
[Hallo semuaaaa... thor cuma mau bilang kalau ini cuma cerita fiksi ya, jangan di bawa mimpi, apa lagi mimpi basah 😁😁] ok deh capcussss..
Andre hermawan wijaya
Mata Mia membulat sempurna. sambil mengusap dada, Lalu merangkak naik ketubuh andre suaminya.
Mia yang sudah duduk diatas tubuh Andre. sambil menyamakan posisinya dengan milik Andre, Namun masih dibatasi kain tipis.
Entah kenapa meski sering melakukannya, jantung Mia masih saja berdebar-debar tidak karuan
Apa lagi melihat Andre yang terlentang pasrah dengan kedua tangan terkulai lemas disamping kepala. Dada bidang yang begitu luas. Beberapa otot perut menonjol sampai kepinggul.
Sungguh terlihat seperti pria cantik sedang menggoda. Dan Mialah yang sedang memaksa.
Mia sengaja bergerak dan menekan benda keras yang sajak tadi sudah menantang ingin perang. Di bawah dudukan mia.
Mia mulai mencium seluruh wajah Andre dan semakin turun menyusuri setiap inci leher Andre. Lalu mia sengaja menggigit dan menyesap meninggalkan bekas kemerahan dibawah teling andre.
Mia semakin meraba dada bidang dengan perut sixpack mejadi tumpuan tangan Mia. Membuat Andre semakin hilang kendali ingin menerkam Mia.
Sontak Andre bagun dan menarik Mia. Sehingga kini Andre yang sudah menaungi Mia.
"Sepertinya murid Mas ini sudah pintar dan cepat mengerti." ujar Andre kagum. Mia berinisiatif tanpa di pinta.
"Kan gurunya mas Andre". sahut Mia melingkarkan tangan dileher Andre lalu mengecup bibir sekilas. Andre hanya terkekeh mendengar ucapan Mia. Lalu mulai mencumbu Mia,
Tangan yang mulai menjamah melepaskan satu 'persatu yang menutupi tubuh mia. Andre mulai menyusuri setiap inci lekukan tubuh mia.
Suara Mia yang mendayu. Lolos tanpa bisa di kontrol. Saat merasakan tangan Andre menyentuh titik naluri di bagian intim milik Mia.
Membuat gelejaran-gelejaran yang membangkitkan hasrat naluri ingin lebih.
Andre bukanlah suami egois yang hanya memikirkan hasrat sendiri. Dia juga ingin istrinya merasakan hal yang sama. Sebuah kepuasan saling melengkapi.
"Ahhh...mas sakit!" seloroh Mia pelan merasakan perih di dada. tidak hanya itu. sesuatu yang besar dan juga keras terus mencoba masuk dibawah bagian Mia,
Bahkan Mia sampai meremas rambut Andre untuk menahan rasa yang sedang Mia terima.
"Sayang, yang mana yang sakit, ini apa yang ini?" sahut Andre nakal, menyesap dada mia. lalu menekan miliknya untuk masuk sempurna ketubuh Mia.
"Mas?" ujar mia penuh penekenan. lagi-lag Andre hanya terkekeh, sambil bergerak pelan tak ingin menyakiti Mia.
Detik sudah berganti menit dan menit terus belalu. Membuat Mia menggeliat tidak tahan. karena andre semakin menaikan tempo permainan.
"Tahan sayang jangan pelepasan dulu," bisik Andre yang bergerak semakin cepat. Merasa miliknya dimanjakan dibawah sana.
Remasan dan ******* didalam tubuh Mia. yang menyasap milik Andre semakin dalam. sehingga Andre semakin tidak tahan. Dan melakukan pelepasan.
"Tunggu mas, kenapa bergerak lagi?" tanya Mia yang sudah pelepasan dan juga kelelahan.
"Sekali lagi!" bisik andre dengan nada sensual
"Apa?sudah tiga kali Mas andre berkata begitu !" sahut Mia mengingatkan. Andre hanya terkekeh sambil kembali melanjutkan.
__ADS_1
Mia hanya pasrah meremas seprai yang sudah berantakan.
Meski Mia kurang pengalaman dalam beberapa posisi. Tapi tetap saja Andre tidak tahan ingin selalu berkali-kali.
"Terimakasih!" sahut Andre mencium kening mia setelah puas minta jatah.
"Hmmm"
"Mia?" Panggil Andre memedamkan kepala Mia didada bidangnya.
"Hmmm"
"Ada satuhal yang ingin mas beri tahu dan juga mas butuh pendapat mu?." seloroh Andre memeluk Mia
"Beri tahu hal apa Mas?" tanya Mia medongak melirik wajah Andre. Yang ada diatas keningnya.
"Tentang dua pilihan dari Papah waktu itu, apa kau masih ingat saat pertama kali papah mengenal kan mas ke kamu?"
"Sepertinya masih, waktu itu mas andre berdebat dengan papah!" ujar mia ingat.
"Kau benar, saat itu papah memberikan mas dua pilihan, dan mas memilih pilihan kedua di bandingkan pilihan pertama." ujar andre mulai bercerita.
"Pilihan kedua?"
"Yak, yaitu menikah dengan mu!"
"Apa mas menyesal nikah sama Mia?" tanya mia curiga.
" Mungkin awalnya, tapi mas sadar setelah mengenalmu Mas sangat beruntung memiliki pendamping sepertimu" jelas andre bersungguh-sungguh. membuat mia merona mendengar penjelasan Andre.
"Lalu pilih pertama yang sudah mas tolak, tentang apa mas?" tanya Mia penasaran.
" Rumah sakit, untuk apa Mas?"
"Untuk operasi urat saraf mata, kerena dokter bilang ada kemungkinan mas bisa kembali melihat." ujar Andre santai.
"Bisa melihat? kenapa mas malah menolak pilihan pertama dari papah, mukin saja mas Andre bisa hidup normal seperti yang lain Mas." Mia sangat kaget dan juga heran. Mengapa Andre menolaknya.
"Sudah mas coba waktu usia masih belasan tahun, papah beberapa kali mengantar Mas keluar negeri untuk menjalani oparasi, namun selalu gagal karena trauma yang mas derita.
"Apa trauma panik yang membuat mas pingsan, seperti di Rumah sakit waktu itu?"
"yak, jadi mas pasrah menerima semua ini, lalu Mas minta Papah berhenti membujuk mas melakukan operasi saat itu, tapi...??" jelas Andre, mulai ada rasa penasaran kembali.
"Tapi apa mas?" tatap Mia.
"Entahlah Mia, saat kau dalam bahaya waktu itu, tiba-tiba muncul keinginan mas untuk bisa melihat lagi. agar mas bisa selalu melihat keberadaanmu dan juga melindungimu" seloroh Andre mengutarakan keinginannya. Yang sudah lama dia pendam dalam-dalam.
"Itu berarti mas Andre harus yakin dengan diri sendri, kalau Mas Andre bisa sembuh dari trauma. dan juga mau lagi mencoba untuk datang ke spesialis mata". sahut mia memberi semangat.
"Bagaimana kalau mas gagal lagi." tukas andre tidak percaya diri.
"Apa pun yang terjadi Mia sudah menerima mas Andre sepenuh hati, jadi semangatlah Mia juga selalu ber'Doa untuk kesembuhan mas Andre.
"Baiklah akan mas coba, terimakasih sayang." sahut Andre kembali mencium pucuk rambut Mia.
__ADS_1
"Sama-sama Mas."jawab Mia. sambil kembali memendamkan wajah didada Andre.
****
Di sore hari.
Sosok gadis cantik sambil menarik koper tiba-tiba datang ke Perusahaan Wijaya group.
Berjalan santai melawati kariawan yang sedang sibuk bekerja. ia terus melangkah Anggun melewati koridor perkantoran lalu tiba pada tempat tujuannya.
"tok...tok ..tok"...suara pintu diketuk
"Masuk" jawab tuan Wijaya berwibawa. segera handel pintu ditekan dan didorong dari luar ruangan.
"Hai om" sapanya begitu ramah, dia adalah seorang wanita cantik berjalan masuk keruang kerja tuan wijaya.
"Sherly..!!!" sahut wijaya tersenyum. Lalu berdiri menyambut kedatangan sherly.
"Apa kabar om?" tanya sherly.
"Kabar om baik."
"Bagaimana dengan mu?" kini tuan wijaya yang bertanya.
"Sangat baik om, Apa sherly mengganggu?" seloroh sherly ramah.
"Tentu saja tidak, kapan kamu datang" ujar tuan wijaya seraya saling merangkul satu sama lain.
"Baru saja, setelah dari bandara sherly langsung kesini." jelasnya singkat dan padat.
"Seharusnya papahmu kasih tahu om, biar sopir Om jemput kamu."
"Tidak apa Om, Sherly bisa sendiri, buktinya sherly sudah disini!" ujarnya sambil tersenyum semringah.
"Kamu memang putri yang mandiri." puji tuan wijaya.
"Om bisa saja, oh iya bagaimana kabar mas Andre?." sahut nya, semakin antusias.
"Kabar putra om baik, kamu bisa lihat sendri nanti."
"Sherly sudah kangen om ingin ketemu mas Andre!"
"kamu ini masih sama seperti dulu, tidak sabaran kalau belum bertemu Andre!"
"he..he..he.. habisnya sherly kangan om sudah empat tahun tidak bertemu,"
"ooyah?" tuan wijaya sambil menaikkan kedua alisnya
"iya Om, ini semua Karena papah yang bisa-bisanya kirim sherly mengikuti pendidikan diluar negeri." keluh nya sambil cemberut.
"Ha..ha..ha..yak sudah, ikut om pulang kerumah, biar om yang meberitahu papahmu, kalau mulai hari ini kamu bisa tinggal dirumah om." jelas tuan wijaya panjang lebar.
"terimakasih banyak om, maaf sudah merepotkan!"
"Jangan sungkan, om sudah menganggap kamu seperti putri om sendri." jelas tuan wijaya membuka diri,
__ADS_1
Bersambung.....
tinggalkan jejak setelah membaca yak!"😊😊