Suamiku Pria Buta

Suamiku Pria Buta
Rangga dan Rio


__ADS_3

Dilorong rumah sakit Rangga terus saja melangkah menuju kamar NICU,


Dengan pikiran yang tidak menentu. Mengingat ucapan fani yang menanyakan. Apa yang akan menjadi keputusan Rangga.


Yang akan pergi atau tidak dari kehidupan fani dan fiona.


Setelah sampai. Rangga segera membuka pintu kamar tempat bayi prematur itu dirawat.


Ia ingin melihat keadaan putri fani. Yang masih sangat membutuhkan semua alat medis diruangan itu


Namun langkahnya terhenti. Saat ingin masuk mata rangga. Di kejutkan dokter Rio yang terus meperhatikan fiona yang masih berbaring dalam inkubator.


"edhemm...!" Rangga berdehem pelan. Memecahkan pikiran Rio yang entah ada dimana.


"Tuan, silakan masuk !" sapa Rio ramah. Menyembunyikan ekspresi wajah paniknya.


"Ada apa dokter, apa terjadi sesuatu dangannya?" tegur Rangga mendatangi Rio. yang sedang berdiri disebelah tempat tidur fiona.


Rangga merasa heran. dengan sikap Rio yang selalu curi-curi waktu.


Memberikan perhatian kepada Bayi mungil bernama Fiona. Yang tidak lain anak kandung dari istri sahnya Rangga yaitu Fani.


"Tidak aku hanya memeriksanya saja kebetulan tadi lewat sini." jelas Rio berkilah.


"Tapi setahu saya anda ini dokter ahli saraf, bukan dokter anak." Rangga merinyit heran.


"Tuan memang benar, saya hanya ingin memantau kesehatanya saja, sekedar membantu dokter Ana." jelas Rio memberi pengertian untuk Rangga.


Dokter Ana adalah dokter anak. Yang menangani kesehatan fiona selama dalam perawatan intensif.


"Kalau begitu saya ucapkan terimakasih, atas perhatian dokter."


"Sama-sama sudah seharusnya saya ikut membantu merawatnya." seloroh Rio tulus dan penuh makna.


Lagi-lagi Rangga yang mendengar perkataan rio. cukup heran.


sebagai tugas dokter atau memang ada hal lain. Yang selalu membuat Rangga penasaran.


Sikap Rio yangn terlihat lembut saat menjatuhkan padangan dan juga seperti begitu menghayati merawat bayi mungil fiona.


Rio meninggalkan Rangga yang ingin melihat bayi fiona. Bersama dua perawat yang memang betugas menjaga kestabilan tabuh dan pernapasan fiona.


Di dalam ruangan Rio, ia kembali menarik laci berisi data hasil tes laboratorium. seorang yang membuat dia senang dan juga sedih.


"Seharusnya kejadian malam itu. aku menghadapinya dan mebawa dia pulang kerumah, bukan malah meninggalkanya dia begitu saja. mungkin orang itu tidak perlu memberikan setatusnya sebagai ayah!" gumam Rio merutugi kebodohannya.


Mengingat kejadian fani yang selalu datang setiap malam ketempat club malam miliknya.


Untuk sekedar bersenang-senang dan juga mencurahkan rasa kecewa fani.


Yang dipaksa sang ayah menikah dengan pria buta. Rio yang sering memperhatikan gerak gerik fani.


sosok wanita yang selalu glamor. terlihat angkuh. dan penuh kebebasan.


sampai suatu ketika malam, sekelompok pria ingin berkenalan dan sengaja mentraktir fani dan teman-teman untuk minum.


mereka semua sekedar ingin saling mengenal pengujung dengan pengunjung yang lain.


Tanpa curiga fani menerima dan menenggak habis minuman itu. dan juga teman-temanya.


namun ada yang berbeda dengan gelas fani. setelah selang beberapa menit. tiba-tiba fani berubah penuh gairah yang tidak biasa.


Dan seorang pria hendak mengantar pulang, namun para sahabat pria itu memberi kode sesuatu yang sangat mencurigakan


Rio yang sejak tadi tadi memperhatikan. ikut bergerak diam-diam. Mengikuti pria yang sedang membawa fani dengan ekspresi wajah penuh mesum.

__ADS_1


Fani yang sudah tidak sadar itu. Bukan di antar pulang melainkan di bawa ke sebuah hotel.


Yang ternyata para sahabat pria tadi ikut datang. membawa masuk fani beramai-ramai.


Dengan cepat Rio menghadang. Dan meminta fani secara baik-baik.


Tapi sayang permintaan Rio. Dibalas dengan baku hantam. membuat Rio melawan


Rio yang memang bisa bela diri. sudah pasti tidak gentar. Dengan cepat Rio menghajar mereka semua tanpa ampun.


Setelah puas berkelahi dan semua terkapar hingga babak belur dan membuat keamanan hotel ikut campur.


Segera Rio kabur membawa fani lewat tangga darurat. Karena Rio tidak ingin terlibat sekuriti apa lagi polisi


Di dalam mobil fani terbangun dengan ocehan dan kelakuan yang tidak jelas.


Mengganggu Rio yang sedang mengemudi. Bahkan bisa-bisanya fani. Yang sudah dibaringkan dikursi belakang.


Pindah menyebrang ke kursi depan. Sehingga Rio terkejut dan menghentikan mobil di pinggir jalan.


Fani yang sudah tidak tahan tiba-tiba duduk di pangkuan Rio begitu saja.


segera fani menekan sandaran jok yang di duduki Rio. Menjadi setengah tiduran.


Dengan fani yang tetap duduk dipangkuan pria yang hampir tegang.


"Tolong bantu aku, aku sudah tidak tahan." ujar fani dengan nada sensual.


Tubuh fani yang mulai tidak terkontrol. Seperti cacing kejemur.


Dan mulut seperti bebek yang menyosor Rio tanpa ampun. Dua tangan fani yang seperti belut menelusuri dan masuk kedalam baju.


Lalu turun membuka ikat pinggang dan celana Rio luar dan dalam. Tangan fani pun segera masuk. Menggenggam yang sudah tegang ingin ikut berperang.


Rio yang sudah seperti Harimau yang ingin menerkam mangsa. Menguasai tubuh Fani penuh bira-hi.


Mobil itu pun hanya Pasrah menerima sensasi dua manusia yang sudah hilang kendali. hingga berkali-kali.


flashback on.


****


Rio kembali mengusap wajahnya dengan kasar. setelah mengingat kejadian malam itu.


sambil terus membaca berulang-ulang hasil tes DNA fiona dan juga dirinya. Yang hasilnya menunjukkan seratus persen cocok.


Dalam kebingungan Rio mulai terselip banyak pikiran tentang rumah tangga fani dan rangga seperti apa.


saat pikirangnya sedang kacau balau. tiba-tiba handphone didalam kantong jas kedokteran berdering tidak henti-henti.


Dengan cepar Rio kembali mengumpulkan kesadaran dalam kenyataan yang sebenarnya.


Meski dipenuhi penyesalan. namun tidak bisa dipungkiri lagi fiona adalah anak kandung Rio dan fani


Rio meraih handphone dan melihat siapa yang sudah tidak sabar.


Sejak tadi terus mengganggu kegalauan dirinya. Yang sedang menyayat-nyayat hati dan pikiran Rio.


segera Rio menggeser warna hijau. Dan meletakan di telinga sebelah kanan miliknya.


Tanpa membaca siapa orang yang sudah menghubunginya.


"Dimana kau, dokter rada-rada?" pekik kesal seorang pria.


"Aku sedang memeriksa data medis diruanganku, apa dia mengeluh sesuatu." jawab rio santai.

__ADS_1


"iya sangat parah,cepat kau datang kemari?" sahut pria itu tidak sabaran


" Jangan bercanda, tadi pagi dia baik-baik saja bahkan tidur dengan nyenyak" sahur Rio santai.


Rio santai menanggapi obrolan dari handphone bukan karena lepas tanggung jawab.


Melainkan Rio tahu kondisi pasien seperti apa. Akan ada perawat yang setiap jam memberikan laporan hasih medis ke Rio.


"Ini tentang rambutnya yang sudah kau cukur habis" keluhnya begitu emosi


"Tapi itu salah satu prosedur operasi saraf kepala bay...!!" jawab Rio.


Dengan tangan satunya sibuk memijit pelipisnya. Yang mulai berdenyut hebat dari masalah hati dan juga pekerjaan.


"Karena itu sebaiknya kau jelaskan padanya!' kalau tidak kita berdua bisa dikebiri!' kau tidak maukan sisa hidupmu jadi banci." tukas Bayu yang teru emosi.


***


Di ruang lain. Bayu hanya bisa menunduk penuh kecemasan.


Sambil mematikan panggilan. Yang baru saja dilakukan Bayu kepada rio.


Bayu Melirik dan meperhatikan sosok pria tampan berkepala prontos. dengan sebuah perban diatas telinga.


Dengan wajah kesal sedang melipat tangan penuh kemarahan.


Tubuh kekar yang sedikit Bersandar dibrankar beralas bantal. Dengan infus masih menempel ditangan.


namun pandangannya sedang Menatap tajam seperti elang.


Dengan conea mata biru cerah terus memasang mata ingin menghukum Bayu.


"Hai Bos, he...he...he..akhirnya!" sapa Bayu dengan ramah.


"jangan nyengir kaya Unta, cepat kemari dan jawab sekarang juga, dokter mana yang sudah mencukur rambutku sampai habis." tukasnya penuh penekanan. ia terus saja Menatap tajam bayu yang hapir bertekuk lutut.


Lalu tersenyum penuh bahagia melihat sebuah poto wanita cantik di layar handphone milik pribadinya..


******


Disisi lain


Mia terus uring-uringan tidak jelas. bolak balik seperti gosakan. Dan juga menjadi sulit tidur dengan pulas.


"Agghrrr dasar mas Andre menyebalkan" umpat Mia kesal.


Membuang bantal ke sembarang arah. Yang tersusun ditepat tidur. Tempat Mia merebahkan tubunya.


Mia benar-benar tidak bisa menebak. Apa yang sedang dilakukan Andre suaminya.


Yang mendadak menyudahi panggilan. Tanpa menjelaskan duhulu apa yang sedang dia ingin lakukan.


semenjak waktu itu Andre menjadi sulit dihubungi seperti hilang ditelan bumi.


Bahkan Mia sering menghubungi Bayu untuk mencari tahu. Tapi sayang Bayu juga ikut sibuk dan banyak alasan.


Sehingga Mia tidak dapat penjesan selama berhari-hari sampai berminggu-minggu. terus menunggu.


Rasa rindu dan cemburu mulai bermunculan. Mia ingin segera memeluk suaminya yang sudah berjanji menjemput Mia,


Karena sebenarnya Mia takut. Andre benar-benar tergoda bujuk rayuan sherly yang sudah jelas-jelas.


Mengatakan ingin bersaing untuk mendapatkan Andre seutuhnya.


Seperti biasa tinggalkan jejak setelah membaca yak😘😘

__ADS_1


__ADS_2