Suamiku Pria Buta

Suamiku Pria Buta
Bab 67


__ADS_3

Di kantor polisi.


Andre yang sudah tiba ditempat Pak Tito. segera membahas masalah yang sedang di hadapi perusahaan keluarga wijaya.


Dan menyerahkan penyidikan sepenuhnya kepada Tito dan anak buahnya.


Setelah menerima berkas-berkas dan lokasi proyek itu. Tito segera memeriksa dengan rinci berkas-berkas proyek yang bermasalah.


Tito terkejut bukan main. Saat membaca beberapa masalah tentang proyek yang akan dia selidiki. sampai-sampai melirik andre berulang kali.


"Jadi semua ini proyek milik perusahaan papahmu?" tanya tito sangat kaget.


"Iyak..! karena itu aku mendatangimu!" sindir andre. yang mengetahui salah satu proyek.


Di tutup sementara dari pihak polisi yang di pimpin Tito sendiri.


"itu karena dua proyek ini memang bersangkutan dengan hukum." jawab Tito santai.


"Bisa kau jelaskan kenapa Pihak polisi sampai menutup proyek pembangunan sementara?." tanya bayu yang memang belum tahu permasalahan yang sebenarnya.


"Apa kau tidak membaca surat kabar dimedia. bahwa ada tiga mayat, diproyek pembangun apartemen dari perusahaan PT Wjaya grup?" tanya Tito ingin tahu.


Membuat bayu terbelalak terkejut. dan melirik Andre dan Tito penuh tanda tanya.


"Kau serius?" tanya Bayu ke Tito.


"Yak, kalau tidak percaya, tanya saja pada putra pemilik PT wijaya!" sahut tito menujuk andre dengan dagu


"Bos...?"


"Itu benar, dan lebih parahnya lagi masalah itu menjadi rumor bahwa proyek itu memakan tumbal." keluh andre prustasi.


Mengingat Ayu menceritakan tentang pera pekerja bangunan.


Yang tiba-tiba menemukan tiga mayat tergeletak di tempat kuntruksi.


Dan lebih parahnya beberpa orang sengaja mengunggah kejadian itu kesosial media sebagai korban tumbal pembanguan.


Sehingga reputasi perusahaan tuan wijaya jatuh dan menimbulkan masalah baru.


"Karena itu pihak polisi menutup sementara demi penyidikan." jelas tito tetap santai.


"Astaga, hancur sudah perusahaan papahmu Bos!" seloroh bayu sembarangan.


"Tidak akan...!" sahut Tito percaya diri. menenangkan Bayu dan Andre


Andre hanya mengerinyit heran. dengan maksud ucapan tito yang terlihat tenang dan biasa-biasa saja.


"Jangan bilang kau sudah dapat keterangan dan penyebab sebenarnya?" tanya andre penasaran.


"Yak, hanya saja aku belum bisa menemukan orang yang menjadi dalang yang sebenarnya." jelas Tito menetap Andre penuh penekanan.

__ADS_1


"Jadi karena itu pihak polisi belum memberikan keterangan apapun saat ini?" tanya bayu


"Hemm, hal ini masih dirahasiakan dan terus dalam penyidikan." jelas Tito kembali serius.


"Tidak masalah, itu sudah sangat membantu untuk rapat mediasi besok." sahut andre sangat senang.


"Baiklah, akanku kirim secepatnya surat keterangan dan hasil penyidikan pihak polisi ke email mu." jelas Tito.


"Dan yang lainnya hanya tentang pembebasan lahan, dan kecelakan para pekerja yang melapor kepolisian." sambung Tito menerima berkas-berkas dan lokasi proyek untuk di selidiki.


"Maaf membuatmu kerja ekstra!" ujar andre tak enak hati


" Itu tidak benar, malah sebenarnaya aku juga sangat malu dengan mu."


"Tentang apa?"


"ini tentang kasus penculikan istrimu!"


"Apa sudah ada perkembangannya?"


"Masih dalam penyelidikan aku sedang memeriksa nomer handphone dan nomer rekening bank. Yang digunakan untuk mentransfer uang kepada pereman, untuk menculik isrimu." jelas Tito yang mengurus masalah penculikan Mia waktu itu.


"Lalu bagaimana hasilnya?"


"Sangat aneh semua panggilan masuk dari nomor handphone dan transferan uang berasal dari luar negeri!"


"Luar negeri ?"


"Iya. Dan parahnya setelah di selidiki nomer rekening itu sama. Dengan orang-orang yang mendapat transferan untuk membuang mayat di tempat konstruksi milik proyek papahmu." jelas Tito terus bekerja keras mencari tahu.


Bukan untuk sekedar meminta tebusan. tapi ada hal yang lebih dari itu.


Dan semua itu. kini menjadi terhubung dengan penjahat yang sama yaitu berasal dari musuh perusahaan tuan wijaya.


"Apa ada lagi yang harusku bantu?" tanya Tito menawarkan diri.


"Tentu, seperti biasa di luar tugasmu seorang polisi?" jelas andre memberi perintah.


ia mulai paham harus melakukan apa untuk memancing penjahat itu keluar dari sarangnya.


"Baiklah, aku tahu harus apa!" sahut tito menggelengkan kepala.


"Mulailah bersandiwara" ujar bayu terkekeh sembari memberi semangat.


"Tentu!" sahut tito singkat.


"Terimakasih atas kerja keras mu...!" ucap Andre begitu bangga. memiliki teman-teman setia dan dapat di andalkan.


"Jangan sungkan kau selalu membantu ku juga, dan mau percaya denganku bahkan kau menggap kita keluarga, benarkan bayu." jelas Tito


"Iya, tak perlu di tanyakan lagi, meski sejujurnya kami berdua bawahanmu, tapi bos selalu menggap kita sederajat dan tidak pernah ada yang di tutup-tutupi sebagai sahabat." sambung bayu.

__ADS_1


Andre hanya bisa tersenyum tipis sambil menjabat tangan persahabatan dengan erat.


*


*


****


di sisi lain


fani yang baru saja pulang liburannya dari pulau Bali.


Begitu terkejut melihat rangga sedang duduk di sofa. Menunggu dirinya di ruang tengah.


Terlihat jelas raut wajah Rangga yang sedang menahan amarah.


"Hai Ga?" sapa Fani. namun Rangga segera bangkit dan melangkah mendekati fani.


"Apa ini caramu, untuk menghindari dari segala masalah" sindir Rangga sembari melipat tangan di dada.


Ia tidak mengerti jalan pikiran fani. Demi menenangkan diri.


sampai-sampai fani pergi kepulau bali. tanpa memikirkan kondisi putri kandungnya sendiri.


"Ayolah Ga jangan begitu, aku sangat stres belakangan ini!" jelas fani tak ingin menimpali Rangga.


Ia memang tertekan gara-gara ucapan rio waktu itu.


Yang meminta dirinya untuk mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu.


Sebuah kejadian yang memang menjadi mimpi buruknya.


"Sters kau bilang, lalu dimana hati nuranimu yang seorang ibu?" sindir rangga.


"Sudah jelas-jelas putri mu butuh perhatian lebih seperti nutrisi dan asimu, tapi aku malah pergi berlibur ke pulau Bali?" lanjut rangga penuh penekanan.


Rangga begitu kecewa dengan sikap fani yang semakin hari semakin hancur di mata rangga.


"Tapi ga, sudah ada dokter dan perawat yang memberi perhatian di rumah sakit. tentang asi aku sudah meminta dokter untuk memberi fiona susu formula." jelas fani tanpa dosa.


"Kau benar-benar bukan seorang ibu yang baik fani!" keluh rangga.


"Ga aku hanya...?!" jelas fani menggantung. yang sejujurnya sulit menerima Putrinya sendiri.


"Hanya apa fan, hanya akan menjual anakmu juga. karena seluruh biaya perawatan fiona, sudah di ambil alih orang lain." jelas Rangga semakin kecewa.


"Di ambil alih?" tanya fani binggung.


"Jangan pura-pura tidak mengerti. kau pasti tahu siap orang yang sudah mengambil alih biaya perawatan fiona ?" tanya rangga ingin tahu. apa yang sebenarnya terjadi


"Ga aku sungguh-sungguh tidak mengerti..!" jelas fani yang memang tidak tahu apa-apa.

__ADS_1


"Bisakah kau jangan marah, aku sangat lelah hari ini. kalau kau ingin membahas tentang fiano kita bahas nanti!" lanjut fani berjalan begitu saja.


Meninggal Rangga yang belum mendapatkan jawaban apa-apa


__ADS_2