
Di rumah sakit seorang pasien bukan di periksa atau diobati melainkan di ceramahi.
sudah setengah jam Andre duduk di temani Mia. mendengarkan Rio sedang terus berbicara panjang lebar kali tinggi.
"ini hasil medis tuan hari, dan ini yang hasil medis tuan sebelum kabur dari rumah sakit ini." sindir Rio
"Tuan andre memang di nyatakan sudah pulih, tapi tidak boleh melakukan diluar nalar. bisa-bisanya tuan kabur dari rumah sakit untuk berkelahi."
Rio masih saja tidak menyangka dengan tingkah laku pasien satu ini.
Rio tahu Andre berkelahi dari kakaknya sendiri yaitu pak Tito. Yang kini sedang menangani kasus para tersangka penculikan Mia.
"Kalau tuan memang tidak ingin menghargai kerja keras para dokter, yang sudah berusaha sangat keras menyembuhkan penglihatan tuan, setidaknya tuan bisa menjaga dan menghargai diri sendiri. agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan."
lanjut Rio kembali ceramah. Saat mau bicara lagi Andre segera memotong Pembicaraan yang menurut andre tidak akan pernah ada ujung sampai tahun depan.
"Bisa dipersingkat saja tidak, pantatku sudah keram. terus duduk di ruanganmu." keluh Andre yang sudah sangat pegal dengan telinga terasa panas.
Rio terbelalak mendengar ucapan Andre. Dengen Mia yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.
Mendengarkan permintaan suaminya yang terkesan tidak sopan.
"Aku bukan tidak sopan, tapi aku sangat bangga beribu-ribu terimakasih aku ucapkan, dengan hasil kerjamu dan juga dokter lain yang sangat memuaskan untuk pengobatanku. maka dari itu kedatanganku kemari untuk meminta maat dan memberikan imbalan yang setimpal." tukas Andre mulai menjelaskan.
Sambil memakai kaca mata hitamnya seperti biasa dia lakukan.
Andre tak ingin pamer tentang dirinya yang sudah bisa melihat.
agar tidak menimbulkan perhatian di sekitar. lalu kembali menjelaskan.
" Hanya saja waktu itu keadaanku sangat mendesak. insting seorang suami yang ingin melindungi istri. tidak mungkin aku abaikan!' untuk sekedar berbaring santai di atas brankar. sedangkan nyawa istriku sedang dalam bahaya!" lanjut Andre pelan namun tetap tegas dan jelas.
"Baiklah aku paham tuan dan saya sama-sama ingin keselamatan nyawa, datang lah minggu depan untuk Memeriksakan mata tuan." ujar Rio mengalah.
Sambil kembali mengingatkan betapa pentingnya kesehatan mata.
"Tentu Terimakasih." ucap Andre dan mia
"Sama-sama!" sahut Rio mempersilakan Andre pergi meninggalkan ruangan.
Bayu yang sedang asik dengan gadget ditangannya. melihat Andre dan Mia yang sejak tadi begitu lama di dalam ruangan dokter rio. baru saja keluar.
"Apa sudah selesai ritual Ruqiyah nya?" sindir Bayu menunjukkan sederet gigi putihnya.
"Sudah! mas Bayu mau coba?" ujar Mia, seraya menawarkan ceramah ala dokter rio
"Tidak perlu semua saraf ku baik-baik saja, tidak perlu ceramah apa lagi diruqiyah" sahut bayu. Yang sedang di pantau Andre agar tidak lama-lama menatap Mia.
"Bisakah kita pulang sekarang?" pinta Andre
"Maaf bos, sepertinya belum bisa!" sahut Bayu santai.
Andre berdecak kesal dan juga heran hari ini benar-benar terus membuat tekanan darahnya semakin tinggi.
"Memangnya kenapa?" tukas andre
" Kita akan langsung ke polres untuk mendengarkan keputusan para penyidik. setelah mendengarkan keterangan para saksi tentang penculikan istrimu Bos." jelas bayu. yang sudah dapat Info dari pihak kepolisian.
Seketika Mia dan Andre saling menatap mendengar perkataan bayu.
" Apa papah akan datang?"tanya mia mulai penasaran karena nama papah mertuanya ikut terbawa-bawa.
__ADS_1
"Mas belum tahu, tapi itu mungkin saja papah memang terlibat, dari awal papah memang ingin memisahkan kita Mia." sahut Andre mulai mengira-ngira.
"Tapi... para pereman itu plinplan mas, bagaimana mungkin mereka meminta tebusan dengan papah dan juga mas andre. kalau papah dalang penculikan mia mas." ujar mia.
Mia tidak percaya papah mertuanya sampai melakukan hal sekotor itu.
" Entahlah Mia, Mas juga tidak mengerti, kita kesana dan mendengar apa yang akan terjadi keputusan polisi." sahut andre pasrah.
Mereka bertiga pun melangkah menuju lift dan menekan tombol nomer kelantai dasar,
Ting...suara Lift Terbuka.
Dan Mereka segera masuk tanpa memeriksa siapa yang ada dindalam.
Betapa terkejutnya Mia dan Bayu melihat sepasang suami Istri yang sudah berdiri di samping kanan.
Mata mereka saling bertemu dan sama-sama saling terkejut.
Bahkan fani semakin tidak percaya melihat penampilan Mia yang semakin cantik saja.
Saat pintu akan tertutup tiba-tiba rio ikut masuk.
Ting...lift tertutup. dengan nafas rio yang menggebu-gebu.
"Tak kusangka bisa bertemu disini wanita kampung." hardik fani menghina tiba-tiba.
Fani begitu tidak suka melihat penampilan Mia yang terlihat cantik dan semakin dewasa
Apa lagi kemesraan Mia yang terus mengumbar dengan cara memeluk lengan Andre.
Mia hanya terdiam dengan Andre mengangkat wajah. Untuk melihat fani dan Rangga dibalik kaca mata hitamnya.
Begitu juga dengan Rio tidak percaya bisa satu lift bersama-sama
"Apa kabar kak Fani, mas Rangga?" tanya mia ramah tak ingin menimpali fani yang sedang menghina.
"Cihk tak perlu berbasa-basi!" ketus fani angkuh.
"Fani hentikan!" tegur Rangga tegas.
" Kami berdua baik, bagaimana kabar kalian berdua?" sambung Rangga gugup. lalu menarik fani untuk memberi ruang mereka agar mereka tidak berdesakan.
"Aku dan istriku sangat, sangat. sangat baik...!" jawab Andre menyindir.
lalu mendaratkan bibir seksinya di pucuk kepala Mia. segera Fani membuang muka marasa tidak suka.
Andre hanya menyeringai. ingin memainkan orang yang sedang menghina istrinya.
"Sungguh aneh, kanapa disini rasanya semakin panas, dan dokter, Untuk apa kau ikut masuk?" ujar Bayu menyindir. semua yang ada.
Merasakan ruangan lift penuh aura negatif, lalu bertanya Rio yang tiba-tiba ikut masuk
"ini ketinggalan!" sahut rio memberikan amplop besar. berisi data medis milik Andre.
Yang langsung diterima Bayu. rio benar-benar tidak menyangka hubungan Andre dan Fani begitu bermusuhan.
Ting.. pintu lift terbuka.
Segera Andre menarik Mia keluar untuk menaiki lift lain saja. karena dari luar ada tiga perawat yang ingin masuk lift tersebut.
Fani yang merasa Andre dan Mia sedang menghindarinya. segera ikut keluar. Yang di susul Rangga, Bayu dan Rio
__ADS_1
"Lepaskan Ga, aku ingin memberikan palajaran dengan Mentan tunanganku yang buta itu." ujar Fani meninggi. sambil menepis tangan Rangga.
Saat Fani ingin menyusul Andre dan Mia, namun Rangga kembali menahan fani,
"Cukup fani bisakah berhenti mengusik mereka, kanapa sih kau tidak pernah berubah?" ujar Rangga tiba-tiba. yang menarik paksa fani untuk masuk kembali ke lift.
"Ga aku,..?"
"Aku tidak mau dengar apa pun fani!" potong rangga. saat rangga terus memaksa fani sebuah tangan kekar menahan pergelangan tangan rangga.
"Tunggu, bisakah jangan kasar terhadap wanita!" tegur Rio dingin dan tajam terhadap Rangga.
"Tenang saja, saya masih sadar sebagai suami, dan ini masalah pribadi, bisakah dokter jangan ikut campur." sahut Rangga tak kalah dingin.
Bayu hanya menyeringai melihat drama pendek yang seperti penuh dengan dengan konflik. lalu melangkah menyusul Andre dan Mia
***
Di rumah utama. tuan Wijaya yang sedang bersandar disofa. Sibuk memijit plipisnya yang begitu berdenyut.
karena terlalu banyak masalah belakangan ini yang sedang menimpa dirinya.
Dari perusahaan yang tiba-tiba mengalami kerugain. sampai tuduhan penculikan mia.
Pria dingin dan kesepian yang usianya tak lagi muda. ia menatap poto besar dirinya semasa masih muda.
Yang tergantung dinding bersama wanita anggun yang sedang menggendong bayi bertubuh gemapal.
"Kau lihat karena kepergianmu, betapa aku kesulitanya selama ini tak ada tempat untuk mencurah segala keluh kesahku." guma tuan wijaya dalam hati. Yang merasa pusing sendiri.
Di saat itu Seorang wanita cantik bak model majalah dewasa. sedang melangkah masuk keruang tengah untuk menemui tuan wijaya.
tap tap tap suara langkah kaki dengan sepetu high heelnya. Terus melangkah penuh energi dan berhenti tepat di samping tuan wijaya.
"Siang bos besar, ini berkas-berkas untuk rapat besok." sahut Ayulestari. sekretaris tuan wijaya.
"Taru saja di situ!"
"Baik Bos."
"Bagaimana perkembangan, tentang pengacara yang kau sewa?"
"petugas polisi sedang melakukan pemeriksaan para saksi dan barang bukti. Yang saya bawa. untuk membantah semua tuduhan para pereman tentang keterlibatan penculikan nona Mia Bos." jawab ayu tegas dan jelas.
"Bagaimana tentang putraku?"
"Asisten bayu sudah mengabari saya Bos, tentang tuan muda yang sudah kembali kerumah barunya dan juga?!"
"Ada apa?"
"Tuan muda sudah menemukan nyonya Mia dan membawanya pulang kevila bos." ujar ayu memberi tahu.
"Masudmu selama ini mereka pergi diam-diam untuk mencari Mia?."
"Sepertinya begtu bos!"
Tuan wijaya dan ayu yang sedang mengira-ngira kepergian Andre yang hilamg tiba-tiba. Dan hanya sekadar untuk mencari Mia .
"Itu Berarti Andre dan Mia akan datang kepolres?."
"Mungkin saja, lalu Bos mau apa?"
__ADS_1
"Tentu saja datang memenuhi panggilan, Sekaligus menemui putraku!" jawab tuan wijaya tanpa ragu-ragu.
Tinggalkan jejak setelah membaca. yak terimaksih😊😊