Suamiku Pria Buta

Suamiku Pria Buta
Bab 68


__ADS_3

Hallo semua thor balik lagi nih๐Ÿ˜๐Ÿ˜, buat yang masih setia, bom like, n komen hadiah n votenya. thor ucapakan terima kasih atas dukungannya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


ingat ini hanya halu thor saja yak mungkin banyak perbedaan dengan kenyataan !"


Ok deh Capcusssssss.......


Di sebuah asrama polisi.


seorang pria berjas putih lengkap dengan stetoskop disaku jasnya. Sedang duduk dengan cemas di sofa depan rumah asrama.


Ia terus berdecak sebal sembari melihat jam tangan berulang kali. Yang sangat jelas melingkar dilengan kirinya.


Matanya terus memindai gerbang dan parkiran yang mulai di isi kendaraan para petugas polisi yang baru pulang bertugas. dan juga ibu-ibu bhayangkari,


Saat kesabarannya mulai menipis. sebuah mobil hitam ber plat merah yang ditunggu-tunggu itu pun telah tiba.


Dan mulai masuk pekarangan parkiran asrama. setelah terparkir segera pintu mobil bagian pengemudi terbuka. Dan turun seorang pria berseragam polisi.


Polisi itu menautakan alis. melihat rio sedang berdiri didepan rumah dinasnya.


ia pun melangkah tegap dan gagah menghampiri rio yang sedang meneliti dirinya.


"Sedang apa kau disini?" tanya Tito dengan malas.


"Tentu saja menunggu mu bang." sahut rio tersenyum ramah. membuat tito merinding curiga.


"Menunggu..?" tanya tito terbelalak.


"Iya bang tito, sudah dua jam aku disini, bahkan bisa-bisanya handphone milik mu tidak aktif!" sahut rio berubah. Menjadi mendengus kesal.


"Aku sedang sibuk membantu temanku si Andre!" jelas tito duduk santai.


"Maksudmu, putra tuan besar wijaya ?" tebak rio.


"Em Hemmm.." jawab tito bergumam.


"Dia sudah bisa melihat, kenapa masih membutuhkan jasa abang?" tanya rio semakin heran.


Rio cukup tahu dan sering melihat tito pergi dengan Bayu di luar tugasnya seorang polisi. saat andre meminta bantuan.


Pria yang selalu berseragam polisi akan berubah seratus persen.


Saat tito pergi dengan bayu dan mengurus pekerjaan andre. penampilan yang berupah lebih pormal dan lebih seperti seorang pengusaha.


"Ada masalah besar di perusahaan orang tuanya, jadi dia ingin melibatkan aku sebagai orang kepercayaannya. Agar rencananya tidak gagal.


" Menjadi tangan kanan investor PT Adiguna." celetuk rio kembali menebak.


"Yak..!"


"Apa kau akan berhenti menjadi seorang polisi, dan berpindah menjadi pengusaha?" tanya rio ingin tahu.


"Pertanyaan yang bagus, tapi untuk saat ini tidak. Aku suka menjadi polisi!' mungkin saat aku berkeluarga dan usiaku tak lagi muda akanku pikirkan tawaran si andre." jelas tito.


Rio hanya mengangguk, dan terdiam mendengar kata-kata berkeluarga.


"Berkeluarga..?" Apa fiona akan bahagia menjadi bagian keluarga fani dan rangga?" guman rio di dalam hati.


Ia terus mengkhawatirkan nasib fiona. Saat mendengar laporan dari dokter anak. bahwa bayi fiona tak lagi mendapat asi dari ibu kandungnya.

__ADS_1


Sehingga Rio menjadi cemas tidak terkira. sampai-sampai rio memaksa pihak rumah sakit.


Untuk memberikan dirinya izin. Agar Rio bisa menjadi wali yang mengurus seluruh biaya perawatan bayi fiona.


Rio juga sampai rela mencari sendiri beberapa ibu-ibu menyusui. untuk ia sewa sebagai ibu asi fiona.


"Hehk Rio kok malah Bengong?" tegur tito memukul kepala rio.


"Isk sakit bang!" keluh rio.


"Siapa suruh bengong!' Memangnya ada hal penting apa kau kesini?" tanya Tito penuh penekanan. lalu mulai melepas sepatu.


" Hanya ingin sedikit mencari informasi sekaligus meminta usulan abang." sahut rio antusias.


"Memangnya apa yang ingin kau tahu?" tanya tito penasaran.


"Tentang fani dan Rangga!"


"Kau punya urusan apa dengannya?" tanya lagi


"Nanti ku ceritakan ke abang. asal abang mau menjawab semua yang berhubungan dengan fani." jelas rio sedikit gugup


"Kenapa kau tidak tanya langsung dengan keluarganya, aku sama sekali tidak tahu tentangnya?" usul tito malas mengurusi yang bukan urusanya.


"Tapi abang kan dekat dengan tuan Andre yang pernah bertunangan dengan Fani, aku juga ingin tahu kenapa rangga bisa menjadi suami fani." tanya rio sedikit memaksa.


Tito hanya manggut-manggut dan tiba-tiba terpikirkan ide yang menguntungkan.


"Kau tahu semua pertanyaan mu itu tidak geratis, harus ada biaya informanya!" ujar Titio mengerjai adiknya.


"Astaga benar-benar licik, Jadi bayaran apa yang abang inginkan." tanya rio meradang.


"Hahhk' MASAK..? yang benar saja. Adikmu ini memiliki gelar dokter spesialis saraf bersertifikat, masa di suruh masak." pekik rio tidak terima.


"Cihk maksudmu dokter bergelar be-jat, karena bisa-bisanya sudah menjadi dokter masih saja mengurus bisnis club malam." ejek tito melirik rio dengan tajam.


Rio hanya bisa memutar bola matanya tak berani menatap abang kandungnya


"Nama juga bisnis!" gumam rio dengan entengnya. meski pelan namun masih sangat terdengar jelas di telinga Tito.


Tito hanya bisa menggelengkan kepala mendengar jawaban adiknnya.


Lalu kembali menjitak kepala rio dan melangkah masuk meninggalkan rio diluar.


"Issk sakit bang!" keluh rio mengusap kepala.


Bukannya marah Rio hanya terkekeh. Sembari mengekori tito.


Setelah sampai diruang tengan rio membaringkan tubuhnya di sofa.


Rasa lelah dan khawatir memikirkan bayi fiona. benar-benar membuat rio tertekan.


Disaat rio menunggu tito selesai mandi. Rio mengambil handphone di saku jas miliknya.


Dan mulai mengutak atik aplikasi dan memilih


menu makanan yang tertera di layar ponselnya.


Setelah merasa cocok. Rio pun segera memesan untuknya dan juga abangnya.

__ADS_1


Menit terus berganti menit. hingga tidak terasa. orang yang tadi sibuk di kamar mandi. akhirnya muncul juga.


"Kok belum masak" tegur tito melipat tangan didada.


"Aku sudah pesan online bang, jaman sudah super canggih. masih saja masak sendiri!" keluh rio yang melihat tito suka masak sendiri.


Tito hanya bisa menghela nafas dan duduk di sofa yang menghadap meja di depan rio.


" Langsung saja, Apa yang ingin kau tanyakan?" tegur tito mulai serius.


"Bang aku...!" ucap Rio distop tito.


"Tunggu...!!!!' Ongkosnya tiga bulan gajimu sebagai dokter, untukku!" jelas tito meminta imbalan.


"Astaga polisi marukkkk..!' aku ingin tahu sejak kapan fani dan rangga menikah?" tanya rio dengan bodohnya.


Tito terbelalak mendengar perkataan adiknya.


"Astaga Rio, memangnya aku petugas KUA yang tahu kapan mereka menikah!" jawab tito dengan kesal.


"Kali saja abang tahu, bayangkan tiga bulan gajiku akan masuk ke rekening abang Tito yang tampan..?." tanya rio. sembari merayu dengan bisikan setan jaha-nam.


"Aku tidak tahu. Dan tidak mau tahu..!" sahut tito dengan sinis.


"issk si abang, Sebenarnya Aku hanya ingin tahu meraka keluarga yang baik atau tidak!" ujar rio khawatir


"Tapi aku bukan pak RT. apa lagi tetangga meraka rio...!" keluh tito menggelengkan kepala.


ia tidak habis pikir dengan adiknya yang ingin tahu kehidupan rumah tangga orang.


"Setidaknya abang pasti tahu, masa lalu fani dan rangga? aku ingin tahu kehidupan masa lalu mereka berdua seperti apa?" jelas rio memohon dengan sungguh-sungguh.


Tito terdiam dan semakin tidak mengerti. Ada hubungan apa di antara mereka.


"Bisa abang ceritakan, akanku tambah lagi dua bulan gajiku kerekening abang." seloroh rio semakin serius.


Tito pun menurut dan menceritakan tentang kehidupan fani yang dia tahu sebagai tunangan Andre sahabatnya.


ia mulai menceritkan sosok fani dan keluarganya seperti apa.


Lalu menceritakan asal usul Rangga. sampai terlibat hubungan dengan fani hingga sekarang ini.


Setelah mendengarkan Tito panjang lebar kali tinggi. Rio terdiam seribu bahasa.


ia semakin khawatir tentang hidup Fiona. apa bila dirawat fani dan rangga.


Sedangkan Tito yang baru saja selesai cerita. mulai menyadari ada sesuatu yang sedang dipikirkan rio.


Sangat jelas dari raut wajah rio yang terlihat cemas.


"Sebenarnaya kau kenapa Rio,?"


"A...Ak...Aku hanya ingin tahu saja, karena putrinya yang lahir prematur. sedang di rawat dirumah sakit tempatku bekerja." jelas rio menjadi gugup.


" Jadi dia sudah melahirkan?"


"Yak, dan parahnya lagi fani semakin hari, semakin tidak peduli dengan putri kandungnya sendiri, karena itu aku ingin meminta usulan darimu !" keluh Rio penuh kecewa.


"Kau ingin aku melaporkan kepihak perlindungan anak begitu?" tanya tito menebak.

__ADS_1


"Yak karena aku ingin mengambil hak asuh bayi itu." jawab rio sungguh-sungguh.


__ADS_2