
Setelah melakukan oprasi saraf mata dan pembulu darah yang tersumbat. Karena terganggu gumpalan darah beku diotak.
Kini Andre sedang masa pemulihan. tak ada lagi gelap yang menyelimuti hidupnya,
Andre begitu bahagia. Ia benar-benar seperti baru di lahirkan kedunia dan mengenal arti cahaya.
Tak hanya indahnya warna warni perkotaan. Melihat terang menderang dunia disinari matahari.
Dan dikala gelapnya malam. diterangi lampu-lampu indah perkotaan yang dipenuh layar teknoligi.
Ia meresa bersyukur. ini seperti anugerah yang sudah lama pupus dan tak percaya masih ada hari ini.
kini Andre bisa mengenal satu persatu orang yang dekat dengannya seperti apa wajah mereka.
Meski ada nyeri di kepala yang masih terasa. paska operasi saraf otak. yang sudah menyumbat pembuluh darah kemata.
Itu tak ada artinya dengan jantungnya yang selalu berdebar tidak karuan.
Saat melihat sebuah poto wanita yang masih berumur remaja. Yang sudah bersetatus istrinya di handphone miliknya.
Andre terus mengusap lembut layar itu dan sesekali mencium penuh rindu.
Andre ingat. Mia yang tak pernah mengeluh mengurus segala keperluan andre.
Dan juga selalu mencoba menjadi menantu yang baik bagi tuan Wijaya.
Meski yang di dapat Mia hanya sebuah sikap dingin dan selalu acuh. tak sedikit pun menganggap Mia sebagai keluarga.
Namun Mia tetap menerima perlakuan itu semua dan menghadapi Andre dengan segala kekurangannya.
Andre berkali-kali mengusap dada. menahan jantung yang terus berdebar penuh kerinduan.
"Mas akan secepatnya menjemputmu Mia. bukan untuk merawat Mas seperti bayi dulu, tapi untuk menjadi pendamping mas seutuhnya." gumam Andre menatap poto Mia.
Tiba-tiba sebuah pintu kamar dibuka. dengan cepat andre merubah ekspresi menjadi diam dan masam.
"Hai Bos" sapa Bayu. dan yang disusul Rio ikut masuk keruang VVIP. tempat andre berbaring dalam perawatan pemulihan.
"Hmmm." gumam Andre menjawab Bayu. sambil menerima beberapa berkas dari Bayu. untuk di tandatangani dirinya.
"Bagaimana apa ada yang tuan keluhkan?" tanya rio sambil memeriksa tensi darah.
"Iya, kapan rambut ku seperti semula!" celetuk Andre tegas meraih kaca mata baca dimeja nakas.
Yang sudah di siapkan Rio sebagai terapi jarak pandangan. Lalu memakai membuat pria itu semakin tampan saja.
Andre segera Meneliti beberapa berkas sebelum tinta hitam yang di arahkan mendarat di atas kertas.
Meski andre masih berbaring di brankar. Dirinya tidak ingin bermalas-malasan di tempat tidur.
__ADS_1
Ia sibukan pemulihannya dengan cara membantu Bayu mengurus dan mengelola saham miliknya.
Rio hanya terkekeh lalu menghela nafas. Melihat kelukan Andre yang malah sibuk mengurus pernampilan.
"Tuan andre tak perlu khawatir, kulit kepala tuan sangat sehat hanya beberapa minggu rambut tuan sudah kembali seperti semula. Tekanan darah tuan juga sudah nornal ." jelas Rio melepas alat tensi darah dari lengan kekar Andre
"sungguh?"
"Iya tuan, akanku periksa jahitan dan mengganti perban yang baru, bagaimana dengan penglihatanmu tuan?" seloroh Rio ingin tahu penglihatan andre seperti apa.
"Aku Mulai bisa menerima cahaya masuk ke mata, hanya saja masih tersa pegal dan sedikit tidak jelas!" keluh andre.
Rio hanya mendengarkan dengan teliti apa yang sedang di keluhkan andre tentang kesehatanya. sambil meperhatikan bekas oprasi dan juga mengganti perbannya.
"Tidak ap-apa, semuanya akan normal. itu karena retina tuan belum pulih benar untuk mengirim informasi ke otak."
"Sehingga kadang-kadang pandangan tuan kabur dan kurang jelas, terus coba latih pandangan tuan. Dengan jarak jauh dan jarak dekat bergantian selama tiga puluh detik." ujar Rio seraya menjelaskan cara memulihkan penglihatan.
"Kapan aku diperbolehkan pulang?" tanya Ande yang sudah tidak sebaran
"Untuk saat ini tuan belum bisa. masih dalam pemantauan saya dan dokter mata." sahut Rio memberi tahu.
Andre hanya bisa berdecak kesal mendengar ucapan rio. sambil meraih pulpen untuk menandatangani berkas-berkasnya.
Setelah selesai Andre kembali memberikan kepada bayu yang sedang tak banyak bicara.
Ia mulai tidak sabar ingin segara menjemput Mia. apa lagi Andre belum membalas seluruh pangilan dan pesan dari Mia
Kerena Andre ingin memberi kejutan tentang kedatangannya menjemput Mia.
"Ini demi pemulihan tuan sendiri, sabarlah dan terus mengikuti segala perwatan, sampai benar-benar pulih." Bujuk Rio menasihati.
****
Sedangkan Tuan Wijaya dan sherly. ia terus saja berdiri didepan pintu rumah Andre.
karena pelayan tidak lagi membiarkan orang lain masuk sembarangan.
Tak hanya menekan bel berkali-kali. Bahkan tuan Wijaya juga sampai menggedor-gedor pintu.
"Dogk....Dogk...Dogk...." suara tuan Wijaya memukul-mukul pintu
"Bayu. Andre buka pintunya, Aku tahu kalian di dalam!" teriak tuan wijaya tak lagi ramah.
Ia mulai meradang karena Andre dan Bayu selalu menjaga jarak dengannya.
"Om sebaiknya, kita pulang saja sekarang, sepertinya mas Andre tidak di rumah. " bujuk Sherly penuh kelembutan.
"Tidak bisa, Om harus mencari tahu sekarang juga!" sahut tuan wijaya tegas dan penuh penekanan.
__ADS_1
Dogk..Dogk..Dogk..
"Buka pintunya. atau kalian semua ingin melihat kemarahanku sekarang juga!" teriak tuan wijaya mulai mengancam.
Segera pelayan membuka sedikit menjulurkan kepala ke arah luar. untuk sekadar memeriksa siapa tamu yang terus mengganggu. betapa terkejutnya pelayan itu.
"Tuan besar!" pekik pelayan terkejut. dan langsung membuka pintu selebar-lebarnya. lalu membungkuk memberi hormat.
Tuan wijaya Begitu marah mantap tajam pelayan. yang sudah membuat dia begitu lama menunggu di luar.
"Di mana Andre!" tukas wijaya tegas mengintimidasi.
"Tu..Tu...Tuan muda tidak ada di rumah!" sahut pelayan gagap merasa dirinya dalam bahaya.
Tuan wijaya yang tidak percaya. Dengan ucapan pelayan itu segera masuk dan memeriksa sendiri Keberadaan Andre dan Bayu.
Ia terus saja memanggil Andre dengan nada tinggi. Bahkan ia sampai mencari andre dikamar pribadi yang disusul Sherly.
Setelah tidak mendapatkan sosok putra yang dia cari, kini tuan wijaya menuruni anak tangga. melirik pelayan yang sejak tadi sudah ketakutan.
"Pergi kemana putraku dan juga Bayu?" tanya tuan wijaya ingin tahu. Tapi pelayan itu tidak menjawab dan terus menunduk takut.
Membuat sherly berdecak kesal dalam hati ingin rasanya.
Memecat seluruh pelayan di rumah Andre. yang begitu tunduk dengan Andre dan Bayu
Karena para pelayan disana selalu melarang sherly untuk bertamu.
Sherly yang penasaran dan ingin mencari tahu hubungan Andre dan Mia seperti apa.
Karena sebenarnya tidak hanya tuan wijaya. Namun sherly juga ingin mencari tahu keberada Mia.
Di tambah Andre dan Bayu tiba-tiba ikut menghilang. membuat sherly semakin penasaran apa yang sedang dirahasiakan Andre dan Bayu.
Para pelayan yang selalu saja pura-pura tidak tahu. sehingga Sherly meminta batuan tuan wijaya. untuk mencari tahu.
"Bicaralah, atau tugas kalian akan di gantikan dengan yang baru!" bujuk Sherly. sambil mengancam.
"Saya benar-benar tidak tahu.!" jawab pelayan masih dalam ketakutan.
"Tidak tahu, atau kamu tak ingin memberitahu!" ujar tuan Wijaya menambahkan. Membuat pelyan semakin ketakutan
"Untuk tujuanya saya benar-benar tidak tahu, tapi Tuan muda pergi besama dokter Rio dan tuan bayu!" sahut pelayan tidak berdaya. memberitahu apa yang dia tahu.
Tuan wijaya yang mendengar ucapan pelayan mulai semakin penasaran dan mengira-ngira.
Apa yang sedang dilakukan Andre tanpa sepengetahuan dirinya.
Seperti biasa tinggalkan jejak setelah membaca.ya😊
__ADS_1