Suamiku Pria Buta

Suamiku Pria Buta
Bab 78


__ADS_3

Hallooo Bestie thor up nich....😉😉😉😉


Oke Deh langsung saja capcusssssss........


"Jadi kau pria berengsek itu...?" tegur Rangga penuh emosi.


seketika Rio bangkit. Dan menoleh arah belakang. saat rio ingin melihat orang yang menegurnya. Tiba-tiba sebuah pukulan keras mendarat di wajah Rio.


"Bukkkk... !" wajah rio di pukul rangga. hingga tubuh rio tersungkur dimakam itu


segera Rio berusaha bangun. Namun dengan cepat rangga kembali memukul Rio


Rangga begitu kecewa terhadap rio yang baru berkata jujur sekarang. setelah meninggalnya fani yang memiliki hubungan tersebut sudah tidak ada di dunia ini.


Tak henti-hetinya Rangga terus memukul rio sembari mulai mencecar pertanyaan.


"Kenapa baru sekarang kau mengakui fiona itu putrimu. kemana saja kau salam fani hamil, apa kau tahu dia begitu perustasi selama ini?' kau benar-benar pria berengsek!" bentak Rangga. yang begitu kecewa.


Rio hanya diam saja di pukuli. padahal rio pintar beladiri. Rio tak ingin melawan. karena ia sadar bahwa dirinya juga bersalah. Membiarkan fani menghadapi masalah nya sendiri.


Saat rangga kembali melayangkan tinjunya ke wajah Rio. Namun dengan cepat seorang pria tua menangkap tinju rangga.


"Sudah cukup!' jangan menghakimi dia seperti ini, negara ini punya undang-undang kekerasan yang bisa menjerat mu nanti, kalau dia sampai mati!" tegur seorang penjaga makam sedikit meninggi.


Rangga yang tadi gelap mata. karena emosi yang sedang menguasainya. kini berangsur-ansur mulai melemah.


perlahan ia bangkit dan menjauh dari Rio dangan wajah masih penuh emosi. pria tua itu segera membantu rio berdiri.


"Kau tidak apa-apa?" tanya penjaga makam itu.


"Iya, saya baik-baik saja" sahut rio. menyeka darah dihidung dan juga sudut bibir


"Kalian berdua ini sudah dewasa bukan anak remaja!' seharusnya saat ada masalah harus dengan kepala dingin bukan pake emosi." tegur orang tua penjaga makam itu menasihati.


Ia menatap Rio dan Rangga sembari menggelengkan kepala. karena tak habis pikir melihat ulah Rangga. Yang memukul rio tanpa ampun.


Sedangkan Rangga hanya diam tak ingin menjawab pria penjaga makam itu.


ia masih saja kesal dengan rio yang belum juga menjawab sederet pertanyaan nya.


Setelah menatap Rio dengan tajam. Rangga mengutuskan meninggalkan mereka berdua.


Rio hanya menghela napas panjang melihat Rangga mulai pergi. segera rio mengucapkan terimakasih kepada pria penjaga makam itu.


" Terimakasih atas pertolongannya. Saya benar-benar minta maaf sudah membuat keributan disini" ujar rio tak enak hati. Pria itu hanya mengangguk.


setelah itu segera rio menyusul Rangga. Ada hal yang memang perlu rio bicarakan dengan Rangga. Ia terus berlari mengerjar rangga.


"Tunggu dulu, ada hal lain yang ingin ku bicarakan dengan mu!" tahan rio menahan motor rangga.


"Tentu saja, tidak hanya itu, kau juga harus menjelaskan semuanya!" sahut rangga. Dengan kesal menepis tangan rio yang menyentuh motornya.


Rangga pun menghidupkan mesin motor dan melaju meninggalkan lokasi itu. segera rio berlari memasuki mobil dan menyusul rangga.


Setelah satu kilo meter perjalanan. rangga terhenti di sebuah cafe.


Begitu juga dengan rio. Ia melirik sebuah mav biru yang berisi tentang pengajuan hak asuh bayi fiona. untuk memberi tahu kepada Rangga.

__ADS_1


Meski sebenarnya rangga masih sangat emosi. namun ucapan penjaga makam itu ada benar juga.


sehingga rangga mencoba menyelesaikan dengan kepala dingin. mencoba mendengar apa yang akan di jelaskan rio sebentar lagi.


Dua pria yang saling menatap tajam di sebuah meja kafe. namun tak saling adu pukul untuk saat ini.


segera rio mulai menjelaskan tantang fani dan dirinya. bahwa semua itu terjadi karana kecelakaan dalam penyelamatan fani waktu itu.


Rio tak menyangka perbuatan berdosa itu. membuat fani sampai hamil dan melahirkan bayi di rumah sakit tempat rio bekerja.


Semenjak memberikan pertolongan kepada bayi fiona waktu itu. Rio benar-benar terkejut dan mulai diam-diam mencari tahu sebenarnya.


Apa lagi saat rio tahu fani menikah dengan Rangga karena fani sedang hamil besar waktu itu.


Sehingga tanpa pikir panjang rio melakukan tes DNA secara diam-diam.


Rio juga semakin merasa bersalah setelah tahu hasil tes DNA itu. bahwa bayi itu memang benar anak kandungnya.


Ia juga sudah mempertanyakan kepada fani sebelumnya. Tentang kejadian malam itu. namun fani tak ingin mengungkit semua itu.


Sehingga Rio tak ingin lebih jauh untuk menjelaskan kebenarannya. Ia tak ingin menganggu apa lagi sampai merusak rumah tangga fani dan rangga,


Rio hanya bisa membantu perawatan fiona secar diam-diam. karena dirinya mulai sadar bahwa fani terlihat kurang peduli dengan bayi itu.


Segera rio menyodorkan surat panggilan dari pengadilan tentang pengajuan hak asuh Fiona. yang di peruntukan untuk fani. namun karena fani sudah meninggal. Rio hanya bisa memberikan kepada Rangga


Rangga hanya bisa menghela nafas sambil melirik mav biru didepannya. ia segera meraih. Membuka dan membaca setiap baris kata.


Dan juga sebuah kertas hasil tes DNA sebagai barang bukti bawa rio benar-benar ayah biologis fiona.


"Jadi karena ini, kau yang menyuruh petugas administrasi rumah sakit, untuk menolak uang dari ku sebagai biaya perawatan fiona.?" tanya rangga. tak lagi emosi, setelah mendengar panjang lebar penjelasan rio.


Rangga masih terdiam ada banyak hal yang harus di perjelas lagi.


"Aku tahu kau orang yang paling peduli terhadap fiona, tapi izinkan aku mengambil hak asuh fiona. aku ingin merawat dia dengan penuh kasih sayang, agar Fiona memiliki arti keluarga sebenarnya, aku mohon biarkan aku bertanggung jawab memenuhi semua kebutuhannya." sambung rio sungguh-sungguh.


"Apa kau akan tulus menyayanginya?" tanya rangga belum percaya sepenuhnya.


Karena Rangga begitu menyayangi fiona ia tak ingin terjadi apa-apa dengan fiona. namun ia sadar bahwa dirinya hanya seorang ayah tiri yang tak memiliki hak asuh anak fiona sepenuhnya.


"Tentu saja, kalau kau tidak percaya kau boleh mengawasiku setiap waktu. dan juga menggugatku tentang hak asuh Fiona, aku juga tidak akan melarangmu untuk bertemu dengannya!" sahut rio dengan tegas. dan penuh penekanan.


Dengan berat hati Rangga menatap rio. Dan berdiri untuk pergi. Rangga hanya bisa menepuk bahu rio sekilas. bahwa dia akan menerima keputusan pengadilan nanti.


*****


Dirumah wijaya.


Andre yang baru saja pulang setelah belajar mengemudi.


Segera masuk keruang tengah mencari sosok Mia.


karena sejak pagi andre sudah pergi meninggalkan Mia tanpa memberi tahu dirinya pergi kemana.


"Tuan muda sudah pulang?" tanya pak heru.


"Iya, dimana istriku?" tanya andre memindai ruangan. Namun tidak menemukan sosok Mia.

__ADS_1


"Nyonya muda belum keluar tuan, masih di dalam kamar" jelas pak heru memberi tahu.


"Apa pelayan sudah mengantar sarapan untuknya?" tanya andre


"Sudah tuan muda, hanya saja....?!" jelas pak heru menggantung.


"Ada apa?" tanya andre khawatir.


"Nyonya sedang tidak ingin sarapan tuan, sepertinya nyonya muda sedang tidak sehat." jelas pak heru.


Pak heru yang telah di beri tahu dua pelayan. Yang telah mengantar sarapan Mia. namun Mia menolak untuk sarapan.


Segera Andre melangkah dan menekan lift untuk ke lantai dua kamar nya.


Setelah sampai di depan pintu kamar. Ia segera bergegas membuka pintu untuk menemui Mia.


Terlihat Mia masih berbaring dengan selimut menutup seluruh tubuhnya.


"Yaaankkkk.." panggil andre menyentuh bahu Mia


"Hemmmm...?" jawab mia bergumam.


"Bangun dulu sebentar!" bujuk andre pelan.


"Memangnya ada apa mas?" tanya Mia. berusaha bangun dan duduk di tempat tidur.


"seharusnya mas yang bertanya, Kamu kenapa yank,?" tanya andre merapihkan rambut dikening Mia. terlihat wajah cantik itu sedikit pucat.


"Mia baik-baik saja mas, hanya lemas saja!" jelas mia apa adanya. ia segera memeluk andre dengan manja.


"Maafin mas yak yank, sepertinya semalam mas sudah keterlaluan" ujar andre menyesal. Mia mendongak dan menatap andre sembari menggeleng kepala.


Dengan gemas andre mencium bibir mia sekilas.


"Pak heru bilang kamu belum sarapan, kau mau makan apa biar Mas pesankan?" tanya Andre mengusak-ngusak kepala Mia.


"Emmmmm, Mia tidak ingin makan mas" sahut Mia dengan malas.


"Tapi, Nanti kau bisa sakit yank" jelas andre terus membujuk.


"yasudah, Mia mau buah saja," sahut mia.


"Nah gitu donk, mau buah apa?" tanya andre. dengan gemas.


"Mia mau buah mangga mas!" jawab mia tiba-tiba antusias.


"Mangga?" tanya andre mengerinyit heran.


" Yak!' Dan buah mangganya harus yang masih di pohon mas!" jelas mia dengan manja.


"Masih di pohon?" tanya andre semakin di buat bingung.


"Iya mas andreeeee!!!!, tolong yak, Mia juga maunya mas andre yang naik pohonya bisakan naik pohon mangga?" ujar Mia penuh harapan. dengan mata berbinar-binar. tidak lupa seulas senyum manis terus mengembang.


Dengan terpaksa Andre mengangguk dan tersenyum kaku.


Andre juga tidak henti-hetinya menelan saliva susah payah. mengingat dirinya semenjak kecil tidak pernah naik pohon.

__ADS_1


Seperti biasa tinggalkan jejak setelah membaca yak 😘😘😘😘😘


__ADS_2