Suamiku Pria Buta

Suamiku Pria Buta
Keputusan Mia


__ADS_3

"Tapi apa Mia?" tanya Andre di buat takut.


Dikalau Mia benar-benar meminta Andre untuk berpisah denganya.


" Mia hanya ingin meminta izin, tidak bisa pulang sekarang, karena Mia masih ingin tinggal disini Mas" jawab Mia. biasa saja.


Sontak Andre berdiri dengan wajah bingung mendengar ucapan Mia. Yang tidak mau pulang bersamanya.


Padahal Andre baru saja bahagia. karena Mia mau memaafkan kesalahannya.


Bahkan andre malah di buat bingung dengan sikap Mia. Yang masih sama seperti peraturan dalam kontrak yang sudah di buat tuan Wijaya. agar Mia menjauhi dirinya.


Cukup berat bagi Andre untuk menerima keputusan Mia. Apa lagi mereka suami istri yang biasa selalu bersama.


Sehingga Andre curiga ada hal yang masih di Sembunyikan Mia.


sebenarnya Mia masih tertekan. Sehingga Mia memang butuh ketenangan untuk sementara.


Mia menatap Andre yang masih terlihat murung. lalu mengusap dada bidang suaminya.


Yang sungguh-sungguh sudah menyesal memulai pertengkaran dengan Mia.


Mia terus mengusap lembut. Mencoba untuk membuat Andre lebih tenang dan sabar.


Tiba-tiba saja Mia berjongkok. Melepas sepatu yang dikenakan Andre. Andre cukup bingung dengan sikap mia. Tapi dia hanya menurut saja. sperti anak kecil didepan Mia.


Kini Andre sudah bertelanjang kaki. Merasakan pasir halus di bawah pijakan kakinya. sambil mencerna apa yang akan di lakukan Mia.


Segera Mia berdiri. menyentuh lengan Andre dengan lembut lalu memeluknya dengan erat.


"Ayo Mas temani Mia!" pinta Mia membawa Andre menyusuri tepi pantai. Yang hanya terdengar desiran angin dan ombak.


Pasang halal itu terus melangkah santai. Merasakan kakinya mengijak pasir basah dengan air laut melintas sekilas.


Ditambah udara sejuk yang menyentuh kulit. Membuat suasana romantis. sehingga andre dan Mia cukup tenang dengan perasaan masing-masing.


Setelah beberapa puluh meter menikmati suasana pantai. Saat Mia yang ingin mengajak andre untuk berteduh. Tiba-tiba Andre berhenti dan menahan Mia.


" Tunggu Mia!" tahan Andre yang hatinya sudah diliputi rasa penasaran dengan sikap Mia.


"Bukankah kau tadi bilang sudah memaafkan Mas, lalu kenapa kamu menolak pulang bersama mas Mia?" sambung Andre dengan gelisah.


Permintaan Mia yang tidak terduga. membuat Andre semakin curiga kalau Mia belum ikhlas memaafkannya. bahkan terkesan Mia memang menghindarinya.


"Mia memang sudah memaafkan mu mas, tapi mia masih kesal dan kecewa atas perlakuan mas waktu itu. jadi Mia butuh waktu untuk memenangkan perasaan Mia mas." jelas Mia. mengulang lagi obrolan yang tadi tertunda.


"Mia tidak ingin. memaksa hati mia saat rasa kecawa itu masih ada. itu sama saja akan mengganggu hubungan pernikan kita dikemudian hari mas." jelas Mia segamlang-gamlangnya.


Yang merasa belum nyaman tinggal serumah denganya.


Andre mulai mengerti dan menerima. apa lagi kini mia memang lebih tegas dan berbeda.


Tak lagi menurut seperti dulu. Saat apa yang di ucap sumainya akan semua di turuti Mia.


Tak ada lagi surat kontrak yang mengikat perjanjian. untuk mengekang Mia agar selalu patuh seperti dulu.

__ADS_1


Sehingga Andre Mencoba mengerti dan sabar agar Mia tidak semakin menjauhinya.


Andre juga paham kesalahan yang dia buat cukup membuat Mia tidak nyaman serumah.


"Berapa waktu yang kamu butuhkan Mia?" tanya Andre menerima keputusan mia sebagai hukuman.


"Satu bulan mas!" jawab Mia. Membuat Andre kembali terkejut.


"Apa kamu sedang menghukum mas Mia?" sindir Andre.


"Tidak juga, Mia hanya masih ingin menghabiskan waktu bersama nenek Mia mas." sahut Mia jujur sekaligus beralasan. agar Andre mau menerima.


"Jadi kamu tidak ingin menghabiskan waktu bersamaku Mia?"tanya Andre memelas.


"Untuk saat ini Mia minta maaf, sebenarnya tidak dengan Mas saja. ibu, ayah dan papahmu juga." jelas Mia tak ingin melihat mereka semua.


Seketika Andre terdiam. tak bisa lagi membujuk atau memaksa Mia.


"Berjanjilah ini bukan alasanmu untuk menjauh dari mas kan? mas juga sudah meminta papah untuk tidak ikut campur lagi dalam rumah tangga kita."


"iya Mas Mia janji."


"sekali lagi maaf, ini semua salah mas, Menjadi sosok suami yang tidak bisa diandalkan?" seloroh Andre sadar kalau dirinya hanya pria buta.


"Itu tidak benar Mas." sahut Mia. dan membuat sama-sama menjadi canggung. sehingga mereka memutuskan untuk pulang kerumah.


****


Di sisi lain


Sehingga Bayu hanya bisa manggut-manggut dengan sederet gig putihnya agar terlihat ramah dan bahagia.


Tiba-tiba sebuah notifikasi muncul dilayar handphone yang ada digenggamannya. segera Bayu membuka dan membaca isi pesan dari Mia.


Bayu pun berbicara sopan kepada para emak-emak yang ada. Sambil menangkupkan kedua tangannya didada. Untuk meminta izin menjemput Mia dan juga bosnya.


Dengan ramah mereka semua mempersilakan bayu untuk pergi menjemput Mia


segera mobil yang di kendarai bayu meluncur kelokasi. tempat Andre bersama Mia berada.


Dari kejauhan Bayu tersenyum bahagia sambil menggeleng-gelengkan kepala. Melihat tingkah Andre yang terus saja memeluk Mia dengan mesra. membuat Mia begitu malu dan jengah atas tingkah sumainya.


Dengan cepat Bayu menepikan mobil di pinggir jalan. tidak jauh dari andre dan juga Mia. Mempersilakan mereka berdua masuk kedalam.


Dan kembali kerumah pak agus. untuk berpamitan karena Andre dan Bayu akan langsung pulang ke Jakarta.


Sesampainya dirumah pak agus Andre pun berpamitan. Mengucapkan banyak terimakasih. Atas keramah tamahan mau menerima dan merestui hubunganya dengan Mia.


Mia pun mengatar Andre untuk masuk kedalam mobil yang sudah di tunggu Bayu.


Sebelum berangkat Andre masih sempat membujuk Mia untuk pulang bersama.


Andre terus memeluk mia dengan erat. Mencoba mengobati rasa rindu yang sudah mendaging di sanubarinya.


"Mas mohon pulang bersama mas!" bujuk Andre. kembali memelas.

__ADS_1


"Maaf Mas, Mia akan menghubungi Mas Andre setiap hari, jemputlah Mia setelah satu bulan!" jawab Mia pelan namun penuh penekanan.


Andre hanya bisa menarik napas dalam-dalam agar banyak belajar untuk sabar.


"Ini adalah hak mu sebagai istri mas, dan ini sebagai tanda maaf dari mas." ujar Andre mengembalikan Beberapa Atm kepada Mia. Dan sebuah kunci rumah.


"Ini apa mas?" tanya Mia mengerutkan alis. menerima sebuah kunci ditelapak tangannya.


"Kunci rumah, Agar kita berdua tidak perlu menumpang dirumah papah, jadi pulanglah secepatnya!" jelas Andre mengelus pucuk kepala Mia


"Terimakasih"


"Mas juga terimakasih kamu sudah mau memaafkan mas, kalau begitu Mas pulang dulu, apa pun masalahmu hubungi Mas." seloroh Andre.


Sambil mengingatkan Mia. Meski sebenarnya dirinya masih saja enggan pergi jauh dari Mia.


"hmmm...!" gumam Mia menjawab Andre.


Andre pun masuk kedalam mobil. setelah Mia mencium punggung tangannya dan Andre membalas mencium kening istrinya.


****


Di perjalanan Andre menyadarkan kepalanya. Matanya terpejam dengan perasaan prustasi. karena tidak bisa mengajak Mia pulang kerumah.


Ia harus menerima keputusan Mia yang masih ingin menjauhi dari dirinya.


bahkan lebih Parahnya selama satu sebulan, padahal kepergian Mia yang baru seminggu saja. sudah begitu menyiksa dirinya.


lagi-lagi Andre mengutuk kebodohannya yang sudah membuat masalah dengan Mia. dan kini dia lah yang tersiksa.


" Bayu!' suruh pelayan kemas semua barang-barangku yang ada dirumah papah, lalu kirim ke pondok pelita. Aku sudah tidak ingin tinggal dirumah utama!" titah Andre tegas.


menggema di dalam mobil yang terus melaju membelah jalan raya.


"Baik Bos, akan segera aku perintahkan para pelayan mengurus semuanya, Lalu bagaimana dengan konsultasi Bos dengan dokter Rio.


"Suruh Rio kerumahku. aku mau prosesnya di percepat, dan ingat rahasiakan tentang pengobatan mataku." lagi-lagi perinta Andre tegas penuh dengan penekanan.


"Baik!" jawab bayu singkat


****


Dirumah Wijaya.


Para pelayan yang sudah dapat perintah dari Bayu lewat handphone. segera bergerak cepat mengemas barang-barang milik Andre.


Membuat Sherly kebingungan tentang apa yang sedang terjadi.


semenjak pertengkaran Andre dan Mia. Sherly benar-benar sulit untuk bisa menemui Andre meski hanya sebentar saja. Andre yang terus saja mengurung diri tak ingin di ganggu siapa pun juga.


Sherly pun mulai mencari tahu. dengan bertanya kepada kepala Asisten rumah Wijaya.Yaitu pak Heru.


Tentang apa yang terjadi dengan Andre. Pak Heru hanya bisa menghindar dan pura-pura tidak tahu.


Sehingga Sherly kesulitan mencari tahu. ia segera mengabari tuan wijaya. tentang apa yang sedang terjadi di rumah.

__ADS_1


Seperti biasa tinggalkan jejak setelah membaca yak 😊😊😊


__ADS_2