ayah fani yaitu tuan Deri.


Terang-terangan mengusir Fani dari rumah besar ayahnya. Yang menjadi kebanggaanya. Tak ada permintaan fani bak ratu yang selalu dituruti tuan Deri.


Tuan Deri begitu kecawa setelah mengetahui bayi yang berada di kandung fani anak dari pria tidak jelas asal usulnya.


Tuan Deri juga malu. Mendapatkan menantu seperti rangga. yang pernah menjadi gosip paling hangat.


Karena Rangga putra dari seorang perampok dan keriminal yang di tembak mati seorang polisi. tentang kecelakaan keluarga wijaya. Bahkan menyandera Mia dan ingin melukai Andre.


Tuan Deri enggan menampung fani dan rangga yang sudah mencoreng dan merusak nama baiknnya.


Tuan Deri tidak mau Reputasinya sebagai pengusaha turun. Di mata rekan-rekan bisnisnya karena ulah Fani dan Rangga.


"Ahk be-ren-gsek...!" teriak Fani yang sedang di landa emosi. ia merusak barang-barang dimeja hias sebalah kirinya.


Dan membuat tangannya sendiri hingga terluka. seorang pembantu dari arah dapur berlari menghampiri fani.


"Ada apa non, Astaga tangan nona terluka?" tegur pelayan khawatir melihat tangan kiri fani berdarah menetes kelantai.


Fani sama sekali tidak menghiraukan lukanya atau ucapan pelayan. ia segera mengambil tas miliknya dan keluar rumah begitu saja. Menuju rumah sakit tempat putrinya dirawat.


******

__ADS_1


Di Vila


Mia yang sudah selesai mandi dan sedang berdiri diruang ganti.


Menghadap cermin besar yang memantulkan tubuh cantiknya.


Di balut kain tipis transparan berwarna hitam yang begitu kontras dengan kulit putih mulusnya.


Sebuah bra yang begitu minim bahan tanpak kesulitan menahan dua bukit kembar miliknya.


sedangkan g-string tak perlu di ceritakan. sudah pasti sangat menggugah selara mata suaminya yang sah secara hukum dan agama.


"isss... padahal sudah mencari yang bisa menutipi, tapi tetap saja terbuka. meski membeli satu lusin mas andre tetap saja pelit. karena Semua hadiahnya kurang bahan!" keluh Mia dengan polosnya.


ia hanya melihat iklan di sebuah aplikasi. Tapi tidak pernah membayangkan bahwa suaminya akan menghadiahkan pakaian seprti ini.


Mia memutar-mutar tubuhnya dan meperhatikan dirinya dari pantulan cermin di depanya.


"Tidak sia-sia mas beli banyak, sangat cantik, perempuan yang jadi model iklan pakaian yang sekarang kamu pakai mah behhhh lewatttttt.....!" kagum andre hingga mata birunya hampir lompat keluar.


ia masih saja tertegun bersandar lemas tidak berdaya didepan pintu ruang ganti miliknya.


Mata biru indah miliknya terus takjub mengagumi betapa cantiknya Mia.


Rambut panjang yang masih basah setelah mandi dengan Lingerie hitam yang mia kenangan samakin begitu menggoda.


"Mas Andre!' sejak kapan mas pulang?" tanya mia heran. ia sangat kaget dan juga malu.


Dengan cepat tangan mia menitupi si bukit kembar dan bagian baw-ah miliknya.


Andre hanya tersenyum simpul. melihat istrinya masih saja malu-malu.


"Baru saja, karena mas sudah tidak sabar ingin melihat istrimas satu-satunya didunia dan di akhirat." goda andre


"Tumben banget lebayyy pasti ada maunya..!" sindir mia dengan bibir mengerucut kedepan.


Andre hanya terkekeh, Mia bukan tipe suka di buai dengan kata-kata romantis.


"Kok Mia tidak dengar mas masuk?"


"Itu karena pintu kamar kau biarkan terbuka." sahut andre berbohong. Mia hanya mengerinyit sembari mengingat


"perasaan Mia sudah tutup, malah Mia kunci tadi." gumam mia dalam hati.


"Lain kali jangan lupa, sangat berbahaya kalau sampai ada orang masuk sembarangan." sambung Andre mengarang. padahal andre memang membawa kunci cadangan.


"Tapi di sini hanya ada dua pelayan mas, itu juga perempuan paru baya, sedangkan mas bayu sudah pergi dari tadi."


"Kamu ini kalau dibilangin ngeyel yak?" tegur andre dingin dengan wajah ingin marah. Lalu melangkah mendekati mia.


"Mas kau mau apa?"tanya Mia takut. Mia terus berjalan mundur sambil meraih handuk bekas mandi dan menutupi tubuhnya. yang memang sangat menggoda.


Bersambung...

__ADS_1


Tinggalkan jejak setelah membaca yak. hari ini thor usahakan up lagi tentang terong di cabein... yang bikin Heradang.....😘😘


__ADS_2