Suamiku Pria Buta

Suamiku Pria Buta
Program kehamilan


__ADS_3

Setelah membujuk Mia sampai istrinya kini tertidur.


Andre hanya bisa menghela nafas panjang lalu menekan remote alarm mobil sehingga mobil itu berbunyi.


Ia sengaja Agar bayu mengetahui kalau dirinya memanggil.


"Tumben cepat!" lirik Bayu bingung yang mengira andre sudah selesai menyalurkan hasratnya.


Sebenarnya semenjak keluar dari mobil. Bayu sangat sibuk dengan kedua tangan bertarung sengit dengan segerombolan nyamuk. Yang terus mencoba menyerangnya.


Segera Bayu beranjak dari tempat duduknya. untuk kembali. sambil Melihat kaca mobil yang sudah dibuka andre.


"Apa bos butuh sesuatu?" tanya bayu.


"Tidak, kita pulang saja!" jelas andre dingin.


Baik Bos." sahut bayu singkat.


Lalu masuk dan menghidupkan mobil. perlahan mobil itu melaju meninggalkan area danau yang begitu hening.


Bayu melirik Mia yang sudah tertidur pulas berbantal paha suaminya. Tiba-tiba sebuah senyum muncul dengan pikiran bayu yang tidak-tidak.


***


Dipagi hari dua orang pelayan sudah berdiri didepan pintu kamar pribadi andre dan Mia.


segera Mia keluar dari kamar mandi dengan raut wajah suram. sambil membawa benda kecil berbentuk persegi panjang.


Dan menyerahkan kepada pelayan. untuk membuat laporan saat tuan besar wijaya pulang.


"Bagai mana hasilnya?" tanya Andre penasaran.


"Masih sama, garisnya hanya satu." sahut Mia lesu.


"Tidak apa-apa, jangan dipikirkan mungkin belum rezeki." ucap Andre tetap optimis


"Bagaimana kalau kita konsultasi dengan dokter kandungan? lalu kita ikut frogram kehamilan?" ujar Mia mengusulkan


"Memangnya kamu tidak apa-apa?"


"Tidak apa-apa mas, ini demi papah yang ingin mas andre punya keturunan. Mia akan ikuti proses dari kedokteran." ujar Mia seraya menjelaskan.


"Baiklah. aku akan periksa kesuburan juga!" sahut Andre ikut bekerja sama.


"Terima kasih mas." ucap Mia memeluk manja suaminya. Lalu mendaratkan ciuman manis di pipi Andre.


Andre pun segera membalas cium Mia. bukan dipipi melainkan dibibir Mia,


Bahkan ciuman itu menjadi semakin menuntut karena permainan andre yang begitu mendominasi. Tangan andre yang mulai menjamah. membuat keduanya mulai bergairah yang akhirnya ketahap selanjutnyanya.


****


Setelah membuat janji dengan dokter kandungan di rumah sakit.


akhirnya Andre dan Mia melakukan pemeriksaan kesuburan dan juga konsultasi yang memakan waktu cukup lama.


Bahkan suster memberi tahu untuk mengambil hasil tes kesehatannya esok hari.


Karena sudah menyelesaikan pemeriksaan Mia dan andre akhirnya memutuskan untuk pulang.

__ADS_1


Kini bukan Mia melainkan Andre yang menggandeng Mia dengan penuh kehangatan. sambil Mia tetap mengarahkan jalan.


Saat berjalan dikoridor rumah sakit. Mata Mia melihat dari kejauhan. Didalam sebuah ruangan rawat inap.


Seorang pria paruh baya yang tidak henti-hentinya memarahi wanita yang sedang duduk dikursi roda.


"Dasar pembawa sial" ucapnya begitu kasar, bahkan tidakkannya cukup kejam. dengan wajah terdapat bekas luka yang terlihat menakutkan.


"Sudah cukup ayah?" jangan memarahi ibu lagi." ujar remaja putri yang sedang membela ibunya.


Sambil terus menangis. karena ingin menerai keributan ayah dan ibunya.


"Berani sekali kamu menentang ayah, hanya untuk membela ibu yang tidak berguna. Bahkan kakakmu sampai berani mengambil barang didalam kamar ayah, hanya untuk pengobatan wanita yang tidak henti-hentinya penyakitan!" ujar pria paruh baya.


Melampiaskan kemarahan kepada istri dan juga putrinya sendiri.


setelan puas marah-marah ia keluar lalu berpapasan Mia dan andre. Pria itu menatap tajam Mia dan juga andre yang sedang memakai kacamata hitam.


Ia hanya diam dengan tatapan tajam melewati Mia begitu saja.


"Ada apa Mia?." tanya Andre


"Tidak ada, hanya bapak-bapak lewat dengan muka yang terlihat menakutkan dan juga kejam?" seloroh Mia menjawab suaminya.


"Sudahlah sebaiknya cepat kita keluar, aku sudah tidak tahan dengan bau rumah sakit." ujar andre mulai mengeluh tidak betah.


Mia segera mengantar andre duduk di ruang tunggu.


Karena Mia harus keruang administrasi untuk mengambil rincian pembayaran. Dan juga meminta surat keterangan untuk mengambil hasil tes besok.


Andre masih duduk setia menunggu Mia. sampai ada suara yang cukup mengalihkan pikirannya.


"Ada apa?" ucap suara pria dengan nada tinggi. Membuat Andre menegaskan pendengaran nya .


"Tolong urus dulu administrasi untuk pengobatan selanjutnya.!" pinta perempuan itu.


"Cihk benar-benar pemborosan! 'ini nomor putraku, dia yang akan bertanggung jawab mengurus semua administrasi yang dibutuhkan." sahutnya dengan nada mulai emosi.


"Baik tuan, sekali lagi saya saya minta maaf." ujar petugas rumah sakit itu.


Entah kenapa tiba-tiba tubuh andre gemetar mendengar suara pria tadi.


suara itu sangat mirip dengan suara perampok yang sudah membuat kecelakaan dua puluh tahun silam.


Andre bangkit dari duduknya. Berjalan sambil terus meneliti keberadaan pria itu. Tapi sayang suara itu hilang di keramaian


"Ada apa mas?" tanya Mia yang baru datang,


"Pria itu ada di sini!" jawab Andre mulai merasakan tidak nyaman.


"Apa maksudmu mas?" pria yang mana?" sahut Mia kebingungan. Lalu mencari segala arah.


"Pria yang sudah membuat aku dan mamah kecelakaan" jelas Andre sambil merasakan ngilu didalam dada.


"Seperti apa wajah pria itu? biar Mia membantu mengenalinya!" sahut Mia terus memperhatikan. Orang-orang yang terlihat mencurigakan.


Andre mencoba mengingat wajah perampok itu. Tapi saat mengingat tiba-tiba saja dadanya terasa sakit dan sulit bernafas.


Membuat pria tunanetra itu. Jatuh tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Mas andre, ada apa denganmu?"


"Bangun mas, Mia mohon!" panggil Mia panik.


"Tolong panggilkan dokter Mia mohon!" pinta Mia yang mulai isak tangis.


Beberapa petugas rumah sakit langsung cepat bertindak.


Membawa andre keruang UGD. Mia yang sangat panik terus berjalan cepat.


Mengekori perawat yang sedang mendorong brankar tempat andre berbaring.


Segera Mia mengabari Bayu lewat handphone. Karena Bayu tadi hanya mengantarnya saja,


***


disisi lain.


Bayu yang sedang dalam perjalanan pulang melihat notifikasi dari Mia dan juga beberapa panggilan telpon.


Segera bayu menepikan mobilnya untuk menerimanya panggilan.


"Ada apa nona?" tanya bayu sopan. karena ada pria yang sedang memindai bayu dari kursi belakang.


"Astaga, aku akan segera kesana?" ujar bayu ikut khawatir.


"Ada apa, kenapa kau terlihat panik?" tanya pria dengan suara berat berwibawa.


"Nona Mia tuan, katanya tuan muda jatuh pingsan." jawab bayu memberi tahu.


"Bagai mana bisa, apa yang sebenarnya terjadi?" tuan besar wijaya kembali bertanya.


"Saya belum tahu tuan, mereka sedang dirumah sakit karena ingin mengikuti program kehamilan." jelas bayu.


"Putar balik, aku tidak mau terjadi apa-apa dengan putra ku.!" titah wijaya dengan tidak tenang.


"Baik tuan."


Mobil itu pun putar arah menuju rumah sakit butuh waktu setengah jam untuk sampai dirumah sakit.


Sesampainya Bayu dan tuan Wijaya lansung menuju keruang informasi.


Membuat orang-orang disana jadi heboh melirik pria tidak biasa, yang memiliki gelar sang pengusaha.


Setelan mendapatkan informasi tuan wijaya segera berjalan dengan gelisah menuju ruang UGD tempat andre dirawat.


Tuan wijaya melihat Mia. Yang terus menangis menggenggam tangan andre, sambil duduk menunggu andre tersadar.


"Apa yang sudah kau lakukan terhadap putraku?" tanya wijaya dengan tatapan dingin kearah Mia.


Sontak Mia terkejut dan langsung berdiri sambil terus menunduk. Tak berani menatap papah mertuanya.


"Mia tidak tahu pah, tiba-tiba saja mas andre pingsan." jelas Mia menunduk dengan air mata yang tak habisnya menetes.


"Bagaimana bisa kau tidak tahu, aku sudah bilang padamu untuk selalu menjaganya" tukas tuan wijaya mulai kecewa.


bersambung....


tinggalkan jejak setelah membaca ya🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2