
Mohon bijak dalam membaca dan juga bersikap karena ada sedikit mengandung kekerasan 🙏🙏
Ok deh capcusssss......
Pria itu semkain mendekati mereka bertiga. Apa lagi saat melihat Andre dan Mia sedang kebingungan melihat Sari berlutut.
Ia semakin naik darah melihat kesalah pahaman dalam pemikirannya. Pria itu mengira Mia dan Andre sedang memaksa Sari untuk berkata jujur. Saat orang itu ingin mengeluarkan pisau dari dalam jaketnya.
Tiba-tiba beberapa petugas rumah sakit dan juga para penjenguk lewat didepannya.
Sehingga ia kembali menyembunyikan pisau itu dengan rapih dibalik jaket yang ia pakai. Sambil mencari cara agar Sari menjauh dari Andre dan Mia .
Pria itu pun semakin mendekati mereka untuk memisahkan Sari dari Andre dan Mia. agar sari tidak menceritakan tentang asal usulnya.
"Sari...?!" panggil pria paruh baya itu dengan nada dingin. tepat dibelakang sari.
Mereka bertiga itu pun kaget. Andre yang terkejut mendengar suara dinginnya yang penuh penekanan.
Begitu juga dengan Mia yang sudah pernah melihat pria itu sedang berkata kasar kepada ibu-ibu dikursi roda dan juga sari waktu itu.
"Ayah!" sahut sari terkejut. Tubuh sari semakin gemetar menahan ketakutan dan kegelisahan.
Melihat ayahnya ada dihadapan Andre. Bahkan sari semakin tidak percaya saat mendengar apa yang diucapkan ayahnya.
" Keterlaluan, Kalian berdua ingin menyakitinya!" bentak pria itu dengan kasar. Sengaja menuduh Mia dan Andre didepan banyak orang.
Seketika orang-orang menoleh memperhatikan Sari. Lalu menatap Andre dan Mia penuh curiga.
"Tidak kami hanya ingin"...sahut Mia terpotong.
"Berani-beraninya kalian berdua mengancam putriku sampai-sampai Putriku berlutut didepan kalian." pria itu menyela memotong perkataan Mia.
Ia semakin memfitnah Andre dan Mia membuat orang-orang semakin berdatangan ingin sekadar tahu atau melihat.
"Ayah hentikan! 'aku hanya ingin ber...!" kini sari yang dipotong ucapannya. Padahal sari hanya ingin berterimakasih.
"Cukup ikut ayah sekarang juga!" ujar pria itu. sambil mencengkeram lengan sari penuh tenaga. Sampai-sampai gadis remaja itu berdiri sambil menahan sakit karena ulah ayahnya.
Pria itu terus saja mencengkeram lengan sari sambil menarik pergi. Meninggalkan pasangan halal itu yang masih terdiam.
"Tunggu yah, jangan seperti ini, sakit yah,sari mohon!" pinta sari meronta-ronta.
Akan Tetapi sang ayah tidak menghiraukan perkataan sari. Bahkan beberapa orang yang melihatnya sampai berbisik-bisik melihat kekasaran orang tua sari.
Sari pun terus ditarik paksa, oleh ayahnya. Saat Mia ingin menolong sari. Andre malah menyembunyikan Mia dalam pelukannya.
"Kamu kenapa mas? kita harus tolong sari mas." ujar Mia panik. Lalu mendorong tubuh Andre untuk tidak memeluknya. Tapi sayang pria itu sedang mode siaga tanpa harus menjawab.
Membuat Mia semakin bingung. Apa lagi saat mendengar jantung andre berdetak begitu gemuruh penuh kemarahan.
__ADS_1
Sehingga Mia hanya bisa menatap sari semakin jauh dari pandangan. Saat orang mulai bubar. Mia menatap suaminya penuh pertanyaan.
"Mas?" panggil Mia penuh penekanan.
"Orang itu." ujar andre tidak meneruskan.
"Siapa mas?" tanya Mia penasaran.
"Orang yang dipanggil sari ayah, dialah yang mencelakai ku dan juga mamah." seloroh Andre sambil mencoba untuk tenang agar trauma kepanikannya tidak ter'ulang.
Mia sangat kaget mendengar perkataan Andre sambil mengingat pria tadi yang seenaknya menuduh mereka yang tidak-tidak.
"Apa mas serius?" sahut Mia penuh selidik.
"Hmm, cepat hubungi bayu untuk memanggil polisi!" perintah Andre!
"Iya mas! " segera Mia mengambil ponsel menelepon Bayu. setelah terhubung. Mia sengaja memberikan kepada Andre
"Ini sudah terhubung, mas saja yang bicara, biar Mia yang mengikuti mereka" ujar Mia seraya berbagai tugas.
"Tapi Mia itu sangat berbahaya." jelas andre tak ingin Mia pergi.
"Mia akan hati-hati, Mia hanya ingin tahu mereka ada diruangan mana?" bujuk Mia.
Lalu Mia mengangkat kedua tangan meraih dan menyentuh pipi andre. Agar suami tampan itu membungkuk.
"Cup... Aku mencintaimu mas!" seloroh Mia setelah mencium bibir suaminya sekilas. untuk meyakinkan bahwa dirinya akan baik-baik saja. membuat Andre terperangah diam seribu bahasa.
"Mia tunggu?" pinta andre panik karena ditinggal pergi Mia.
Suara handphone yang sudah terhubung membuat andre dengan cepat memberikan titah ke Bayu penuh penekanan. Untuk segera datang karena Mia bisa saja dalam bahaya.
Dengan hati-hati Mia meraih handphone satu lagi didalam tas. Sambil mengikuti sari yang diterus ditarik secara paksa. Sampai disebuah ruang tangga darurat.
Sesampainya Mia disana mendengar suara cekcok cukup hebat. Mia segera mulai merekam pertengkaran sari dengan ayahnya.
"Dasar anak tidak tau diri, jangan bilang kau sudah tahu apa yang ayah lakukan terhadap keluarga wijaya. sampai-sampai kau ini memberi tahu putranya!" pria itu begitu Marah. membuat Sari ikut terbawa emosi.
"Iya ayah aku memang ingin memberi tahu dia!' karena sekarang aku sudah tahu siapa ayah, itu membuat aku benar-benar muak melihat tingkah ayah selama ini." tukas Sari tidak tehan seraya mengeluarkan seluruh emosinya.
Atas kekerasan ayah kandung salama ini terhadap Sari, Rangga dan juga ibunya.
"Plakkk," suara tamparan menyeruak didepan tangga darurat.
Bahkan Mia sampai menutup mulut dengan telapak tangannya. Mendengar kekasaran ayah sari yang sedang menganiaya sari yang tidak lain Putri kandungannya.
Meski Mia tidak melihat karena Mia hanya menguping dibalik pintu, Namun suara cekcok dan beberapa pukulan begitu menyeruak digendang telinga Mia.
Tubuh Mia bahkan sampai gemetar menahan rasa takut luar biasa.
__ADS_1
Tak beberapa lama Mia mendengarkan sari menjerit kesakitan dari ruangan itu. Membuat Mia semakin panik ingin menolong sari.
Dengan penuh kehati-hatian. Mia membuka pintu itu. Lalu melihat sari sudah tergeletak dilantai. Dengan beberapa luka dikepala dan juga wajah. Yang sudah mengalir darah.
Sontak Mia begitu kaget melihat pemandangan penuh dramatis, Lalu Mia memindai ruang tempat sari berada.
Setelah Mia merasa aman karena sosok ayah psikopat itu sudah tidak ada. Mia pun masuk untuk menolong sari yang terbaring lemah penuh darah.
"Sari apa kau baik-baik saja?"tanya Mia penuh kepanikan dan rasa khawatirnya.
Ingin rasanya Mia berteriak sekencang-kencangnya untuk minta pertolongan. Tapi Mia terlalu takut ayah sari psikopat itu datang lagi.
"Kak Mia?"tatap sari samar-samar. Memandang wajah Mia dihadapannya.
"Kau akan baik-baik saja bertahanlah." ujar Mia lalu meraih lengan Sari yang Mia taruh dibahu Mia.
"Sebaiknya kak Mia pergi saja dari sini, ayah bisa mencelakai mu!" ujar Sari memberi tahu.
"Tenang saja polisi akan segera datang, ayahmu tidak akan mencelakai orang lagi." seloroh Mia mencoba menenangkan. Sambil memapah sari untuk keluar dari tempat itu.
Sari pun berusaha berdiri sekuat tenaga. Agar Mia tidak terlalu terbebani berat tubuhnya.
Lalu mencoba melangkahkan ke arah pintu. untuk segera masuk ke ruang rumah sakit. akan tetapi dari arah belakang tiba-tiba.....
"Kak Mia awas dibelakang mu!" panggil sari yang menoleh arah belakang tubuhnya.
Brukkk.. Mia dan sari terjatuh dan hampir menabrak pintu di depannya
Segera sari dan Mia menoleh pria yang sudah mendorongnya dengan kasar.
Mata mereka berdua membulat sempurna. sambil berteriak sekuat-kuatnya melihat ayah psikopat itu di depannya.
"AAAAaaaaaaa...tolong !!!" teriak sari dan Mia
Pria itu memindai sari yang sudah tidak berdaya. Lalu melirik Mia yang mencoba kabur darinya. Dengan cepat dia mengejar Mia. lalu menjambak rambut panjang Mia.
"Aaahk lepaskan!" teriak Mia meronta-ronta. memukul pria itu sekuat tenaga. tapi apalah daya tenaga Mia tidak sebanding dengannya.
"Jagan sakiti kak Mia ayah, aku mohon!" pinta sari menangis histeris sambil merangkak mendekati ayahnya. Yang sudah menakap Mia.
"ini semua salah mu, jadi wanita itu yang harus membayarnya!" bentak pria itu dengan tatapan membunuh ke arah Sari berada.
Mia terus berteriak minta tolong sambil terus meronta-ronta minta dilepaskan,
Namun pria itu mengeluarkan sapu tangan yang sudah diberi obat bius. Lalu dengan cepat mengarahkan kehidung dan mulut Mia.
Hanya beberapa detik saja sudah membuat Mia pingsan tak sadarkan diri. Dengan cepat pria itu memanggul Mia dipundaknya seperti karung beras.
"Aku mohon ayah lepaskan dia, sudah cukup jangan mencelakai orang lagi. lepaskan kak Mia dia tidak tahu apa-apa!" pinta sari sambil terus menangis. Memohon kepada ayahnya untuk tidak membawa Mia.
__ADS_1
bersambung......
Tinggalkan jejak setelah membaca ya?" terima kasih