
Di ruang kerja. tuan Wijaya terus memikirkan ucapan pelayan yang bekerja di rumah Andre.
Tentang purtanya yang pergi bersama Rio dan juga Bayu. sudah berhari-hari tidak pulang kerumah.
Sehingga tuan wijaya tidak mengerti apa yang sebenarnya direncanakan putranya.
Semenjak kergian Mia. Andre memang banyak berubah. Bahkan sampai pergi meninggalkan rumah Wijaya.
Di dalam lamunan. tiba-tiba pintu ruangan diketuk. membuat tuan wijaya membuyarkan tentang kelakuan putranya.
tok...tok...tok...
"Masuk!" jawab tuan wijaya dari dalam ruangan.
segera wanita cantik berbaju pormal. Membuka pintu tersebut yang di dalamnya hanya ada tuan Wijaya.
"Maaf tuan mengganggu!" sapa Ayu lestari sekretaris peribadi tuan Wijaya.
"Ada apa yu ?" tanya tuan wijaya.
"Ini dokumen yang tuan pinta, dan juga saya mau menyampaikan, nanti siang ada perwakilan dari perusahaan Sea grup berkunjung." jelas Ayu sekretaris tuan wijaya. yang akan kedatangan rekan bisnis tuan wijaya.
"Sea Grup ?" ujar tuan Wijaya mengerinyit.
"Iya tuan, untuk membahas kerja sama tentang pembahasan pembangunan pusat perbelanjaan dikota sebelah."sahut Ayu menjelaskan kedatangan perwakilan perusahaan.
Yang sepertinya hampir di lupakan tuan wijaya.
Tuan Wijaya hanya manganggukan kepala dengan malas. karena suasana hati tuan wijaya sedang tidak mood dalam bekerja.
"Apa tuan Mau kopi, biar saya buatkan" tawar ayu. mencoba Menghibur tuan wijaya yang terlihat begitu uring-uringan.
"Tidak perlu!' tapi aku butuh bantuanmu." ujar tuan wijaya mulai serius mengeluarkan unek-uneknya apa yang sudah mengganggu dirinya.
"Tentang apa itu tuan?" tanya Ayu mengerinyit. melihat Bosnya tak seperti biasa.
"Ini tentang, putraku? tukas wijaya.
"Apa yang harus saya lakukan tuan?" tanya Ayu ikut serius
"Cari informasi tentang putraku dan juga Mia sebenarnya mereka ada di mana!" perintah tuan wijaya. kepada Ayu Lestari sekretaris pribadinya.
Andre yang tiba-tiba pergi dengan dokter Rio dan Bayu. Secara diam-diam.
Dan keberdaan Mia yang tidak pernah di ketahui tuan wijaya. sehingga tuan wijaya ingin tahu apa yang sedang direncakan mereka.
Wanita itu hanya mengangguk sebagai sekretaris. Mau tak mau Ayu harus melakukan perintah tuan wijaya. tentang mencari keberadaan Andre dan Mia.
Saat Ayu keluar ruangan betapa terkejutnya melihat Sherly. sedang berdiri tepat didepan pintu ruangan tuan Wijaya.
"Sedang apa kau di sini?" tegur ayu merasa heran dengan tingkah laku sherly. Seperti orang yang sedang menguping.
"Ahkk, aku hanya mampir saja, setelah dari Mall yang ada di ujung jalan sana!" jawab sherly sembarangan. ia Terlalu panik dangan apa yang di lihat ayu barusan.
Dengan senyum kaku. Sherly segera masuk melewati ayu begitu saja.
Tanpa menghiraukan Ayu yang masih ragu dengan ucapan Sherly barusan.
Ayu hanya menggeleng-geleng kepala. dan pergi meninggalkan mereka.
Lalu menelpon seseorang untuk membantu mencari informasi Andre dan Mia
****
__ADS_1
Di sisi lain
kejadian tak terduga sudah mulai menghapiri Mia. tentang keberadaan Mia yang sudah lebih dulu dicari pihak lain.
Di sebuah pelabuhan tempat pak Agus menjual hasil tangkapan.
Seperti biasa Mia membantu bi Eli mengurus pesanan.
Mia menyibukan diri membantu bi eli. Agar dirinya tidak trus menerus terbawa emosi. Karena memikirkan Andre yang tiba-tiba sulit dihubungi.
Setelah selesai membantu bi Eli. Mia memutuskan kepasar sendirian. Hanya ingin sekedar jalan-jalan sambil membeli sayuran.
Saat di perjalanan. Mia merasakan ada gerak gerik yang mencurigakan.
Seperti ada yang sedang memperhatikan dan mengikuti Mia dari belakang.
Segera Mia masuk kedalam pasar. Yang terlihat bayak orang-orang berlalu lalang. Memilih banyak barang dan juga membeli kebutuhan untuk pangan.
Mia melangkah cepat dan mulai menyelinap. Bersembunyi di sebuah toko sembako.
Untuk memastikan insting tidak salah menembak. Tentang dirinya yang merasakan ada yang terus mengikuti
Segera Mia berjongkok sembari mengintip. Terlihat tiga pria bertampang pereman yang begitu mencurigakan.
Terus saja mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan Mia.
Dan terus berjalan mendekati tempat persembunyian Mia.
Mia yang mulai waspada. Bahwa dirinya dalam bahaya. segara mengambil handphone di dalam tas untuk menghubungi bibinya.
Sedangkan dirumah pak Agus. Nenek, paman dan bibi Eli. tertegun melihat para tamu yang sedang datang berkunjung.
Mereka bertiga terdiam seribu bahasa antara percaya atau tidak melihat apa yang ada didepan mereka.
Sampai suara nyaring membuyarkan mereka semua. Dengan rasa malunya. Bi Eli meraih handphone Miliknya. Dan melihat Mia yang sedang menelponya.
"Mia di pasar bi, apa paman dan bibi sudah pulang dari pelabuhan?" tanya Mia pelan-pelan.
"Sudah Mia. cepat pulang yak nak ada kejutan buat kamu!" sahut bi Eli. Sambil menaik turunkan alis di depan para tamu. Membuat tamu itu jadi senyum malu-malu.
"Kejutan, tapi Mia tidak bisa pulang sekarang bi." tukas mia dengan suara cemas.
"Memangnya kamu sedang apa nak?" tanya bi Eli mulai serius.
"Mia sedang bersembunyi, ada orang-orang yang sedang mencari Mia Bi." jawab mia semakin panik.
"Mencari kamu, siapa nak? apa dia orang jahat?" tanya bi Eli semakin khawatir.
"Mia tidak tahu bi, tapi sepertinya mereka bukan orang baik-baik!" hardik Mia meberitahu bi Eli
"Ya Tuhan, kalau gitu paman akan segera kesana jemput kamu, apa kamu dengar? nak mia, hallo nak, nak bibi mohon jawab, jangan buat bibi khawatir." tegur bi eli beruntun. namun tak ada jawaban sama sekali dari Mia.
Sehingga semua yang ada di rumah pak agus berubah penuh kekhawatiran.
Di pasar. Saat Mia ingin menjawab bibi eli. Salah satu dari mereka melihat Mia yang sedang bersembunyi di toko sembako.
dengan cepat Mia memasukan handphone miliknya kedalam tas tanpa mematikan panggilan.
Lalu berlari keluar untuk menghindari dari kejaran orang-orang yang memang ingin menangkap Mia.
Ia terus berlari sambil meminta pertolongan dengan orang sekitar lingkungan.
Saat orang-orang ingin menolong Mia dengan cara menghadang para penjahat itu.
__ADS_1
Tiba-tiba saja dengan cepat salah satu penjahat itu. Mengeluarkan senjata.
"Dorrr... suara timah panas menembus atap
Yang ditembakan ke atas atap sebagai peringatan untuk tidak ikut campur.
Seketika membuat orang-orang yang ingin menolong Mia. Menjadi ketakutan dan membiarkan mereka pergi begitu saja untuk mengejar Mia.
Mia yang melirik para penjahat itu betepa terkejut. Melihat salah satu dari mereka membawa senjata.
Seperti di filem action yang seenaknya menodongkan benda tersebut.
Untuk mengacam keselamatan semua orang yang tadinya ingin menyelamatkan Mia.
Mia terus berlari tanpa tahu arah tujuan sampai dirinya terhenti. Di sebuah gang sempit yang ternyata jalan buntu.
Mata Mia Membulat Sempurna melihat sekeliling Mia hanya ada tembok tinggi mengurung Mia.
Segera Mia memutar tubuhnya. menoleh suara langkah para penjahat yang sedang mendekati Mia.
"Menyerahlah, agar nyonya andre tidak terluka!" tegur penjahat itu yang diperkirakan mia adalah pimpinan mereka.
"Sebenarnya untuk apa kalian terus membuntuti saya?" tanya Mia.
Penasaran sambil mencoba mencari ketenangan. karena perasaannya Mia mulai ketakutan.
Bagai mana Mia tidak takut. Orang-orang yang sedang mengepung Mia.
Berani mengancam dengan senjata sungguhan saat tadi didalam pasar.
"Kami ingin nyonya andre, ikut kami sekarang juga!" tukas salah satu dari mereka.
'Ikut untuk apa?'Kalau saya tidak mau bagaimana?" sahut Mia mulai tenang.
"Kalau begitu jangan salahkan kami bertindak kasar membawa nyonya!" ancam mereka dengan wajah beringas.
"Apa kalian sedang butuh uang. saya bisa memberikan uang yang banyak kepada kalian. Asalkan kalian mau lepaskan saya." tanya Mia. menawarkan perdamaian
Tiba-tiba pria itu terdiam. Dan saling menatap satu sama lain tentang apa yang sedang di tawarkan Mia.
Mereka yang diberitahu oleh pesuruh mereka tantang identitas Mia yang berasal dari suami dan ayah mertua orang kaya.
"Saratus juta. karena kalian bertiga akan saya berikan tiga ratus juta. Asalkan kalian bebaskan saya dangan selamat tanpa lecet sedikit pun!" seloroh Mia.
Memancing pertukaran dengan uang yang sangat menggiurkan agar tidak bisa di tolak mereka.
"Bagaimana ini, kita hanya mendapat puluhan juta untuk membawa dia, tapi nyonya andre, malah menawarkan ratusan juta untuk kita bertiga?" Bisik salah satu dari mereka.
"Jadi kau ingin mengkhianati orang yang sudah membayar kita?" sahut temannya.
"Kita melakukan ini demi uang, kalau ada bayaran yang lebih mahal kenapa tidak?" ujar penjahat itu memberi saran.
"Bagai mana ini bos?" tanya mereka berdua.
"Tentu saja tangakap dia, tidak hanya ratusan juta, tapi kita akan dapat milyaran dari suami dan ayah mertuanya." jawab pimpinan mereka.
Yang berencana menyandera Mia dan meminta tebusan kepada keluarga wijaya. sambil membayangkan bermandikan uang dalam ruangan.
"Kok jadi tamak sih !" celetuk Mia panik. sambil menelan saliva dengan susah payah. karena bujukan Mia sama sekali tidak mempan.
Mia tidak menyangka pimpinan penjahat itu ber'otak encer menjadikan Mia ladang uang bagi mereka.
Kini Mia hanya pasrah dibawa mereka bertiga, karena senjata di tangan mereka mulai digunakan untuk mengancam nyawa Mia.
__ADS_1
Setidaknya Mia sudah tahu apa yang ada di pikiran mereka. yang ingin menyandera Mia. Demi mendapatkan uang yang tidak terkira.
Seperti biasa tinggalkan jejak setelah membaca ya, terimakasih🤗🤗🤗