Suamiku Pria Buta

Suamiku Pria Buta
honaymoon


__ADS_3

di dalam rumah Mia sedang duduk di sofa temenung dekat jendela. Melihat para pelayan di taman sedang sibuk bekerja.


entah mengapa Mia merasa seperti burung di dalam sangkar. Sudah satu minggu dirinya terus di dalam rumah bersama andre.


namun tak ada yang saling bicara, Mia mulai sedikit bingung dengan rutinitas suaminya yang kembali tidur setelah mandi dan sarapan.


begitu juga di sore hari. membuat Mia sangat jenuh tinggal bersama nya.


"ya Tuhannnn, kenapa sih Mia punya suami kayak batang pisang, diammm mulu!" keluh Mia dalam hati.


Meski Mia seperti tahanan di rumah wijaya. namun para pelayan begitu ramah terhadap nya.


tidak ada yang membuli nya seperti di rumah Deri, yang pelayanan saja bisa memberi Mia gelar cewek udik,


Mia yang masih termenung dengan kehidupan nya yang selalu berubah secara tiba-tiba.


Di kejutkan Bayu sang asisten pribadi Andre. sambil membawa Teh dan sepiring camilan.


"Melamun terus emang belum di kasih cilok sama si Bos?" ujar bayu dengan senyuman lebar.


Lalu ikut duduk didepan Mia. dan menuangkan secangkir teh untuk Mia. Mia hanya mengerutkan alis tidak mengerti.


"cilok? maksudnya cinta lokasi atau makanan?" tanya Mia beruntun sambil mengambil teh miliknya.


"bukan dua-duanya, tapi lebih nikmat? sah secara hukum dan agama lagi."


"bisa gak kalau ngomong yang jelas Mia kan gak ngerti?" tegur Mia dengan polos nya. sambil menyeruput teh miliknya.


"istri si Bos ini memang anak kencur ya. cilok, lubang kecil di colok! " sahut bayu yang mengangkat kedua alis dan sederet gigi putih nya.


"uhuk.. uhuk.. uhuk" membuat Mia tersedak mendengar candaan bayu yang menyinggung nya tentang malam pertama.


"Apa kau baik-baik saja?"


"i..iya Mia gak pa pa kok!" jawab nya gugup.


"Maaf mengganggu. Nyonya Mia dan tuan muda andre di tunggu tuan besar di ruang tengah!" ujar seorang pelayan dari arah pintu.


"Baik saya akan segera datang dengan tuan Andre."


"Tunggu disini, biar aku saja yang membangunkan si Bos" pinta Bayu yang tahu Bosnya selalu tak ingin di ganggu.


"Terima kasih tuan."


" panggil Bayu saja." sahut bayu lalu pergi ke kamar andre untuk memberi tahu nya.


" emm!"

__ADS_1


mia hanya mengangguk dan kembali duduk menikmati Teh nya.


setelah itu, Mia dan andre yang di panggil keruang tengah oleh wijaya. segera pergi menemui wijaya yang membuat Mia mulai ketakutan.


ia mulai berjalan mengikuti suaminya dari belakang dengan perasaan yang terus bertanya-tanya.


sedangkan andre sikapnya begitu tenang dengan tongkat yang selalu menjadi sahabat nya untuk penunjuk arah.


"brukkk...! awww...!' pekik Mia yang terbentur punggung suaminya.


"kamu tuh gimana sih !' aku yang buta! kenapa kamu yang nabrak?" tegur andre sambil memutar tubuh nya mencari keberadaan Mia


"Maaf, habisnya tuan berhenti mendadak Mia kan jadi kaget" Ucap Mia melihat suaminya. Yang tepat berdiri menghadap nya.


"jangan panggil aku tuan, sekarang aku ini suamimu"


"Lalu Mia harus panggil apa?."


"Andre!"


"Mia gak mau"


"kenapa?"


"Gak sopan, Mia panggil abang aja ya? gimana?" pinta Mia dengan polos.


"Memang aku tukang bakso di panggil abang!"


"oh maksudnya, aku ini udah tua gitu!" sahut nya mulai dingin penuh penekanan.


"tidak juga ?!" sahut Mia singkat.


"kamu tuh lama-lama ngeselin juga ya, cepat mendekat!" tegur andre yang mulai kesal dan tangannya ingin menyentuh Mia.


"jangan hukum Mia, Mia minta maaf." ucap Mia yang mulai ketakutan sampai memejamkan mata. sebuah sentuhan lembut dengan tangan besar dan kekar nya tepat di kepala Mia.


sontak Mia mengangkat wajahnya dan memandang andre yang sedang menyentuh rambut nya.


terlihat jelas wajah tampan dengan cornea mata biru terang, yang selalu menghiasi dua bola mata nya. meski tatapan nya selalu kosong.


entah kenapa rasa takut Mia, berubah menjadi debaran jantung yang terasa hangat. membuat perasaan Mia malah menjadi tenang.


"cihk, ternyata kamu pendek, dasar anak bawang!" sahut Andre. yang membuat Mia cemberut.


Andre yang ingin tau istri nya dengan alasan mengejek karena saat menyentuh kepala Mia. Andre menjadi tahu tinggi Mia di bawah 160 cm.


"apa? Mia gak pendek kok, sama satu lagi Mia ini bukan bumbu dapur." jawab Mia yang tidak terima di jelekan

__ADS_1


karena sejak tadi dirinya di bilang anak kencur dan kini anak bawang. karena perawakan Mia seperti gadis remaja pada umumnya.


bukan di jawab Andre memutar tubuh dan kembali melangkah melanjutkan perjalanan nya keruang tengah. Mia hanya menghela nafas mengekori Andre.


"tunggu tuan, jangan tinggalin Mia."


"sudah ku bilang jangan panggil aku tuan, dan saat di dalam kamu harus panggil beliau papah, kalau kau memang tidak mau? setidaknya berpura-puralah jadi istri dan menantu yang penurut. biar kita berdua tidak kena masalah." jelas nya cukup panjang untuk mengingatkan.


"masalah? kalau begitu Mia harus bagaima Mas?" ucap yang bingung. sontak andre yang mendengar dirinya tidak lagi di panggil tuan mulai tersentuh.


"cukup di dengarkan saja, apa yang jadi kemauannya!' setelah itu baru kita bisa bahasa kedepannya!" jelas andre dengan malas namun terdengar bijak.


"baik mas, Mia ngerti." jawab nya dengan mata yang terus memperhatikan andre tanpa ekspresi.


di ruang tengah wijaya sedang duduk santai menikmati Teh nya. Dan beberapa orang terus saja bicara. saling mengusul pendapat nya masing-masing tentang bisnis.


meski ada beberapa orang yang terlihat berwibawa. namun tetap saja wijaya yang paling mendominasi rapat di ruangan itu.


seorang Sekertaris Wanita dengan tubuh seksi dan buah dada super wah.


segera mendekati dan membungkuk di telinga wijaya membisikan kedatangan andre dan Mia.


Dengan suara sensual membuat wijaya kesal dan mengangkat jari tengahnya sambil menatap tajam sekertarisnya.


wanita itu langsung membungkuk takut dan mundur.


wijaya segara membubarkan rapat bisnis nya untuk hari ini dan mulai mengurus keluarga kecil nya, yaitu Andre dan Mia.


setelah semua rekan bisnis wijaya keluar. ruangan itu kini sepi hanya ada mereka berempat. wijaya dan sekretaris nya. yang di hadapan nya Andre dan juga Mia yang sedang duduk menunggu pertanyaan.


Mia yang sedikit canggung karena belum juga ada pembicaraan yang di mulai.


sampai sebuah jentik tangan terdengar dan wanita yang ber status sekertaris itu menyodorkan sebuah gadget yang berukuran lebih besar dari ponsel ke arah Mia.


"ini apa pah?" tanya Mia bingung.


"lihat lah lokasi mana yang kau suka?" tunjuk wijaya mengintruksi.


Mia pun segera mengambil dan meneliti beberapa poto tempat berlibur dengan keterangan, honaymoon terindah di dunia. ala embah google.


"Ada apa?" tanya Andre ke Mia.


" Papah suruh Mia, pilih tempat bulan madu mas! "


"Pah aku sudah menuruti kemauan papah untuk menikah, jadi tidak perlu berlibur untuk bulan madu!" jelas andre yang ingin menolak.


"Itu perlu Andre, karena papah menikahkan kamu untuk membuat anak, bukan yang lain." jawab wijaya tegas penuh penekanan.

__ADS_1


bersambung.....


tinggalkan jejak setelah membaca ya? terima kasih.


__ADS_2