
"Sayangku cintaku jagoanku....!' kalian berdua jangan kasar-kasar bercandanya di dalam sana, itu bisa menyakiti mommy!' apa kalian berdua mengerti!" tegur andre berbisik di perut mia, sembari mengusap-ngusap perut mia yang sudah membuncit itu.
Berusaha membujuk calon anaknya agar tidak menendang dengan kuat dan terus bergerak.
Tiba-tiba bayi kembar itu seperti mengerti ucapn andre. bayi dalam kandungan itu berheti menyikut dan menendang, hanya sebuah gerakan kecil yang kadang kala membuat Mia geli,
Setelah menegur bayi di dalam perut mia. Andre dan Mia saling menatap lalu terkekeh besama. karena merasa lucu, dengan calon anaknya yang ternyata mengerti apa yang di ucap andre.
Hari terus berganti hari. Mia mulai semakin merasa tidak nyaman, dengan kondisi tubuhnya itu. Bahkan keram perut hingga kepunggung semakin sering terjadi.
Akan tetapi itu bukan kontraksi. melainkan tubuh Mia yang mulai tidak sanggup menahan perkembangan janin yang semakin membesar.
Di tambah didalam kandungan Mia ada dua janin yang membutuhkan banyak asupan nutrisi dan vitamin.
Sehingga tubuh Mia lah yang mengalah. karena kesehatan Mia dari awal kandungan empat bulan mulai bermasalah.
Dengan susah payah Mia yang sedang berbaring di tempat tidur. mencoba bangun karena ingin mengambil air minum di meja nakas,
Tiba-tiba Mia mengalami keram hebat hingga mejerit kesakitan.
"AAaaarrrgg!"teriak mia. tangannya yang sedang menggengam gelas terlepas. dan gelas itu pun terjatuh kelantai.
"paranggkkk..."
Membuat Mia menatap gelas yang pecah berserakam. sambil mencengkeram seprai itu dengan kuat mencoba menahan sakit yang sedang di alaminya.
Andre yang tadi pergi meninggalkan mia di kamar, untuk mengangkat panggilan telepon, yang terus berdering tak henti-henti.
Di buat terkejut saat mendengar suara Mia yang menjerit kesakitan. dan juga suara gelas jatuh kelantai.
Sontak Andre segara masuk kamar dan melihat Mia sudah dalam keadaan fanik menahan sakit.
"Astaga sayang, apa kau keram lagi?" tanya Andre memeriksa kondisi Mia.
Terlihat jelas Mia tidak bisa menahan sakit di bagian perut dan punggung. bahkan keringat mulai mengucur di kening mia.
"Iyak mas, tapi sepertinya kali ini mia tidak bisa tahan, perut mia sangat sakit mas," keluh mia yang mulai mengeluh kesakitan.
"Aaaakkk sakit mas" jerit mia sambil menangis karena sudah tidak tahan. membuat andre ikut panik dan juga cemas.
"Bertahan lah, kita kerumah sakit sekarang!" ujar andre segera mengendong tubuh mia. dan membawanya keluar dari kamar.
__ADS_1
Seorang pengurus rumah dan dua pelayan segera berlari menghampiri andre yang sedang menggendong mia.
" Tuan muda, ada apa dengan nyonya mia?" tanya pegurus rumah itu ikut panik melihat mia.
" Cepat suruh sopir siapkan mobil, jangan lupa panggil Bayu juga di ruang kerjaku!" titah andre tegas dan tergesa-gesa.
" Baik tuan." jawab pengurus rumah, ia segara berlari keluar memanggil sopir untuk menyiapkan mobil di depan rumah.
Dua pelayan segera membagi tugas memanggil Bayu yang kebetulan sedang diruang kerja andre. dan juga menghubungi dokter Hana.
Dengan cepat semua bertidak dan bersiap, sopir segera mengemudi menghampiri pelayan di depan.
Meraka sudah bersiap untuk memasukan barang-barang keperluan persalinan kedalam bagasi, seprti tas perlengkapan Mia dan juga calon bayinya.
Saat andre dan mia mulai masuk kedalam mobil.
Begitu juga Bayu yang lansung mucul di depan pintu. lalu berlari menuju mobil yang sama.
"Biar aku yang menyetir" pinta Bayu tegas kepada sopir yang biasa mengantar andre dan Mia. bila ada keperluan di luar.
Segera Bayu masuk dan duduk di kursi kemudi. dengan sopir andre di sebalah bayu.
Bayu lansung menancap gas dengan cepat dan pehuh kehati-hatian.
Di dalam mobil. Andre terus memeluk dan menggenggam tangan mia. sambil terus meperhatikan raut wajah mia yang sedang menahan sakit,
Bahkan keringat terus saja mengucur membasahi kening dan leher mia.
" Huh.... Huh....Huh... "Mia mencoba mengaatur nafas agar tidak panik dan membuat dirinya sendiri tegang.
"Bertahanlah sayang. sebentar lagi kita sampai di rumah sakit" ucap andre mencoba menenangkan mia.
Meskipun sejujurnya hati andre begitu perih dan sakit, bahkan pikirannya sangat kacau. karena tidak tega melihat keadaan mia.
"huh...huh....huh...aaaarrrgg...anak kita mas" Keluh Mia menjerit sambil menagis. Mia khawatir terjadi apa-apa dengan anaknya.
"Sayang bertahanlah, mas mohon!" bujuk andre sungguh-sunggu.
"Berjanjilah kau harus selamatkan anak kita" ucap mia yang sudah tidak tahan menahan rasa sakit. sembari menatap andre penuh harapan.
Membuat andre menitikkan air mata, lalu mengangguk. sambil meneliti wajah mia yang semakin pucat.
__ADS_1
ingin rasanya andre bisa menggantikan rasa sakit mia, agar dirinya saja yang mengalami penderitaan yang Mia rasakan.
Jantung andre berdebar tidak karuan. Bahkan dadanya terasa sakit dengan tangan yang terus gemetar menggenggam tangan mia.
"Tambah kecepatan, istriku harus segera sampai kerumah sakit" tegur andre tegas meminta Bayu untuk menambah kecepatan laju mobilnya.
Bayu lansung menambah kecepatan, tanpa memikirkan peraturan berlalu lintas.
"Bertahan lah sedikit lagi!" pinta andre mencium kening mia. sambil mengusap-ngusap punggung mia yang sejak tadi terasa nyeri.
"Dengarkan mas, kau harus percaya, kau dan anak kita akan baik-baik saja," bisik andre pelan namun penuh penekanan. bahwa mia dan bayinya akan baik-baik saja.
Tiba-tiba Mata andre tertuju pada bercak darah di lutut hingga kepaha mia. membuat andre semakin cemas. gelisah dan penuh khawatir.
"Kita sudah sampai" pekik Bayu segera turun lalu membukakan pintu mobil untuk andre
Andre yang melihat sudah tidak jauh di depan pintu IGD. langsung turun sambil membopong tubuh Mia
Dokter Rio dan dokter Han yang melihat kedatangan Andre bersama Mia. segera memerintahkan perawat mendorong brankar menghampiri andre.
Segera Andre menurunkan tubuh mia perlahan di brankar tempat tidur itu. lalu dokter Hana langsung menyelimuti perut mia hingga kekaki.
Andre kembali menggenggam jari-jari tangan Mia sambil membantu mendorong Brankar memasuki pintu ruang IGD.
Setelah sampai di dalam. para suster sudah bersiap membantu dokter Hana dan juga dokter Rio.
Segera dua dokter itu memeriksa kondisi Mia dan juga janin didalam kandungan.
"Tubuhnya mulai demam bahkan tekanan darah mulai turun," ujar Rio memeriksa suhu tubuh Mia dan tensi darah.
"Posisi bayi-bayinya dalam keadaan normal dan juga sehat hannya saja nona mia mengalami pendarahan di jalan rahim." jelas dokter hana setelah melakukan USG.
"Sipakan ruang operasi, lajut dokter Rio tegas. memerintahkan suster yang berdiri di dekat nya itu.
"Dan kalian berdua, capat hubungi dokter spesialis bedah. untuk bersiap di ruang operasi, kita harus menyelamatkan anaknnya dan juga menghentikan pendarahannya." lanjut Rio mengintruksi dua suster di depannya.
Mereka segera bertindak menghubungi semua sesuai perintah dokter hana dan dokter rio.
Rio segera memasangkan alat infus di lengan mia. dokter hana mulai memasangkan selang oksigen kemulut mia.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
__ADS_1
Tegang yak bestie 😬😬😬😬😬, tinggalkan like komen dan vote yak 🙏🙏🙏🙏😘😘😘😘😘