
Hallo bestie maaf telatπππ
oke deh langsung aja capcussssss......
Tidak terasa sudah beberapa minggu telah berlalu. Sosok Rangga sudah kembali tenang dan perlahan bisa menerima kepergian fani untuk selamanya.
ia mulai menyibukan dirinya untuk pekerjaan dan juga menemani bayi Fiona putri fani. di rumah sakit.
Kini bayi fiona tak lagi di rawat di ruang NICU. dan sudah di pindahkan ke ruang rawat inap.
karena tubuhnya sudah normal. Dan bisa menyesuaikan seperti bayi pada umunya. berat badannya yang terus naik di usianya yang kini sudah hampir tiga bulan.
Di pagi hari. Sebelum berangkat kerja. Rangga selalu menyempatkan datang menengok fiona. mata Rangga lagi-lagi di buat heran seketika.
saat membuka pintu kamar rawat inap. yang di tempati bayi fiona
Sebuah ruang VVIP tempat fiona menjalankan perawatan sudah kembali di dekor ulang.
Bahkan kamar itu terlihat seperti kamar pribadi seorang anak kecil.
Dinding bernuansa pink dengan corak karakter hello kity. dan juga beberapa rak mainan bayi dan boneka tersusun rapih dirungan itu.
Namun tidak mengurangi perlengkapan alat-alat rumah sakit di samping tempat tidur milik bayi Fiona itu.
Sebelum masuk Rangga menyempatkan mengetuk pintu itu.
Agar seorang perawat sekaligus ibu menyusui bayi fiona itu tidak terkejut atas kedatangan Rangga.
Tok...tok....tok... pintu itu di ketuk. sosok ibu muda yang sedang menimang fiona itu pun menoleh.
"Apa saya mengganggu?" tanya Rangga ramah.
"Tentu saja tidak, silakan tuan. saya sudah selesai memberi asi." ujar ibu-ibu itu.
Lalu membaringkan bayi fiona di tempat tidur.
Rangga pun segera masuk dan membungkuk menggenggam tangan mungil bayi itu.
"Terima kasih, anda begitu telaten mengurus nya, bahkan pipi nya sampai berubah chubby begini!" seloroh rangga bahagia. ia sampai memuji ketelatenan ibu asi fiona.
Rangga Menatap bayi bertubuh gempal dengan pipi chubby. yang terus usik sambil meneliti mainan yang mengantung di depannya.
"Sama-sama tuan, saya juga senang bisa membantu merawat bayi ini." sahut ibu itu.
"Oh. iya kalau boleh tahu, siapa orang yang sudah merekomendasikan anda menjadi ibu Asi untuk fiona, saya juga ingin berterimakasih atas jasanya." seloroh Rangga kembali mencari tahu.
Ia terus menyelidiki siapa orang yang sudah mengambil tanggung jawab di balik semua perawatan bayi fiona ini.
"Tentu saja dokter Rio tuan, memangnya tuan belum tahu, saat tuan pergi bekerja. dokter rio yang menggantikannya untuk menemani bayi ini tuan!" jelas ibu itu apa adanya.
__ADS_1
Rangga yang mendengar nama Rio di sebut begitu terkejut.
Bahkan kini dia tahu Rio juga selalu menemani bayi itu secara diam-diam.
Dengan capet rangga menyembunyikan ekspresi nya itu.
Ia tak ingin ibu asi fiona menjadi merasa bersalah. karena sudah memberi tahu siapa orang yang ikut campur tentang mengurus fiona.
"Ya ampun ternyata dia, yak sudah kalu begitu. sebelum saya berangkat kerja, saya mau mengucapkan terimaksih dulu dengannya. seperti biasa titip fiona yak !" sahut Rangga pura-pura bahagia
"Iya tuan" sahut ibu itu.
segera Rangga meninggalkan ruangan itu. melangkah menuju ruangan kerja rio.
Ia ingin tahu secepatnya kenapa Rio begitu ikut campur tentang bayi fiona.
Bahkan rangga merasa dirinya tidak di hargai. karena rio melakukan itu tanpa sepengetahuan Rangga.
setelah sampai. Rangga terus mengetuk pintu yang tertera nama rio di pintu itu sebagai spesialis saraf.
tokkk......tokkk.....tokkk....tokkk....
Namun tak ada jawaban sama sekali dari dalam rungannya.
Tiba-tiba seorang perawat datang menghampiri Rangga.
"Maaf, apa tuan mencari dokter rio?" tanya perawat itu.
"Dokter Rio belum datang tuan, tadi beliau sudah izin akan datang terlambat. karena ingin mampir kemakam dulu sebentar katanya." jelas perawat itu.
Rangga pun mengangguk, sambil mencerna setiap kata yang di ucap perawat itu.
Tiba-tiba rangga jadi ingat tentang makam fani. tanpa banyak berpikir.
Ia segera melangkah dan terhenti di depan pintu lif. Lalu menekan nomer yang menuju lantai dasar yang terhubung lansung parkiran.
Setelah sampai parkiran. ia segera mengambil motor sportnya dan mulai mengendari nya munuju arah tpu tempat makam fani berada
*******
Di sisi lain.
Mia yang baru saja bangun tidur. dengan wajah yang terlihat lelah. Sebuah selimut tebal masih menutup tubuh polosnya.
Mata Mia menoleh tempat tidur di sampingnya. mencari sosok andre yang sudah mengajak Mia berdagang semalam. Namun pria itu sudah tidak ada. Dan tidak membangunkan Mia.
Mia segera melirik jam dinding di meja nakas. terlihat dengan jelas menunjukan jam 7 pagi. ia berusaha bangun dengan cara melilit tubuhnya mengunakan selimut.
Dan mencoba turun dari tempat tidur untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Saat berdiri Mia menyerinyit nyeri sembari melangkah pelan dan sesekali memijit pinggannya yang terasa encok.
"AAwwww....! ishhk mas Andre ini, kalau minta jatah benar-benar keterlaluan. bisa-bisanya sampai bikin encok begini!" gerutu Mia menggelengkan kepala. Karena tidak habis pikir dengan kelakuan andre suaminya.
Setelah sampai di kamar mandi. Mia segera membersihkan diri. Sembari menerka-nerka di mana suaminya berada.
********
sedangkan Andre yang sudah pull daya isi energi. begitu semangat di jalan sepi. Dangan tatapan pokus kedepan. kedua tangan menggenggam setir mobil
"brraakkkk bermmmmm bermmmmmm unnnnngggggg braaakkkkk..... beremmmm unnnnnngg brakkkkkkkk... suara benturan bodi mobil depan. tak henti-hentinya menghajar trotoar jalan
"Bisa kah kau lebih pokus, kau sudah dua puluh kali menabrak trotoar jalan dre!" tegur Tito yang sudah berulang kali. Di buat mimisan andre.
"Ia kau benar pak pol. bahkan rasanya. kepala ku akan geger otak karena ulah mu Bos!" sambung Bayu mengeluh di kursi belakang. karena kepalanya sudah benjol sana dan sini.
Dua peria itu benar-benar menjadi korban andre kali ini.
"Bisa diam tidak sihk, aku juga sedang berusaha pokus!" sahut andre tidak terima di komentari Tito dan bayu.
Pria yang tidak lagi tunanetra itu. benar-banar sedang menunjukan kelemahannya di depan dua anak buah.
Yang sekaligus menjadi sahabat setianya. karena tidak kemapun Andre yang mengendalikan kemudi mobil. sebab andre sedang belajar menyertir.
sudah tiga hari andre berusaha belajar menyetir namun masih gagal juga. sampai-sampai andre meminta jatah ekstra kepada Mia. agar andre punya semangat empat lima.
Segera andre kemabali memutar setir dan menginjak gas secara perlahan dan lebih banyak bersabar.
Dengan tarikan napas panjan. Andre kembali memulai pelatihannya. Entah kenapa ia ingin sekali menjadi supir pribadi untuk Mia.
Lain Andre lain juga Rangga.
Rangga yang sudah tiba di sebuah tpu. terdiam dengan tatapan ke sebuah makam yang belum lama itu.
Terlihat Rio yang sedang menaruh buket bunga di makam itu.
segera Rangga mendekati Rio yang belum menyadari kedatangan dirinya. Dengan ucapan samar-samar Rio yang mulai di dengar Rangga.
"Maaf. aku benar-benar terlambat memberi tahumu yang sebenarnya. seharus waktu itu aku jujur kepada mu, bahwa aku lah ayah dari putrimu!" keluh rio di depan makam itu.
Ada rasa penyesalan bagi Rio. apa lagi saat melihat kini fiona tidak punya seorang ibu.
Meski Rio memang ingin mengambil hak asuh bayi fiona. Bukan berarti memisahkan sepenuhnya mereka berdua.
"Jadi kau pria berengsek itu...!" tegur rangga penuh emosi.
Seketika Rio bangkit dan menoleh arah belakang. Saat rio ingin melihat orang yang sedang menegurnya. tiba-tiba sebuah pukulan keras medarat di wajah rio
"Bukkkk...!" wajah Rio di pukul rangga. Hingga tubuh Rio tersungkur di makam itu.
__ADS_1
sperti biasa tinggalkan jejak setelah membaca yaππππ