
Di tempat pak agus. Mia terus saja cemberut menatap ruangan tamu yang penuh dengan bunga berbagai warna.
Bahka hanya sekadar untuk duduk saja. Sudah kesulitan dengan ruangan yang tidak tersisa.
Mia terus saja mengusak-usak kepala seperti orang bodoh.
Memikirkan permohonan maaf Andre, yang menurut Mia terlalu berlebihan dan malah mengganggu Mia.
"Sebenar mas Andre kirim bunga buat minta maaf, apa buat dagang sih, kaya orang dendam?'kok kesannya Mia kaya kupu-kupu kekurangan bunga" gerutu Mia aneh. Bingung melihat pemandangan di depan matanya.
Dari arah dapur seorang wanita tua renta. Berjalan pelan menghampiri Mia, Tiba-tiba muncul senyum saat melihat Mia yang sedang bingung meperhatikan seluruh ruangan.
"Suamimu kirim bunga lagi Mia?" tanya nenek melihat ruangan tamu empat kali lima meter. sudah tertutup bunga berbagai warna.
"Iya nek, bahkan hari ini lebih bayak di bandingkan kemarin!" keluh Mia sambil melipat tangan didada.
Mia bingung harus di apakan bunga-bunga yang ada. sambil menunjukan kartu ucapan rasa rindu Andre terhadap Mia.
"Romantis yak?" ledek nenek melirik Mia.
"Iya nek malah pake banget, diman-mana suami cuma kirim setangkai bunga, tapi beda sama mas andre, setiap hari kirim bunga semobil pick'up." senyum Mia sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Ide gila mana yang dipake Andre untuk membujuk Mia.
Karena tiap pagi mobil pickup akan datang membawa bunga seladang kerumah pak agus. sebagai permohonan maaf Andre ke Mia.
"Itu tandanya dia benar-benar sayang sama kamu." jelas nenek. Mengusap lembut pipi Mia sekilas.
"Iisss apa sih nek!" jawab Mia malu-malu sambil menepuk-nepuk pipi nya yang tiba-tiba terasa panas.
"Bukan kamu terus menatap poto diHp dan mendengar pesan suara suamimu berulang-ulang!" sindir nenek sering melihat tingkah kerinduan Mia.
"Sudah dong nek jangan menyindir Mia, Mia hanya sedang menghukum mas Andre sedikit saja." jelas Mia yang menolak pulang karena masih marah dan kecewa.
"Itu tandanya kamu menyiksa perasaan kamu sendiri, sudah telepon sana." tukas nenek. medorong Mia.
Dengan rasa canggung. Mia pun segera kekamar ingin mengambil handphone dan menghubungi Andre.
Saat terpisah rasa kecawa Mia mulai terkikis. Tergantikan rasa rindu yang terus tumbuh dihati Mia.
******
Sedangkan Andre yang baru saja selesai mandi. Dibantu Bayu yang sedang menyiapkan celana dan baju kemeja.
Bayu melirik Andre. yang terlihat begitu dingin dan lesu. tak ada semangat didalam dirinya.
Membuat Bayu hanya bisa mengusap dada. Melihat keadaan bosnya.
Saat Andre sudah memakai celana jins dan kemeja dengan rapih. lalu di bantu Bayu menyisir rambut Andre dengan rapih.
Tiba-tiba sebuah dering handphone milik Andre berbunyi. membuat Andre heran dan penasaran.
__ADS_1
Segera Bayu bejalan mendekati meja nakas. Dan meraih handphone milik bosnya. Yang tergeletak di sana.
Sudut bibir Bayu mengembang. Membaca nama kontak yang sedang menghubungi Bosnya. Di layar handphone milik pria tunanetra itu.
"Siapa yang menelponku?" tanya Andre tak sabaran.
"Istrimu Bos, videocall!" sahut Bayu memberitahu.
"Kau serius?"
"iya!"
"Akhirnya dia telpon juga, Bayu bantu aku?" perintah Andre yang tiba-tiba mengacak-ngacak rambutnya.
Membuat Bayu menyipit heran dengan tingkah Andre yang langsung berubah semangat.
sambil merusak penampilan tampan yang sudah selesai di tata.
"Bantu apa Bos?"
"Bantu aku buka kancing kemeja, lalu pasangkan dengan salah!" titah Andre tegas tak ingin dibantah.
Sambil terus merusak penampilanya dan tata rambut miliknya.
Segera Bayu menuruti apa yang dipinta Andre. Lalu memberikan handphone kepada Andre.
"Aku tunggu diluar, semoga Bos sukses!" izin bayu. Dan juga mendoakan keberhasilan Andre mengarang cerita. Untuk sekadar mencari simpati Mia.
Dan benar saja kini Andre dan Mia sudah terhubung di layar handphone.
Saat Andre mendegar Mia mengucap salam. Segera Andre membalas salam Mia dengan manis.
Mia yang tadi ingin mengucapkan terimaksih atas bunga yang sudah dikirim Andre.
Tiba-tiba teralihkan dengan pandangan Mia menatap layar. memperlihatkan penampilan Andre yang begitu kacau.
"Mas Andre, sedang apa kamu mas?" tanya Mia heran dengan penampilan Andre yang berantakan.
"Sedang pakai kemeja, tapi Mas tidak bisa?" keluh andre mengarang cerita.
"Masa sih?" tanya Mia tidak percaya.
"iya Mia, mas ini kan tidak bisa melihat, sejak tadi kerah dan ujung kemeja selalu tidak sama!" tukas Andre menjelaskan rasa kesulitan. Dengan wajah memelas.
Entah kenapa ucapan dan penampilan Andre. Yang salah mengancikan kemeja dan juga rambut berantakan. Seperti cubitan dihati Mia.
Yang terasa ngilu didada dan tumbuh rasa sedih. karena tidak ada yang mengurus kebutuhan Andre. Yang biasa diurus Mia.
Walau sebenarnya didalam hati Andre. ucapannya memiliki makna berbeda. karana kerah dan ujung kemeja memang tidak pernah sama.
"Bukankah ada Bayu?" tanya Mia mulai perihatin.
__ADS_1
"Dia sibuk."
"Kalau begitu, jangan pake kemeja, kaos saja." usul Mia. tidak tega.
"Itu sama saja, Mas tidak tahu mana depan dan mana belakang. saat memakai baju kaos." sahut andre berpura-pura didepan Mia.
Padahal Andre tahu segala pakaian yang ada, tentang kemeja atau baju biasa.
Hanya tinggal menyuntuh depan dan belakang pakaian. Andre sudah tahu posisinya dimana untuk di kenakan.
Mia hanya bisa memukul Keningnya mendengar keluhan suaminya.
"yak sudah, jangan pakai baju." celetuk Mia malas. karena Mia tahu itu semua hanya akal-akalan Andre saja, agar Mia mau pulang dan tinggal bersama.
"Ac dirumah ini sangat dingin Mia, kamu ingin Mas sakit karena kesulitan memakai baju, ditambah Mas tidak tahu remot ac dimana?." lagi-lagi Andre mengarang cerita.
"Kalau begitu Mia akan kirim pesan ke mas Bayu, untuk meminta pelayan mengurus kebutuhan mas Andre." jelas Mia tak ingin pusing.
Membuat Andre terdiam dan berdecak kesal. bingung harus mengarang cerita apa lagi, agar Mia bisa simpati dan mau pulang kerumah.
"Tapi Mia...?" tegur andre terpotong
" Mia menghubungi mas Andre, untuk berterima kasih atas bunga yang sudah mas kirimkan untuk Mia. Tapi tidak perlu mas Andre melakukan berlebih seperti itu mas." perotes Mia. pada intinya.
"Itu tanda maaf, akan mas kirim setiap hari sampai kamu mau pulang!" jawab andre tak mau kalah.
"Tapi buat apa Mas bunga semobil pick'up, rumah paman hampir terkubur bunga pemberian dari Mas." keluh Mia.
Mengedarkan pandangan yang di penuhi warna warni bunga cantik nan indah. di seluruh ruangan. Hanya bunga bangkai saja yang tidak ada.
"Biarkan saja, agar mereka tidak betah menampung mu disana." celetuk Andre sambil membuka kemeja yang sudah kusut karena ulahnya.
Tiba-tiba saja Mia merasakan panas di sekujur tubuhnya. Karena Andre sengaja mengarakan kamera sedikit menunduk.
Dada bidang putih nan luas. Beberapa gembulan otot di perut hingga kepinggul
Meperlihatkan bagian tubuh sixpack Andre yang sedang bertelanjang dada.
"Ishh apa sih, bikin Mia jadi salah tingkah!" gumam Mia dalam hati sambil menahan rasa jantung yang tiba-tiba ingin lompat keluar.
"Sudah berhenti melakukan hal aneh, paman dan bibi akan selalu sayang sama Mia, jadi percuma hanya buang-buang uang saja." sahut Mia sambil menggeser handphone miliknya.
Sebuah layar menampilkan tubuh Andre yang sedang menggoda Mia.
"Kalau kamu ingin Mas berhenti mengirim bunga. maka izinkan mas Menjemput kamu Mia!" tawar Andre mengancam Mia.
"Issk kan Mia sudah bilang tunggu sampai sebulan." bujuk Mia manja.
"Tidak bisa, Mas sudah tidak tahan hidup sendirian, kalau kamu terus menolak pulang, maka Mas yang akan ikut tinggal bersamamu dirumah paman." jawab Andre mengancam Mia.
Seperti biasa tinggalkan jejak setelah membaca yak😊😊😊😊
__ADS_1