
Di perusahaan
setelan perkenalan Ayu pun segera mengantar andre dan tuan wijaya menuju ruang rapat yang akan di adakan di latai lima.
Sesampainya dipintu ruang rapat. Ayu segera mempersilakan Andre dan tuan wijaya untuk masuk.
Karena para pemimpin lainya sudah berkumpul di ruang rapat.
Tuan wijaya pun segera masuk di iringi andre dengan perasaan cemas.
ia akan meneruskan rapat yang tertunda akibat dirinya jatuh pingsan waktu itu.
Setelah masuk. Andre pun mulai memindai ruang yang cukup luas.
Tanpa banyak embel-embel purniture di sekeliling ruangan.
Hanya sebuah layar besar didinding Dan meja besar dan panjang di tengah ruangan.
Begitu juga kursi-kursi yang sudah mulai di isi para pemegang saham. Dan ada juga para pimpinan anak buah cabang perusahaan.
Tidak hanya itu semua sekretarisnya masing-masing ikut mendampingi. para pimpinan mereka.
Tuan wijaya segera bangkit dari kursi roda. di bantu Ayu dan Andre untuk berpindah duduk dikursi kebesaranya.
Ayu juga mempersilakan Andre untuk duduk di samping papahnya.
Setelah posisi tuan wijaya merasa nyaman. ia pun mulai meneliti para tamu yang akan rapat bersamanya.
Tiba-tiba penglihatan tuan wijaya tertuju pada seseorang yang sedang duduk jauh di depan sana.
Pria itu sadang sibuk meneliti dokumen yang sedang di arahkan sekretaris perusahaan mereka untuk membahas keputusan bersama.
Sosok pria yang hampir seumuran dengan tuan wijaya. itu pun melihat sekilas kearah tuan wijaya.
ia melambai dan memberikan sebuah sudut senyum meremehkan membuat tuan wijaya mengerinyit heran.
"Seno sejak kapan dia pulang dari luar negri, kenap sherly tidak memberitahu ku?" gumam tuan wijaya. Di dalam hati dengan heran.
"Ada apa Bos?" tanya ayu yang menyadari tuan wijaya hanya meneliti kursi di depan sana.
"Tidak ada. Di mana pimpinan Sea grup?" kilah wijaya mencari pimpinan perusahaan PT Sea yang memiliki Saham terbesar setelah tuan wijaya.
"Baliu tidak bisa hadir!".
"Tidak bisa hadir, bagaimana bisa?" tanya tuan wijaya tidak mengerti.
Padahal semua para pemegang saham sudah tidak sabar ingin mediasi dan membahas kerja sama perusahaan.
"Saya sudah dapat kabar. Bahwa pimpinan Sea grup sedang mengadakan pertemuan dengan wakil dari perusahaan Adiguna, Bos..!" jelas ayu yang mendapat kabar langsung dari sekretaris pribadi PT itu.
Tuan wijaya terbelalak lalu melirik Andre dengan tajam dan penuh tanda tanya.
"Kau mau menikung bisnis papah?" bisik tuan Wijaya memeringkan tubuhnya agar kepala mendekati wajah putranya.
Perusahan Sea grup adalah rekan bisnis tuan wijaya di bidang pembangunan sarana pusat perbelanjan. Hotel maupun apartemen.
__ADS_1
Begitu juga Tuan wijaya tahu. Bahwa perusahan yang bernam PT Adiguna adalah milik perusahan putranya.
Sebuah perusahan Adiguna yang telah di kembangkan Andre dari hasil keuntungan sebagai investor menanam saham dari beberapa perusahan.
Andre sengaja mengelola uang tabungan yang di beri tuan wijaya. menjadi sebuah bisnis investor dan perusahan Adiguna yang terkait langsung minyak dan tambang batu bara.
Tuan wijaya terus melirik andre dengan intens. ia tidak mengerti dengan siasat andre sebenarnya.
Apa lagi dengan cara mendekati perusahan Sea grup yang menjadi rekan kerja samanya.
Yang sedang memiliki masalah. tentang beberapa proyek tertunda
"Tidak, memang tampang ku selicik itu pah?" jawab andre ikut berbisik di samping papahnya.
"Kalau begitu sedang apa Sekretaris dan Asisten pribadi mu mengadakan rapat tertutup diwaktu yang sama ?"tanya tuan wijaya penasaran.
Tentang anak buah andre yang tidak lain adalah Tito dan Bayu yang sedang mengadakan rapat dengan PT Sea. Di waktu yang sama.
"Cuma mentraktirnya minum kopi..!" sahut andre dengan enteng. ia tak ingin membahas rencana untuk saat ini.
Lagi-lagi tuan wijaya menautkan alis tidak mengerti. saat tuan wijaya ingin sekali lagi menginterogasi putranya.
Namun ayu segera mengingatkan tuan wijaya untuk segera memulai rapatnya.
"Bos semua sudah lengkap silakan di mulai!" tegur Ayu. Menghentikan ayah dan anak yang sedang saling berbisik.
Tuan wijaya pun hanya bisa menghela napas dengan kasar sembari berkonsentrasi kembali.
"Selamat siang semuanya. karena semua rekan-rekan terhormat sudah hadir maka saya akan mulai rapar ini!" sapa tuan wijaya.
"Hari ini kita akan membahas proyek yang tersisa dahulu sebagai mediasi!" baru setelah itu kita lanjutkan membahas proyek yang terkendala dan tertunda" jelas tuan wijaya dengan tenang dan jelas.
Segera ayu menyalakan laptop yang sudah tersambung dengan alat proyektor. menampilkan gambar besar sebuah layar didinding.
"kalian bisa melihat dengan detail keseluruhan proyek yang tersisa di layar yang ada di belakang saya, Atau pun dilaptop yang kami sudah sediakan dihadapan para pimpinan' silakan di pergunakan!" lanjut tuan wijaya.
Mepersilakan untuk mengunakan laptop-laptop yang sudah bertengger di masing-masing pimpinan.
Segera para pimpinan atau sekretaris meraka masing-masing membuka email yang diarahkan.
Dengan cepat segera muncul dengan detail dan rinci secara keseluruhan proyek yang tersisa.
Meraka segera meneliti menyamakan dengan dokumen yang masing-masing mereka bawa.
"Anda bisa melihat sendiri perusahan kami mengurus semua dengan transparan. sehingga proyek-proyek yang tersisa ini masih berjalan dengan lancar. dan hampir selesai pembangunan."
Jelas tuan wijaya mengarahkan senter laser kecil ke sebuah gambar hotel yang sudah bertengger dengan kokoh di kota itu.
Belum lagi sebuah pusat perbelanjaan yang berkonsep baru dan modern. di tengah kota yang sedang maju pesat.
Sebuah pusat perbelanjaan yang menggabungkan hipermarket, intertaintment. serta food dan fashion.
Dan yang mengagumkan adalah bermitra hampir 5000 pemasok dari seluruh Indonesia dimana 75% masuk dalam kategori UKM. Sudah mendatar secara online
"Jadi sebelum anda semua mengambil keputusan untuk mundur atau menarik sahan anda di perusaham ini, sebaikanya pikirkan dulu baik-baik!" seloroh tuan wijaya menasehati dengan tegas dan penuh harapan.
__ADS_1
Setelah melihat sendiri keseluruhan. Para pemegang saham mulai riuh. Dan kembali saling mempertimbangkan perkataan tuan wijaya.
"Bagaimana ini ?" tanya saham 5% yang mulai bingung. kepada pimpinan yang duduk tepat di sebelanya.
"Entahlah aku juga jadi bingung, ada keuntungan yang sudah didepan mata yang jelas-jelas ditawarkan perusahan wijaya" ujar pemegang saham 11%.
"Saham ku hanya 8% kalau aku ikut mundur seperti yang di katakan orang itu, kemungkinan perusahan ku semakin merosot!" keluh pemegang saham 8% yang pernah di hasut seseorang untuk mundur.
Dan menarik sahamnya. kerena di perkirakan orang itu akan merugi hingga besar-besaran.
Meraka pun terus saling mediasi dan bertukar pendapat masing-masing pimpinan anak perusahan dan para pemegang saham.
Sampai seorang yang tadi diam saja mulai berdiri menujukan penolakan tentang mediasi hari ini.
"Kenapa kau membuat bingung para pemegang saham, yang sudah jelas-jelas kerja sama ini merugikan kita semua!" ujar Seno mulai membuat keruh kemabali.
Semua yang ada. mulai menoleh sumber suara yang begitu tegas. mereka mulai meneliti dengan intens siapa sosok orang itu.
Tuan wijaya yang sejak tadi diam saja. karena membiarkan reka-rekan bisnis menyatukan pendapat.
Begitu terkejut. saat mendengar ucapan sahabat sekaligus rekan kerjanya.
"Apa maksudmu kerja sama dengan perusaahan ku merugi?" tanya tuan wijaya tidak mengerti.
Ia begitu kecewa bias-bisanya sahabatnya sendiri berbicara menjatuhkan seperti itu.
"Maaf, aku pemilik saham 10%. Yang sekaligus mewakili perusahaan PT sea yang memiliki 30 %. karena kami mulai kerja sama. sehingga beliau mengangkat ku sebagai wakil direktur di saham ini dan menjadi saham 40%." jelas seno memperkenalkan diri dengan bangga.
Seketika semua orang diruangan itu terkejut dan kembali riuh. Ada yang memiliki saham yang hampir sama besarnya dengan tuan wijaya.
"Kau membahas peroyek tersisa, apa kau tidak memikirkan dampak dari proyek yang gagal di bawah pimpinanmu juga, Lalu bagaimana kalau proyek yang tersisa berdampak yang sama. yaitu kegagalan?" seloroh seno mulai menghina.
Dan langsung mengambil keputusan sendiri dengan jelas. bahwa proyek yang tekendala dan tertunda adalah ke gagalan.
Seketika tuan wijaya begitu emosi. bahkan tubuhnya yang masih lemas ia paksakan untuk berdiri. namun andre menahannya.
Dan meminta papahnya untuk tenang dulu. untuk mencari tahu. Apa yang sebenarnaya sedang di rencanakan Seno
"Baikalah. kalau itu menurut mu..!' lalu apa gagasanmu, untuk para pemegam saham dan untuk pimpinan anak cabang perusahan yang hadir di sini?" tanya tuan wijaya penasaran.
"Itu mudah, sekarang saham kita sama-sama paling besar. jadi aku menawarkan diri untuk mengambil alih pimpinanmu, agar para pemegang saham percaya bahwa saham mereka akan aman. dan seluruh proyek ini baik-baik saja!" jelas seno dengan bangga.
Tuan wijaya begitu terkejut dengan pak Seno lah. Yang telah menikung bisnisnya. Dan lebih parah lagi pak Seno ingin mengmbil alih posisinya sebagai direktur utama.
Dadanya terasa sakit dan nafasnya mulai tersendat sehingga Andre mengusap punggung tuan wijaya.
" Dre bagaiman ini?" tanya tuan wijaya berubah pucat. ia tidak menyangka sahabatnya sendiri telah men hianatinya
"Papah tenang saja, sudah waktunya, bisa papah alihkan rafat ini di bawah naungan ku?" ujar Andre meminta papahnya yang mulai terlihat lelah. tuan wijaya mengangguk dan menggenggam tangan putranya.
"Papah percayakan semuanya pada mu!" jelas tuan wijaya berharap banyak dengan putranya.
"Tentu..!" sahut andre singkat.
"Ternyata pancinganku lebih cepat dari perkiraan ku? Aku pikir yang makan umpanku ikan Hiu, tidak tahunya hanya ikan Lele sangkuriang...!" gumam andre menatap seno.
__ADS_1
Seperti biasa tinggalkan jejeka setelah membaca ya 😘😘😘😘